x

Upaya pencegahan penularan COVID-19 tetap dibutuhkan sekalipun vaksin telah tersedia

Iklan

Fandy Syah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 September 2020

Senin, 18 Januari 2021 12:54 WIB

Vaksin Sinovac yang Ditolak dan Efikasi Vaksin Pfizer

Vaksin Sinovac yang beberapa waktu lalu sempat di tolak kini di terima di Turki

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam uji klinis lokal di Indonesia, menurut WHO selama efikasi sebuah vaksin di atas 50%, maka masih dapat diterima, terlebih lagi di tengah pandemi. 

Namun perlu diingat, para peneliti dari Butantan Institute menyatakan bahwa vaksin Sinovac memiliki tingkat yang memiliki 78% dalam mencegah Covid-19 untuk gejala ringan yang memerlukan perawatan. Namun penularan virus Covid-19, juga tergantung akan imunitas tubuh yang kuat, protokol kesehatan dan juga lingkungan dan gaya hidup sehat. 

Sementara untuk Pfizer, vaksin asal Amerika Serikat ini memiliki efikasi terbilang tinggi, mencapai 95%. Uji klinis III vaksin ini telah dilakukan dengan melibatkan 43.448 orang yang berusia 16 ke atas, 45% berusia 56-85 tahun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Vaksin bukan satu satunya solusi untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19, namun tetap diperlukan kedisiplinan dalam protokol kesehatan, dan juga imunitas tubuh yang kuat, sehingga kekebalan dalam tubuh dapat mengurangi resiko tertular wabah virus corona. 

Harga Sinovac vs Harga Vaksin Pfizer

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan harga vaksin Sinovac akan dibanderol sebesar USD 10 sampai USD 20 atau sekitar Rp 141.320 - Rp 282.640 per dosis. “Harga vaksin Sinovac antara USD 10-USD 20,” ujar Airlangga dalam acara Sarasehan Virtual 100 Ekonom yang diatur langsung CNBC Indonesia, Selasa (15/9).

Sementara itu, mengutip CNBC Indonesia, harga vaksin Pfizer kemungkinan akan dipasang dengan harga USD 20 per dosisnya.

Cara kerja vaksin Sinovac vs Pfizer

Sinovac menggunakan metode inactivated untuk mematikan virus atau melemahkannya. Setelah itu, dalam vaksin, virus tidak akan bereplikasi. Untuk membuat vaksin CoronaVac, peneliti mengambil sampel virus dari mereka yang terinfeksi virus. Sampel ini diambil dari pasien di China, Inggris, Italia, Spanyol dan Swiss.

Begitu masuk ke tubuh, tubuh akan merespons dan membuat antibodi. Setelah divaksinasi dengan Sinovac, sistem tubuh dapat merespons infeksi virus Corona. Sel B yang menghasilkan antibodi akan menempel pada virus Corona dan mencegahnya masuk ke dalam sel tubuh.

Nah, beda dengan Sinovac, vaksin Pfizer akan menyuntikkan mRNA. Setelah itu, mRNA dibentuk oleh sel menjadi protein yang akhirnya memproduksi protein spike. Tak hanya mRNA, ilmuwan juga menambahkan adjuvant pada vaksin Pfizer.

Penyimpanan vaksin Sinovac vs vaksin Pfizer

Dalam urusan penyimpanan vaksin, Sinovac terbilang lebih sederhana karena hanya membutuhkan penyimpanan dalam lemari es dengan standar suhu 2-8 derajat celcius. Perawatan yang baik bisa membuat vaksin Sinovac bertahan hingga 3 tahun.

Sedangkan untuk Pfizer, butuh penyimpanan khusus di mana vaksin corona Pfizer harus disimpan dalam suhu dingin minus 70 derajat celsius.

Vaksinasi diharapkan dapat meningkatkan imunitas dalam tubuh, dan memutuskan rantai penyebaran Covid-19. 

Vaksin Sinovac yang beberapa waktu lalu sempat dipertanyakan kini telah digunakan di negara Turki. Turki menerima vaksin sinovac untuk didistribusikan kepada masyarakatnya, berita ini di kabarkan oleh pemerintah Turki setelah Presiden di negara tersebut mendapatkan vaksinasi. 

Ikuti tulisan menarik Fandy Syah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler