Pro-Kontra Kuliah Daring Saat Pendami Covid-19 - Analisis - www.indonesiana.id
x

Mohammad Al Rainier Geraldine

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Desember 2020

Jumat, 22 Januari 2021 06:38 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pro-Kontra Kuliah Daring Saat Pendami Covid-19

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan apa saja sisi pro dan kontra dari perkuliahan berbasis daring sehingga dengan memperoleh pengetahuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perkuliahan berbasis daring serta dapat tercapainya tujuan pembelajaran dalam situasi pandemi COVID – 19.Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Penulis mengambil beberapa data yang bersumber dari beberapa jurnal penelitian, media online, dan portal berita yang terjamin keakuratannya untuk dianalisis pada bagian Hasil dan Pembahasan. Dengan adanya data yang akurat penulis berharap bisa berfokus penuh untuk menganalisis bagaimana Pro-Kontra dari perkuliahan secara daring di Indonesia.Hasil Penelitian mampu menunjukan dan memetakan berbagai sisi pro dan kontra dari pembelajaran berbasis daring.Kesimpulannya,Kuliah yang harus dilaksanakan secara daring yang disebabkan oleh hadirya Pandemi COVID – 19 memang memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.Oleh karena itu,Sebaiknya berbagai pihak baik dari pihak pemerintah,instansi pendidikan terkait, orang tua murid,maupun dari murid sendiri harus berupaya untuk meminimalisir kekurangan dan menghadapi tantangan dalam Perkuliahan berbasis daring untuk menjadikan perkuliahan Secara daring menjadi efektif.

    Dibaca : 1.613 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan apa saja sisi pro dan kontra dari perkuliahan berbasis daring sehingga dengan memperoleh pengetahuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perkuliahan berbasis daring serta dapat tercapainya tujuan pembelajaran dalam situasi pandemi COVID – 19.Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Penulis mengambil beberapa data yang bersumber dari beberapa jurnal penelitian, media online, dan portal berita yang terjamin keakuratannya untuk dianalisis pada bagian Hasil dan Pembahasan. Dengan adanya data yang akurat penulis berharap bisa berfokus penuh untuk menganalisis bagaimana Pro-Kontra dari perkuliahan secara daring di Indonesia.Hasil Penelitian mampu menunjukan dan memetakan berbagai sisi pro dan kontra dari pembelajaran berbasis daring.Kesimpulannya,Kuliah yang harus dilaksanakan secara daring yang disebabkan oleh hadirya Pandemi COVID – 19 memang memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.Oleh karena itu,Sebaiknya berbagai pihak baik dari pihak pemerintah,instansi pendidikan terkait, orang tua murid,maupun dari murid sendiri harus berupaya untuk meminimalisir kekurangan dan menghadapi tantangan dalam Perkuliahan berbasis daring untuk menjadikan perkuliahan Secara daring menjadi efektif.

    Kata kunci: Pro dan Kontra Kuliah Daring, Efektif, COVID – 19

    PENDAHULUAN
    Sebagaimana yang kita tahu pada saat ini negara kita sedang dilanda wabah COVID - 19 yang mana tentunya virus ini berpengaruh pada berbagai instrumen negara terutama di bidang kesehatan serta dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, untuk di Indonesia jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 8 Januari 2021 adalah 808.340 orang dengan jumlah kematian 23.753 orang dengan jumlah orang yang sembuh dari wabah COVID - 19 adalah 666.883 orang.

    COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus korona jenis baru yang disebut sebagai severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2)yang pertama kali ditemukan atau diidentifikasi di kota Wuhan, China pada Desember 2019.Virus ini diduga ada kaitannya dengan pasar yang ada di Wuhan, China mengingat bahwa kebanyakan kasus COVID - 19 pertama kali dialami oleh para pedagang dan pekerja pasar tersebut maupun pengunjung yang pernah mengunjungi pasar tersebut.Adapun hal lain yang memperkuat klaim diatas adalah dengan adanya bukti sampel yang diambil dari lingkungan pasar tersebut yang terbukti positif SARS-CoV-2 sehingga bisa dipastikan bahwa pasar yang terletak di Wuhan menjadi sumber dari Virus ini atau setidaknya berperan besar dalam penyebaran virus SARS-CoV-2.Berdasarkan data dari WHO Pada awalnya Virus SARS-CoV-2 ini diketahui berasal dari kelelawar yang kemudian Virus ini menginfeksi manusia yang selanjutnya diketahui bahwa manusia bisa menularkan virus tersebut ke manusia lainnya. Adapun dilansir dari Alodokter.com Penularan Virus ini bisa melalui cara - cara berikut.

