Bagaimana Drama Korea kian Merekatkan Persahabatan Indonesia dan Korea Selatan? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Deviana Gloria

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Februari 2021

Minggu, 7 Februari 2021 08:20 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Bagaimana Drama Korea kian Merekatkan Persahabatan Indonesia dan Korea Selatan?

    Dalam kerja sama bilateral Korea Selatan juga melakukan taktik soft power untuk berdiplomasi. Negeri ini memanfaatkan kebudayaan untuk merekatkan persahabatan dengan negera lain. Drama Korea tentu saja menjadi ujung tombak diplomasi itu, termasuk dengan Indonesia. Walaupun sebelumnya hubungan kedua negara sudah erat, tetapi kini semakin rekat berkat K-drama. Tapi, bagaimana ini bisa terjadi?

    Dibaca : 1.197 kali

    Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara yang membutuhkan kerja sama dengan negara lain. Salah satunya, Indonesia bekerja sama dengan Korea Selatan. Hubungan bilateral ini telah terjadi sejak 17 September 1973. Tujuan adanya hubungan bilateral ini karena memiliki visi, misi, dan keinginan yang sama untuk berkontribusi dalam komunitas internasional.[1]  Karena kedua negara ini bersepakat untuk membentuk hubungan diplomatik, maka Korea Selatan dan Indonesia memiliki kedutaan besar di Jakarta dan Seoul.

    Indonesia dan Korea Selatan telah bekerja sama dalam beberapa bidang, seperti kerja sama militer, penduduk, ekonomi, bahkan budaya. Dalam bidang militer, Indonesia dan Korea Selatan berinvestasi dalam beberapa proyek yang akan mengembangkan militer gabungan, seperti Jet Tempur KFX/IFX.[2]  Dalam bidang kependudukan, menurut data pada Februari 2019, setidaknya ada 42 ribu orang Indonesia yang tinggal di Korea Selatan.[3]

    Dalam bidang ekonomi, kedua negara ini bekerja sama ke dalam berbagai industri canggih, dan Korea Selatan menjadi rekan dagang Indonesia terbesar keempat, serta Korea Selatan pula menjadi penanam modal asing terbesar dengan nilai $1,94 miliar.[4]  Contoh perusahaan Korea Selatan yang menanam modal yaitu, Lotte, Samsung, Hanhook Tire, LG, Hyundai, dan Kia Motors. Dan yang terakhir, dalam bidang budaya sudah banyak sekali artis Korea Selatan yang mengadakan tur di Indonesia serta budaya-budaya pop Korea Selatan yang menginspirasi artis-artis Indonesia.

    Walaupun sebelumnya hubungan antar keduanya sudah baik, tetapi hubungan sekarang semakin membaik karena Korea drama atau biasa disebut K-drama. Korea Selatan memiliki gaya diplomasi yang unik, di mana Korea Selatan akan dapat terkenal di kancah dunia karena budayanya. Gaya diplomasi ini disebut soft power. Budaya Korea Selatan selalu menjadi tren dan perhatian bagi masyarakat Indonesia terutama pada kelompok ibu-ibu dan remaja. Masyarakat Indonesia sangat antusias terhadap drama korea ini dan membuka peluang yang sangat besar untuk membangun kerja sama dalam bidang lainnya. Dengan ini, Korea Selatan akan menambah investor-investor untuk berinvestasi di Indonesia.

    Tidak hanya film Korea Selatan yang ditayangkan di Indonesia, film Indonesia pun ditayangkan di Korea Selatan. Para penduduk di Korea Selatan tidak kalah antusias dalam mengenali Indonesia. Hal ini terlihat karena banyaknya para youtuber Korea Selatan mengunggah video mengenai budaya Indonesia. Oleh karena itu, ini membawa dampak baik yang dapat membangun potensi kedua tersebut untuk mendongkrak perekonomian mereka dari sektor budaya dengan diplomasi publik.[5]

    Covid-19 ini membawa beberapa dampak terutama dalam bidang hiburan. Drama Korea Selatan merupakan salah satu contoh yang menyajikan tayangan yang menarik untuk menemani masyarakat Indonesia di masa karantina seperti ini, terutama aktor-aktor yang banyak digemari oleh remaja-remaja Indonesia. Karena hal ini, Korea Selatan mengambil peluang dengan mendistribusikan produk-produk kosmetik dan elektronik dan menjadikan para aktor yang sedang digemari sebagai ikon. Hal ini menguntungkan kedua negara karena pada saat COVID-19 kegiatan ekspor-impor diberhentikan sementara.

