Mengenal Ekomuseum Lokal Daerah Ciamis - Travel - www.indonesiana.id
x

Konten

Nanda Khaerunnisa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Januari 2021

Kamis, 14 Januari 2021 12:14 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Mengenal Ekomuseum Lokal Daerah Ciamis

    Indonesia terdiri dari berbagai daerah yang memiliki bermacam sejarah, adat dan budaya. Setiap daerah pun memiliki potensi masing-masing dalam mengembangkan Ekomuseum Lokal. Situs Gandoang menjadi salah satu Ekomuseum Lokal di Daerah Ciamis. Apakah anda berminat untuk mengunjunginya?

    Dibaca : 1.602 kali

    Keberagaman adat dan budaya yang ada di Indonesia menjadi hal yang menarik perhatian untuk dapat dijadikan alasan mengeksplorasi sebuah tempat. Destinasi wisata yang berbasis alam namun tetap bisa melihat budaya lokal pun sangatlah banyak di Indonesia. Salah satunya adalah Situs Gandoang yang berada di Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

    Berdiri sejak tahun 1635, situs Gandoang awalnya ditemukan oleh Syekh Padamatang yang kala itu diutus oleh Sunan Gunung Jati untuk membantu warga Desa Wanasigra. Situs Gandoang ini pun kerap dijadikan sebagai tempat persembunyian pada saat perang di Galuh (sekarang menjadi Kabupaten Ciamis). Kini, Situs Gandoang dijadikan sebagai sebuah situs bersejarah yang merupakan tempat dimakamkannya para leluhur pemuka agama yang ada di Daerah Ciamis. Berdasarkan pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Lili sebagai Kuncen (Juru Kunci) Situs Gandoang ke-10, asal mula kata Gandoang yaitu Agan Doang yang dimaksudkan karena lokasi ini merupakan tempat dimakamkannya orang-orang istimewa.

    Pada dasarnya, Situs Gandoang ini berdiri di Kawasan Ekosistem Esensial Hutan Gandoang yang tentunya dilindungi oleh pemerintah. Sehingga, untuk dapat mengunjungi Situs Gandoang, pengunjung dapat melewati leuweung atau hutan dan persawahan desa terlebih dahulu. Hal ini menjadi salah satu daya tarik dan ajang refreshing bagi pengunjung karena masih berbasis alam yang masih rindang dengan pepohonan hijau. 

    Situs Gandoang ini tidak hanya menjadi sebuah tempat bersejarah namun memiliki sebuah adat budaya masyarakat yang disebut sebagai Adat Merlawu. Kegiatan Adat Merlawu ini dilaksanakan setiap tahunnya tepat satu minggu setelah tanggal 12 Rabiul Awal dengan melibatkan seluruh warga Desa Wanasigra. Terdapat beberapa benda pusaka yang menjadi sebuah napak tilas dari para leluhur Desa Wanasigra yang sampai sekarang benda-benda pusaka tersebut ada yang dirawat langsung oleh Kuncen Situs Gandoang dan ada yang dimuseumkan di Museum Galuh Pakuan Ciamis.

    Adat Merlawu sendiri bisanya dilakukan langsung oleh para pupuhu Desa Wanasigra tentu didampingi oleh sang Kuncen Situs Gandoang karena Adat Merlawu ini erat kaitannya dengan Situs Gandoang. Salah satu kegiatan yang dilakukan saat Adat Merlawu sendiri adalah adanya kegiatan membersihkan benda pusaka dari Situs Gandoang lalu adanya acara makan-makan bersama warga Desa Wanasigra. Kegiatan Adat Merlawu sendiri dilakukan di Situs Gandoang langsung.

    Meskipun Situs Gandoang dibuka untuk umum, namun ketika pengunjung ingin mengunjungi Situs Gandoang ini dibutuhkan izin dari sang Kuncen terlebih dahulu dan sangat dilarang masuk ke Situs Gandoang tanpa mendapatkan izin terlebih dahulu. Biasanya, Kuncen yang menjaga Situs Gandoang ini pun akan berperan sebagai tour guide dari Situs ini dan pengunjung pun dapat berziarah pada makam leluhur pemuka agama yang ada di Situs Gandoang. Hal yang perlu dijadikan catatan juga bagi pengunjung adalah setiap pengunjung harus untuk mengikuti peraturan yang sudah diberlakukan di Situs Gandoang. 

    Konsep Ekomuseum Lokal sendiri tepat digunakan untuk Situs Gandoang karena hal ini merupakan sebuah langkah dinamis yang dapat diterapkan guna melestarikan warisan yang dimiliki oleh masyarakat. Pada proses pengembangan konsep ekomuseum lokal sendiri, tentu membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak. Terutama dari generasi muda penerus bangsa agar dapat terus berinovasi dan terus menjadi ironstock yang dapat menjaga dan melestarikan budaya lokal ini. Sebagaimana motto yang dimiliki oleh Desa Wanasigra yaitu "Gandoang aya di Wanasigra Rumateun Urang Sarerea' yang berarti Situs Gandoang ada di Desa Wanasigra yang harus dijaga oleh kita semua.

    Yuk, Lestarikan Budaya dan Ekomuseum Lokal!

     

    -----

    Penulis : Nanda Khaerunnisa Syafitri

    Pembimbing : Dr. Erlina Wijanarti, M.Pd. dan Angga Hadiapurwa, M.I.Kom

    Fasilitator : Hafsah Nugraha, S.S.I

    Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi

    Fakultas Ilmu Pendidikan - UPI



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.