    1.)Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 bersin atau batuk
    2.)Memegang mulut, hidung, atau mata tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena droplet penderita COVID-19
    3.)Kontak jarak dekat (kurang dari 2 meter) dengan penderita COVID-19 tanpa mengenakan masker
    4.)Melalui aerosol (partikel zat di udara).Meski demikian, cara penularan ini hanya terjadi dalam prosedur medis tertentu, seperti bronkoskopi, intubasi endotrakeal, hisap lendir, dan pemberian obat hirup melalui nebulizer.

    Dilansir dari Alodokter.com Case Fatality Rate atau tingkat kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di Indonesia adalah sekitar 3%.Hal ini dihitung dengan mempertimbangkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia yang menyatakan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 7 Januari 2021 adalah 788.402 orang dengan jumlah kematian 23.296 orang.

    Merujuk pada data tersebut, tingkat kematian (case fatality rate) berdasarkan kelompok usia adalah sebagai berikut:

    0–5 tahun: 0,98%
    6–18 tahun: 0,53%
    19–30 tahun: 0,67%
    31–45 tahun: 1,39%
    46–59 tahun: 4,49%
    >60 tahun: 11,98%

    Jika kita menganalisa data terkait seluruh penderita COVID-19 yang meninggal dunia,tentunya kita bisa melihat fakta bahwa 0.9% penderita COVID-19 yang meninggal dunia berusia 0–5 tahun, 1,6% berusia 6–18 tahun, 5,6% berusia 19–30 tahun, 14,3% berusia 31–45 tahun, 35% berusia 46–59 tahun, dan 42,6% berusia 60 tahun ke atas.Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, 56,5% penderita yang meninggal akibat COVID-19 adalah laki-laki dan 43,5% sisanya adalah perempuan.

    Coronavirus merupakan kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus Corona bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu, atau infeksi sistem pernapasan dan paru-paru, seperti pneumonia.Berdasarkan data dari WHO. Walaupun wabah COVID - 19 memiliki tingkat kematian yang rendah yaitu hanya sekitar 3%,Wabah ini tetap saja berbahaya dan harus ditindak secara serius.Pengabaian protokol kesehatan dengan dasar bahwa COVID - 19 ini tidak berbahaya akan berdampak pada naiknya angka penyebaran wabah COVID - 19 secara tajam.Tentunya hal ini akan menyebabkan over capacity di seluruh rumah sakit di indonesia sehingga selain akan merepotkan para tenaga kesehatan tentunya hal ini akan berujung pada pengabaian beberapa pasien yang terkena wabah COVID - 19.Contohnya seperti di Negara Ekuador yang dikarenakan overcapacity dan kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai mengakibatkan pengabaian mayat pasien COVID - 19 sehingga mayat para pasien COVID - 19 hanya dibiarkan di jalanan umum.

    Menurut data yang dikeluarkan oleh WHO melalui situs web resminya,Gejala terkait wabah COVID - 19 adalah sebagai berikut.

    • Gejala COVID-19 yang paling umum adalah
    Demam
    Batuk kering
    Kelelahan
    • Gejala lain yang kurang umum dan dapat mempengaruhi beberapa pasien termasuk:
    Kehilangan rasa atau bau,
    Hidung tersumbat,
    Konjungtivitis (mata merah)
    Sakit tenggorokan,
    Sakit kepala,
    Nyeri otot atau sendi,
    Berbagai jenis ruam kulit,
    Mual atau muntah,
    Diare,
    Menggigil atau pusing.
    • Gejala penyakit COVID-19 yang parah meliputi:
    Sesak nafas,
    Kehilangan selera makan,
    Kebingungan,
    Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada,
    Temperatur tinggi (di atas 38 ° C).