    Pemerintah Korea Selatan juga menyampaikan simpatinya terhadap wabah global ini dengan memberi dukungan senilai USD 500.000 kepada pemerintahan Indonesia sebagaimana telah disampaikan ke beberapa saluran media internasional. Korea Selatan memberi beberapa kiriman kepada Indonesia, yang pertama merupakan kiriman yang terdiri dari 300 buah desinfektan sprayer dan kemudian mengirim alat-alat kesehatan seperti APD dan ventilator.[6]

    Sebenarnya, adanya tayangan drama korea di Indonesia memiliki dampak positif dan negatif. Dampak negatif yang dihasilkan yaitu, para penonton akan kecanduan hingga lupa waktu, selain itu kurangnya jam tidur jika menonton drama korea dengan sistem marathon. Sistem marathon merupakan kegiatan yang di mana kita melanjutkan dari 1 episode drama hingga episode lain yang terbilang cukup jauh, sebagai contoh dari episode 1 sampai episode 12 dalam kurun 1 hari menonton. Ini menyebabkan penonton tidak produktif. Selain itu, dampak paling buruk yaitu di mana penonton Indonesia mulai melupakan nilai-nilai budyaa Indonesia. Tetapi, sebisa mungkin hal ini harus dihindari karena kita sebagai masyarakat Indonesia harus bangga terhadap budaya kita sendiri.

    Tidak hanya dampak negatif yang ditimbulkan, drama korea juga memiliki dampak positif bagi yang menontonnya. Kita sebagai warga Indonesia akan mengenal budaya-budaya Korea Selatan dan bisa mempelajarinya untuk pengetahuan umum kita. Selain itu, kita juga bisa mengenal Bahasa baru, yaitu Bahasa Korea. Jika kita sering mendengar, maka lama kelamaan akan mulai terbiasa untuk mendengar Bahasa tersebut. Dampak bagi negara Indonesia sendiri, kita bisa belajar dan menekuni bagaimana cara Korea Selatan dalam memproduksi film/drama hingga bisa diminati banyak penonton.

    Perlu diketahui juga bahwa tidak semua diplomasi berjalan lancar salah satunya yaitu diplomasi Korea Selatan. Di Indonesia, ada beberapa kelompok yang menolak budaya Korea Selatan yang masuk karena dianggap dapat mempengaruhi nasionalisme anak bangsa. Beberapa kelompok yang menolak berspekulasi karena remaja-remaja di Indonesia yang tinggal di kota-kota besar mengubah gaya hidup mereka dan terinspirasi dari aktor favorit Korea Selatan. Karena hal itu, muncullah anggapan negatif terhadap budaya korea, padahal kita sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dapat memilah-milah budaya apa yang cocok untuk dilakukan di Indonesia dan tetap tidak melupakan budaya-budaya Indonesia apalagi melunturkan sikap nasionalisme kita.

     

    [1] Seulki Lee, Wibisono Notodirdjo, Sadika Hamid. “Indonesia, S.Korea Lay Groundwork for Middle Power Partnership”. Diakses pada 27 Januari 2021 dari  https://en.tempo.co/read/482547/indonesia-s-korea-lay-groundwork-for-middle-power-partnership

     

    [2] Abu Hanifah. “Indonesia Teams Up with S.Korea to Develop Fighter Jet”. Diakses pada 26 Januari 2021 dari http://news.xinhuanet.com/english2010/world/2011-07/12/c_13980469.htm

     

    [3] Andrea Lidwina. ”42 Ribu orang WNI di Korea Selatan”. Diakses pada 27 Januari 2021 dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/02/28/42-ribu-orang-wni-di-korea-selatan#:~:text=Sebanyak%2042%20ribu%20orang%20Indonesia,sebanyak%201%2C5%20ribu%20orang.

     

    [4] Veeramalla Anjaiah. “40 Years of Friendship: S. Korea, Indonesia Embark on Stronger Strategic Partnership”. Diakses pada 27 Januari 2021 dari  http://www.thejakartapost.com/news/2013/03/08/40-years-friendship-s-korea-indonesia-embark-stronger-strategic-partnership.html

    [5] Idola Perdini Putri. “K-drama dan Penyebaran Korean Wave di Indonesia”, 75-78. Diakses pada 27 Januari, 2021 dari http://jurnal.unpad.ac.id/protvf/article/view/20940/10502

    [6] Kementerian Luar Negeri. “Kerja sama RI dan Korea Selatan untuk Penanganan Wabah Covid-19 di Indonesia”. Diakses pada 27 Januari 2021 dari https://kemlu.go.id/portal/id/read/1185/berita/kerja-sama-ri-korea-selatan-untuk-penanganan-wabah-covid-19-di-indonesia



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.