Sering Terjadi Macet, Pemerintah Sulteng Akan Fasilitasi Pengembangan Jalan Nasional Morowali - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Meri Ana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Juli 2020

Sabtu, 27 Februari 2021 06:23 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Sering Terjadi Macet, Pemerintah Sulteng Akan Fasilitasi Pengembangan Jalan Nasional Morowali

    Kabar baik untuk warga Morowali, sebab sebentar lagi Anda tidak perlu keluhkan kemacetan yang ada di sekitar area Morowali. Karena Pemda akan segera fasilitasi pengembangan jalan nasional di kawasan Morowali.

    Dibaca : 870 kali

    Saat kunjungan kerja (kunker) Wagub Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusli Dg Palabbi, ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Pemerintah Daerah (Pemda) Sulteng menyampaikan bahwa pemda akan memfasilitasi pengembangan jalan nasional di Morowali.

    Hal ini dilakukan untuk mendukung keberlangsungan industri yang ada di wilayah Sulteng. Wagub Rusli menyampaikan bahwa Gubernur Sulteng telah mengirimkan surat ke Kementerian PUPR untuk meminta dukungan terkait pengembangan jalan nasional di Morowali. 

    “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada respon dari Bapak Menteri di Jakarta,” ujar Wagub Rusli saat kunker ke PT IMIP pada Rabu (24/2).

    Dalam kunker tersebut, Wagub Rusli ditemani oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Syaifullah Djafar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Christina Sandra Tobondo, dan Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Zainal Abidin Ishak.

    Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Syaifullah Djafar, juga turut menyampaikan bahwa pengembangan jalan nasional di Morowali tersebut difokuskan pada Kecamatan Bahodopi hingga ke batas Provinsi Sulawesi Tenggara. 

    “Kami sering mendapat laporan soal seringnya terjadi kemacetan di jalan nasional, khususnya yang melintas di kawasan industri PT IMIP karena lebar badan jalan yang sudah tidak memadai,” ujar Syaifullah. 

    Menurutnya, dari hasil pengamatan di jalur nasional di Kecamatan Bahodopi, ada dua titik paling krusial yang perlu penanganan segera. Adalah di Desa Fatufia tepatnya yang berada di depan kawasan industri PT IMIP dan jalur jalan di pendakian Desa Bete-bete. 

    Tim Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang nantinya akan melakukan penilaian dari dua titik itu, mana yang akan menjadi prioritas untuk dikerjakan. “Karena tidak mungkin sekaligus, sebab anggaran yang dibutuhkan cukup besar,” paparnya. 

    Khusus untuk titik jalan yang berada di depan kawasan industri PT IMIP, pihaknya juga akan melakukan kajian apakah akan melebarkan badan jalan, atau membuat jalur underpass atau flyover. 

    Berkenaan dengan penjelasan tersebut, pihak PT IMIP mengucapkan terima kasih dan akan mendukung sepenuhnya rencana Pemda.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.