    Setelah ditemukan di China Virus Ini menyebar dengan cepat dari asalnya ke hampir seluruh negara yang ada di dunia tak terkecuali indonesia.Beberapa Negara seperti Malaysia,China dan Italia menerapkan kebijakan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran wabah COVID - 19.untuk di indonesia sendiri tidak diterapkan lockdown,untuk menangani penyebaran wabah COVID - 19 Pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) dengan menetapkan kebijakan atau peraturan terkait PSBB Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dan mulai berlaku sejak 1 April 2020.Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-I9).Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar,Pembatasan Sosial Berskala Besar paling sedikit meliputi:

    a. Peliburan sekolah dan tempat kerja;
    b. Pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau
    c. Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

    Dengan Adanya wabah COVID - 19 tentunya kehidupan yang biasa kita jalani memiliki perubahan.COVID - 19 memiliki dampak yang cukup besar dalam kehidupan bermasyarakat.Setelah adanya wabah ini kebanyakan orang mulai mematuhi protokol kesehatan dan memberlakukan perilaku disiplin 3M untuk mencegah penyebaran virus corona.penerapan 3M dapat dilakukan dengan menjalankan setidaknya 3 perilaku disiplin yaitu :

    1.) Memakai Masker
    2.) Mencuci Tangan
    3.) Menjaga Jarak dan Menghindari kerumunan

    Dampak COVID - 19 yang cukup masif tentunya mempengaruhi semua bidang,tak terkecuali bidang Pendidikan.Dengan adanya wabah pandemi COVID - 19 Berbagai institusi pendidikan mengubah proses pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh yang berbasis daring untuk beradaptasi dengan situasi pandemi.Berbagai Universitas mengadakan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran yang dilakukan dari rumah dengan media internet.Berbagai Universitas merancang E - Learning System yang merupakan suatu sistem pembelajaran berbasis daring yang dapat diakses melalui internet yang mana didalamnya berisi berbagai referensi pembelajaran,dan aktivitas pembelajaran,serta akses terhadap kelas yang dilakukan secara online.Sejak adanya pandemi COVID - 19 Perkuliahan secara online dilakukan melalui berbagai media sosial yang berbasis daring seperti whatsapp,zoom,google meet maupun Telegram.

    Tentunya Perkuliahan yang dilakukan secara online ini memiliki sisi pro dan kontra.Adapun banyak mahasiswa yang kurang setuju dengan perkuliahan online menggunakan dasar bahwa perkuliahan online kurang efektif,kurang mengertinya materi yang diajarkan melalui kuliah online,perkuliahan yang membosankan,dan berbagai alasan lainnya.tentunya hal ini tidak serta merta menjadi alasan untuk membuka sekolah kembali dan melaksanakan pembelajaran tatap muka,mengingat bahwa situasi COVID - 19 saat ini tentunya sangat tidak mungkin untuk membuka sekolah kembali.Setidaknya argumen itulah yang dikemukakan oleh pihak Ikatan Dokter Anak Indonesia(IDAI).Dari pihak IDAI sendiri tidak setuju jika pemerintah akan melaksanakan kembali pembelajaran tatap muka walaupun di zona hijau sekalipun(Zona yang tidak memiliki kasus terkonfirmasi COVID - 19).alasannya mulai dari kurangnya kesiapan akan protokol kesehatan,angka kematian anak yang disebabkan wabah pandemi COVID - 19,dan potensi akan meningkatnya angka penyebaran Virus Corona.IDAI

    • Faktor Risiko COVID-19
    COVID-19 dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila menyerang orang lanjut usia, ibu hamil, perokok, penderita penyakit tertentu, dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah, seperti penderita kanker.Karena mudah menular, penyakit ini juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, tenaga medis dan orang yang melakukan kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

    Selain itu, pemerintah bersama perusahaan farmasi dan berbagai institusi kesehatan kini juga tengah mengembangkan dan meneliti vaksin COVID-19. Setelah melalui uji klinis dan dinyatakan efektif dan aman diberikan pada manusia, pembuatan vaksin COVID-19 akan diteruskan agar dapat diberikan kepada masyarakat.

