Mengenal Kehebatan Mangrove, Si Pelindung Dunia - Travel - www.indonesiana.id
x

Hutan Mangrove di Pantai. Sumber foto: bulelengkab.go.id

Chika Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Juli 2020

Selasa, 27 Juli 2021 12:42 WIB

  • Travel
  • Topik Utama
  • Mengenal Kehebatan Mangrove, Si Pelindung Dunia

    Hutan mangrove, seringkali kita mengenalnya sebagai tempat wisata untuk dinikmati keindahannya. Namun ternyata, tidak hanya sebatas indah, mangrove itu mempunyai banyak fungsi-fungsi hebat yang membuatnya dicap sebagai pelindung dunia.

    Dibaca : 947 kali

    Hutan mangrove menjadi keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Conservation International Indonesia kini menyebutkan di Indonesia ada memiliki total  3.1 juta hektar luas hutan mangrove, dan menjadikannya terluas sedunia.

    Hutan mangrove menjadi satu proyek dan program utama bagi pelestarian lingkungan di Indonesia. Banyak lembaga sosial yang bergerak dalam bidang lingkungan terus mensosialisasikan manfaat mangrove dan hal-hal ini didukung oleh pemerintah serta masyarakat yang menyadari bahwa mangrove memang penting untuk melindungi lingkungan.

    Umumnya, kita mengetahui hutan mangrove sebagai tempat wisata untuk dinikmati keindahannya. Namun ternyata, selain indah, ternyata hutan yang ditanami mangrove juga memiliki ragam fungsi hebat bagi sekitarnya, termasuk makhluk hidup lain yang mendiami kawasan pesisir pantai dari tumbuhan, dari hewan hingga manusia.

    Jenis tanaman dikotil ini hidup di habitat air payau dan laut. Biasanya, mangrove ditanam di sekitar perairan seperti pantai atau muara, dengan struktur tanah rawa maupun padat. Tumbuhan mangrove juga bisa hidup di darat dan air.

    Lantas, seberapa hebatnya hutan mangrove sehingga disebut sebagai pelindung lingkungan? 

    Senyatanya, tanaman ini mampu melindungi pantai dari erosi atau pengikisan tanah karena kekuatan aliran air. Mangrove yang berada di pinggir pantai melindungi daratan dari hempasan ombak yang dapat membuat abrasi di garis pantai. Selain mencegah erosi, 'pun mangrove dapat mengatasi masalah banjir pada kawasan pesisir.

    Bahkan mangrove juga berguna bagi sektor-sektor industri yang terletak di dekat garis pantai. Berkat tumbuhan ini, maka dapat mempercepat proses penguraian limbah organik serta proses penguraian bahan kimia agar tidak mencemari lautan.

    Tidak hanya mencegah pencemaran lautan namun tumbuhan mangrove dapat mengatasi pencemaran udara yang diakibatkan emisi karbondioksida. Berdasarkan penelitian (Azzahra, dkk, 2020) dalam Journal of Fisheries and Marine Research  disebutkan bahwa daya serap karbon oleh mangrove mencapai hingga 77.9 %. Sedangkan menurut data Global Carbon Project 2015, Indonesia menghasilkan emisi karbon sebanyak 537 miliar ton karbondioksida dalam satu tahun.

    Dengan mangrove, senyawa karbon tersebut akan diserap karena ia memiliki sistem akar nafas dan keunikan struktur tumbuhannya. Kemudian karbon disimpan di bagian tubuh mangrove seperti batangnya.

    Melestarikan kawasan mangrove atau dengan penanaman kembali mangrove di pantai adalah usaha yang sangat baik untuk menormalkan kondisi lingkungan dan menyelamatkan semua habitat di daratan maupun lautan.






    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.