Mantan Pemain Persija Leo Saputra Terbaring Sakit - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

mantan pemain persija

Faiq Zulfikri 22

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Januari 2021

Senin, 25 Januari 2021 07:34 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Mantan Pemain Persija Leo Saputra Terbaring Sakit

    eks pemain Persija Jakarta terbaring sakit

    Dibaca : 1.073 kali

    Melalui unggahan di instastory Instagram pribadinya, Leo Saputra, membagikan momen sedang dirawat disalah satu rumah sakit. mantan pemian Persija yang dulu identik dengan nomor 23 tersebut tampak menggunakan alat bantu pernapasan. Dia juga menggucapkan permintaan maaf sambil membaca doa.

    Leo Saputra merupakan salah satu pemain yang dekat dengan suporter Persija, The Jak Mania. Pemain kelahiran Pangkalpinang itu tercatat lima tahun membela Persija Sebelum hengkang ke Persita Tangerang.

    Kondisi Leo Saputra itu mendapatkan perihatian dari pemain mantan Persija Ismed Sofyan dan Direktur Persija Jakarta, Ferry Paulus. Ismed Sofyan Mengaku sudah mendengar kabar dari mantan rekan setimnya. Ismed Sofyan pun berdoa agar Leo Saputra segera pulih. Sedangkan Direktur Ferry Paulus juga berharap agar penyakit Leo Saputra diangkat Tuhan YME dan segera sembuh seperti sedia kala.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Supartono JW

    Sabtu, 6 Februari 2021 21:14 WIB

    Sepak Bola Akar Rumput Tak Bertuan, Orang Tua Cerdas dan Bijak Memilih Kompetisi

    Dibaca : 1.056 kali

    Bila anak Bapak dan Ibu, passionnya bukan sepak bola, terdeteksi tak memiliki Teknik, Intelegensi, Personaliti, dan Speed (TIPS) sebagai pesepak bola, jangan paksakan anak menggeluti sepak bola. Jadikan sepak bola olah raga hobi, dan biarkan anak berkembang sesuai.passion untuk kehidupannya kelak. Jangan anak di antar untuk bermimpi menjadi pemain timnas, bila di SSBnya saja tak masuk standar TIPS pemain. Jadilah orang tua yang bijak. Bila Bapak dan Ibu, menyadari bahwa anaknya ternyata passionnya di sepak bola dan memiliki TIPS yang memenuhi standar, jangan ambisi, jangan egois, jangan menyakiti SSB yang telah membina anaknya terlebih dahulu, dan penjadi petualang, masuk di berbagai tim yang mengimingi gratisan pun jumawa karena merasa anaknya hebat. Ini justru menjatuhkan kecerdasan dan personaliti anak, attitude anak. Hingga malah akan dikucilkan oleh berbagai pihak. Ingat, timnas itu hanya butuh 11 pemain, line-up 18 pemain atau didaftarkan  23 pemain atau 30 pemain dalam sebuah event. Kembali ke masalah ada operator kompetisi baru dari pihak swasta yang dihelat baik oleh pemain baru maupun dari Klub Liga 1, kepada para orang tua, lihatlah latar belakangnya, visi-misi dan tujuannya, lihat anggarannya. Kepada publik sepak bola nasional, hingga artikel ini saya tulis, inilah fakta sepak bola di Indonesia yang terus dibiarkan kusut. Menyedihkan.