    • Dampak COVID-19 terhadap Kesehatan
    Tingkat kualitas kesehatan juga cukup menurun sejak wabah yang diakibatkan oleh virus COVID-19 masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020. Banyak keluhan dari masyarakat yang paling banyak dari masalah pernafasan hingga masalah kesehatan lainnya. Karena penularan COVID-19 sangat mudah melalui perantara udara yang bisa saja masuk dan terhisap oleh system pernafasan manusia. Tingkat kualitas kehidupan manusia juga menurun seperti terjadi kelaparan dan imun yang menurun sehingga mudah terjangkit penyakit.

    • Dampak COVID-19 di bidang ekonomi
    Merebaknya virus COVID-19 yang berasal dari Wuhan itu sangat berpengaruh besar diseluruh dunia secara global. Namun dampak yang paling besar dirasakan adalah pada sektor perkonomian baik didalam negeri maupun luar negeri. Ini merupakan rintangan yang sangat berat dan coba untuk dilewati pada masa – masa krisis ini. Pemerintah harus juga mengatur strategi disektor perekonomian agar tidak terlalu anjlok secara signifikan.

    Kebijakan yang ada tentunya harus disiapkan secara matang jangan sampai masyarakat indonesia yang menengah kebawah contohnya para pelaku usaha UMKM (Usaha Kecil Menengah) menjerit akibat wabah COVID-19 ini yang membuat seluruh negara menjadi krisis Ekonomi. Kebijakan itu juga diharapkan memberikan solusi yang jitu agar seluruh lapisan masyarakat dapat bertahan dari krisis yang ada akibat wabah COVID-19 ini.

    • Dampak COVID-19 pada bidang Pendidikan
    Sekolah secara keseluruhan adalah media interaksi antar siswa dan guru untuk meningkatkan kemampuan integensi, skill dan rasa kasih sayang diantara mereka. Tetapi sekarang kegiatan yang bernama sekolah berhenti dengan tiba-tiba karena gangguan Covid-19. Sejauh mana dampaknya bagi proses Belajar di sekolah? Khusus untuk Indonesia banyak bukti ketika sekolah sangat mempengaruhi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi . Pada sebuah artikel yang ditulis oleh Carlsson menjelaskan dimana para remaja di Swedia memiliki jumlah hari yang berbeda untuk mempersiapkan diri menghadapi test penting.

    Perbedaan-perbedaan ini bersifat acak kondisional yang penulis coba mengasumsikan kondisi yang sama di Indonesia . Para remaja di Swedia itu menambah belajar selama sepuluh hari sekolah dan hasil yang mereka dapatkan adalah meningkatkan skor pada tes pengetahuan mereka. Begitu juga ketika kita merujuk Jonsson, bahwa menghadiri sekolah akan meningkatkan kapasitas memori murid . Merujuk Carlsson jika pada tes penggunaan pengetahuan dan diasumsikan setiap kehilangan tidak bersekolah selama 10 hari adalah 1 persen dari standar deviasi maka siswa sekolah maka dalam 12 minggu atau 60 hari sekolah mereka akan kehilangan 6% dari setandar deviasi . Kondisi ini bukan masalah sepele. Siswa akan terganggu pengetahuan untuk masa datang dengan maslah pengetahuan yang lebih kompleks.Sementara itu, terkait Vaksin sendiri,Terlalu banyaknya disinformasi yang terjadi ditengah tengah masyarakat mengenai keberadaan vaksin COVID-19 yang telah tiba di Indonesia dan menjadi bahan perbincangan bagi khalayak. Perbincangan tersebut mengarah kepada kecurigaan Vaksin yang didatangkan dari China tersebut masih tidak dapat dipercayai kualitasnya karena masih terdapat beberapa kekurangan pada proses pembuatan vaksin tersebut. Namun hal itu tentunya dibantah oleh Menkominfo dan tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan Vaksin kepada pemerintah. Contohnya isu Hoaks mengenai Vaksin seperti yang dikutip pada halaman kominfo.go.id “Beredar kabar di media sosial Facebook mengenai uji coba vaksin Virus Corona atau Covid-19 dari China hanya dilakukan di Indonesia. Pengunggah kabar tersebut turut mengklaim bahwa Indonesia hanya menjadi kelinci percobaan vaksin Covid-19 asal China tersebut.” . Namun berita yang beredar tersebut dibantah oleh menkominfo karena terdapatnya isu kebohongan terhadap vaksin COVID-19 itu.Walaupun sudah ditemukannya vaksin,Perubahan situasi menjadi normal kembali tidak semudah membalikkan telapak tangan ,diperlukan proses yang cukup lama untuk mengembalikan keadaan seperti sediakala.Mengingat dampak yang dihasikan dari COVID - 19 dalam bidang pendidikan atau perkuliahan yang harus dilaksanakan secara daring,yang mana menimbulkan sisi pro dan kontra penulis merumuskan masalah :

    a.) Apa saja sisi pro dan kontra terkait perkuliahan yang harus dilaksanakan secara online ?

    METODE
    Metode Penelitian dari Karya Tulis Ilmiah ini melakukan pendekatan secara teoris dan juga empiris yang sangat diperlukan dalam penulisan ini oleh karena itu peneliti juga menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Dengan demikian karena pada tulisan karya ilmiah ini mengungkapkan adanya gejala tradisi tertentu yang secara fundamental bergantung akan hal pengamatan manusia dan lingkungannya itu sendiri juga berhubungan dengan suatu makna dan bahasa istilahnya. Terkait dengan metode penelitian menurut para ahli mengatakan banyak terdapat macamnya sesuai dari sudut mana akan dipandang metode penelitian tersebut. Namun karena penelitian karya tulis ilmiah ini menggunakan penelitian kualitatif maka data yang akan diperoleh menggunakan data yang bersifat verbal dan bukan angka.

    Berbicara tentang penelitian kualitatif, Dedy Mulyana menyatakan bahwa penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang hasilnya berupa data deskriptif dan bukan angka. Membicarakan penelitian kualitatif berarti juga membahas sebuah metode penelitian yang mencakup pandangan pandangan filsafat mengenai disciplined incuiry dan realitas dari objek yang di pelajari dalam ilmu social dan tingkah laku dan bukan sekedar membicarakan metode penelitian yang sifatnya teknis.

    Teknik Pengambilan Data
    Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistic, karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analistik, yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan mengumpulkan data dari fakta fakta dan menguraikannya secara menyeluruh dan meneliti sesuai persoalan yang akan di pecahkan. Adapun yang menjadi pertimbangan penulis menggunakan metode kualitatif yaitu:
    • Pertama, penulis menyajikan langsung hakikat hubungan antara penulis yang juga sebagai responden agar lebih efektif dan efisien.
    • Kedua, data yang disajikan dalam penelitian ini diantaranya diperoleh melalui observasi mendalam dari penelitian sebelumnya

    Analisis Data
    Penulis mengambil beberapa data yang bersumber dari beberapa jurnal penelitian, media online, dan portal berita yang terjamin keakuratannya untuk dianalisis pada bagian Hasil dan Pembahasan. Dengan adanya data yang akurat penulis berharap bisa berfokus penuh untuk menganalisis bagaimana Pro-Kontra dari pembelajaran secara daring di Indonesia.

     

     

     

     

     

     

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    Kondisi saat ini penyebaran kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga saat ini pada pertengahan Juli telah terjadi kasus positif Covid-19 dengan lebih dari 80.000 kasus positif dengan peningkatan kasus positif 1.522 orang, peningkatan angka kesembuhan juga meningkat dengan jumlah total orang sembuh atau bisa juga. mengatakan selama masa pemulihan hampir 40.000 jiwa dan disusul dengan jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 3.797 orang (15 Juli 2020) .

    Hal ini tentunya masih sangat beresiko terhadap meningkatnya penyebaran Covid-19 namun kami tentunya dengan kabar baik ini diikuti dengan banyaknya orang yang sembuh atau pada saat pasien yang positif setelah dirawat dan dites ulang dikatakan dapatkan hasil negatif dua kali lipat. pada pemeriksaan tes berturut-turut bisa dikatakan sembuh. Namun protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dalam kehidupan sehari-hari tetap harus dilakukan agar penyebaran kasus COVID-19 dapat diatasi dan tidak menimbulkan banyak korban positif lagi.

    Dampak yang ditimbulkan oleh COVID-19 tidak terkecuali dengan Sistem Pendidikan terkait Pembelajaran di Indonesia. Beralih ke sistem pendidikan di Indonesia pada masa Pandemi COVID-19 hingga saat ini, perubahannya mulai terasa pada pertengahan Maret hingga saat ini. Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan di hampir semua institusi pendidikan di Indonesia mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi menggunakan metode pembelajaran online. Tentunya dengan sistem pembelajaran adaptasi dan penyiapan berbagai hal perlu dilakukan, tentunya kita telah merasakan hingga saat ini sudah lebih dari 4 bulan pembelajaran melalui sistem online yang dibutuhkan oleh pemerintah dan kementerian pendidikan jika didaerah mana Lembaga pendidikan berada di zona merah dengan tingkat penyebaran COVID-19 yang cukup tinggi .

    Hal pertama yang paling dirasakan terkait kendala yang dihadapi adalah jaringan internet yang terkadang tidak stabil saat proses pembelajaran berlangsung, ditambah lagi belum semua siswa di seluruh wilayah Indonesia memiliki sarana dan prasarana yang memadai bahkan tidak ada satupun seperti handphone dan laptop. atau juga penyedia jasa rental komputer. Kita tentunya tidak bisa memaksakan untuk menerapkan metode pembelajaran saat ini dengan sistem tatap muka langsung untuk daerah yang masih terdampak kasus positif COVID-19 yang masih cukup tinggi. Namun demikian, jika ada perubahan keputusan pemerintah mengenai diperbolehkannya pembelajaran tatap muka, perlu juga diperhatikan bahwa protokol kesehatan harus tetap dijaga dengan ketat untuk semua unsur yang terlibat dalam pendidikan baik siswa maupun guru sehingga kasus baru penyebaran COVID-19 tidak muncul .Selain itu Beberapa Pelajar sering mengeluhkan bahwa mereka merasa tidak paham atas materi yang diberikam melalui daring,hal ini tentunya bisa disebabkan oleh keadaan rumah yang kurang kondusif,beberapa Guru/Dosen yang hanya memberikan materi untuk dipelajari sendiri tanpa dijelaskan,Serta Materi yang sulit dipahami jika diajarkan melalui pembelajaran berbasis daring .Selain itu,Kondisi Pembelajaran Berbasis Daring yang Monoton juga menjadi alasan kenapa pembelajaran berbasis daring terbilang tidak efektif. Hal yang menyebabkan timbulnya elemen monoton tersebut ialah karena Kurang adanya interaksi antar murid,Interaksi sosial yang dilakukan hanyalah melalui grup kelas secara online. Para pelajar juga mengeluhkan kurangnya interaksi secara langsung dengan teman – teman dan juga dengan dosen,membuat semangat belajar yang dimiliki para mahasiswa menurun.Selain itu, Jika Pembelajran Berbasis Daring diteruskan sudah pasti akan mempengaruhi Social Skill yang dimiliki oleh para pelajar.Social skill atau keterampilan sosial adalah satu set keterampilan yang digunakan untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain.Tanpa Social Skill yang baik tentunya para pelajar akan memiliki kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain.kebanyakan Pelajar juga diketahui merasa tertekan akibat banyaknya tugas-tugas yang diberikan oleh guru/dosen yang juga menyebabkan mereka kekurangan waktu untuk beristirahat.Bahkan,di beberapa kondisi,Para Pengajar hanya memberikan tugas dan tidak pernah memberikan dan menjelaskan materi selama Pembelajaran Berbasis Daring,dan membuat para pelajar harus belajar secara mandiri.Kemudian,Penggunaan Kuota Internet yang boros dan tidak murah juga menjadi faktor kenapa pembelajaran berbasis daring,mengingat bahwa tidak semua orang mampu membeli kuota paket internet yang terbilang cukup mahal ini.Namun,Pemerintah sendiri telah mengatasi masalah ini dengan mengalokasikan dana kuota internet selama Pembelajaran Jarak Jauh.Selain itu,Beberapa Mata kuliah yang menuntut adanya praktik pun tidak bisa diadakan dikarenakan Harus menggunakan pembelajaran berbasis daring dalam situasi pandemi COVID – 19.Di sisi lain,Perkulihan secara daring juga memiliki keuntungan seperti fleksibilitas nya,yang mana kita bisa mengakses berbagai materi perkuliahan serta kelas online dimana saja selama tempatnya kondusif untuk melaksanakan pembelajaran.Selain itu,Didalam perkuliahan daring,Mahasiswa bisa menikmati perkuliahan yang terbilang lebih santai karena tidak dilakukan secara formal seperti pembelajaran tatap muka di kelas offline dan juga perkuliahan terbilang lebih efisien,dikarenakan akses kepada berbagai materi perkuliahan dipermudah dan perkuliahan bisa diakses dari kamar sendiri dengan modal internet yang stabil sehingga terbilang jauh lebih efisien baik bagi dosen maupun mahasiswa.Dengan waktu yang terbilang lebih bebas,tidak memakan banyak biaya,serta pembelajarn secara mandiri,tentunya perkuliahan berbasis daring memiliki poin plusnya tersendiri.Dengan demikian,kita bisa memetakan masalah pro kontra pembelajaran berbasis daring seperti dibawah ini

    Pro
    • Mencegah Penyebaran Pandemi COVID – 19
    • Fleksibel (Perkuliahan bisa dilakukan dimana saja,selama tempatnya kondusif untuk pembelajaran)
    • Suasana Perkuliahan yang Lebih Santai
    • Efisien (Berbagai materi pekuliahan telah disediakan dan bisa diakses melalui Internet,seperti e – book pdf,video penjelasan, dan berbagai materi perkuliahan lainnya dan juga Perkuliahan bisa di akses dari kamar sendiri dengan internet yang kondusif sehingga terbilang lebih efisien)
    • Waktu yang lebih bebas (Penjelasan terkait materi perkuliahan,bisa direcord oleh dosen,yang kemudian diberikan pada mahasiswa,sehingga mahasiswa menjadi lebih bebas dan tidak terkekang oleh waktu)
    • Terbilang Hemat secara Finansial (Tidak perlu mengeluarkan biaya Transportasi, Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk Tempat tinggal atau ngekos,Hemat Biaya untuk makan,dan tidak perlu mengeluarkan biaya kertas untuk keperluan tugas.)
    • Pembelajaran yang lebih Mandiri(Beberapa pelajar cocok dengan metode ini)
    Keterangan : Pembelajaran secara mandiri hanya terjadi di beberapa kasus dimana pengajar hanya memberikan materi dan tugas,sehingga pelajar harus belajar secara mandiri

     

    Kontra
    • Sarana dan Prasarana yang belum memadai (masih ada mahasiswa yang belum memiliki fasilitas untuk menjalani perkuliahan daring)
    • Kegiatan perkuliahan yang terbilang santai,membuat beberapa mahasiswa mengantuk sehingga pembelajaran tidak efektif
    • Internet yang sering mengalami gangguan atau Jaringan yang tidak stabil
    • Suasana yang membosankan dan Monoton
    • Tidak bisa berinteraksi secara langsung (face to face) dengan teman sekelas
    • Tugas Menjadi Lebih Banyak
    • Penggunaan kuota Internet yang cukup boros sehingga memakan biaya yang cukup tinggi(Jika kuota internetnya tidak difasilitasi oleh pemerintah)
    • Tidak memadai untuk melakukan pembelajaran mata kuliah yang memerlukan praktek
    • Banyak mahasiswa yang tidak memahami materi yang diberikan secara daring(Materi yang sulit dipahami jika diajarkan melalui daring)
    • Pembelajaran yang lebih Mandiri (Beberapa pelajar masih belum cocok dengan metode pembelajaran seperti ini)
    Keterangan : Pembelajaran secara mandiri hanya terjadi di beberapa kasus dimana pengajar hanya memberikan materi dan tugas,sehingga pelajar harus belajar secara mandiri
    • Pembelajaran yang dilakukan selama berjam – jam didepan layar komputer/hp berdampak buruk pada kesehatan,terutama kesehatan mata.

     

     

     

     


    PENUTUP
    Solusi yang tepat juga dibutuhkan jika sistem metode pembelajaran jarak jauh atau dengan sistem online perlu diperhatikan. Misalnya memastikan semua teknologi dan sumber daya manusia yang memadai dan dapat menerapkan metode pembelajaran jarak jauh dengan baik dan tepat. Perhatian khusus perlu diberikan dari pemerintah pusat kepada daerah, baik pemerintah, swasta maupun organisasi asosiasi yang dapat memberikan peran yang lebih signifikan dalam menyediakan anggaran keuangan untuk kebutuhan peralatan dalam membantu sistem pembelajaran di Era Normal Baru. Institusi pendidikan atau instansi terkait juga memiliki peran yang sangat vital untuk terus berupaya memberikan layanan yang memadai agar dapat menjangkau seluruh peserta didik dan juga pendampingan seperti kuota internet dan materi pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik. Yang terakhir penting adalah masuknya dukungan tambahan dari orang tua dalam membantu memberikan dukungan dan motivasi yang sesuai agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi baru seperti ini. Dengan adanya sistem pembelajaran online atau jarak jauh ini diharapkan seluruh siswa dapat mengatur waktunya dengan sebaik-baiknya dengan dukungan orang tua dan tenaga pengajar yang profesional.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    REFERENSI
    Jurnal
    Baharin, R., Halal, R., dll,(2020), Impact of Human Resource Investment on Labor Productivity in Indonesia, Iranian Journal of Management Studies, 13(1), hal. 139–164.

    Carlsson, M, G B Dahl, B Ockert and D Rooth, (2015), The Effect of Schooling on Cognitive Skills, Review of Economics and Statistics 97(3), hal. 533-547.

    Jonsson, B., Waling, M., Olafsdottir, A. S., Lagström, H., Wergedahl, H., Olsson, C., … Hörnell, A., (2017), The effect of schooling on basic cognition in selected nordic countries, Europe’s Journal of Psychology, 13(4), hal. 645–666. https://doi.org/10.5964/ejop.v13i4.1339

    Website
    Dwianto, A.R. (2021, January 8). DKI Hampir 3 Ribu! Ini Sebaran 10.617 Kasus Harian COVID-19 RI 8 Januari. Retrieved from https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5326066/dki-hampir-3-ribu-ini-sebaran-10617-kasus-harian-covid-19-ri-8-januari

    World Health Organization. (2020 April 23). Coronavirus disease 2019 (COVID-19) (Situation Report - 94). Retrieved from https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200423-sitrep-94-covid-19.pdf&ved=2ahUKEwiOqf-fmqjuAhU86XMBHZXLD90QFjAVegQIHBAB&usg=AOvVaw0hctaJOvg8zVHod23wrrBQ

    Alodokter. (2021, January 18). COVID-19. Retrieved from https://www.alodokter.com/covid-19

    Verdiana, B.M.T. (2020, April 4). Terbengkalai, Jenazah Pasien Corona COVID-19 di Ekuador Dibiarkan di Pinggir Jalan. Retrieved from https://m.liputan6.com/global/read/4219248/terbengkalai-jenazah-pasien-corona-covid-19-di-ekuador-dibiarkan-di-pinggir-jalan

    Kominfo. (2020, July 26). Waspada Disinformasi! Vaksin Covid-19 China Hanya Uji Klinis di Indonesia. Retrieved from https://www.kominfo.go.id/content/detail/28152/waspada-disinformasi-vaksin-covid-19-china-hanya-uji-klinis-di-indonesia/0/berita_satker

    Tim detikcom – detik News. (2020, July 15). Bertambah 1.522, Kasus Positif Corona di RI Per 15 Juli Jadi 80.094. Retrieved from https://news.detik.com/berita/d-5094544/bertambah-1522-kasus-positif-corona-di-ri-per-15-juli-jadi-80094

    Rasya, A. (2020, May 6). Hambatan Pelaksanaan Proses Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi Covid-19. Retrieved from https://www.kompasiana.com/azharinasrasya6225/5eb2bc7a097f3673f0234d22/hambatan-pelaksanaan-proses-pembelajaran-jarak-jauh-selama-pandemi-covid-19

    Kristiyani, N. (2020, May 6). Minimnya Infrastruktur di Pelosok untuk Menunjang Pembelajaran Jarak Jauh Retrieved from https://www.suara.com/yoursay/2020/05/06/155624/minimnya-infrastruktur-di-pelosok-untuk-menunjang-pembelajaran-jarak-jauh,

     

    Ikuti tulisan menarik Mohammad Al Rainier Geraldine lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.