x

Hujan Deras Mengguyur Kota Banda Aceh.

Iklan

Yopi Ilhamsyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Juli 2019

Sabtu, 14 Agustus 2021 08:30 WIB

Banjir dan Longsor di Aceh Dampak Angin Geurutee

Angin Geurutee bertiup dari Gunung Geurutee di Kabupaten Aceh Jaya. Ketika Angin Geurutee berhembus, wilayah yang berhadapan dengan angin / di atas angin akan mengalami hujan lebat yang berpotensi banjir dan longsor sementara daerah di bawah angin / di balik gunung akan mengalami kekeringan dan turbulensi angin.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hujan lebat memicu banjir dan longsor sebagai akibat angin Geurutee pada daerah wind. Daerah wind adalah istilah ilmiah untuk menyebut daerah di atas angin/daerah yang berhadapan dengan angin. Daerah wind meliputi lereng barat Pegunungan Bukit Barisan termasuk Geurutee. Secara umum dikenal dengan kawasan Pantai Barat Aceh.

Di wilayah utara Aceh, tepatnya di utara Meulaboh dan timur Calang terdapat Taman Nasional Ulu Masen.  Karena berada pada dataran tinggi, kawasan hutan lindung Ulu Masen memiliki suhu dingin. Suhu dingin menciptakan tekanan udara yang tinggi. Tekanan tinggi membangkitkan sirkulasi anti siklonik yang bergerak memutar searah jarum jam, dengan gerakan menyebar ke arah luar.

Pengamatan kami, sirkulasi anti siklonik Ulu Masen sedang aktif. Citra satelit juga menunjukkan suhu muka laut di Samudera Hindia sedang menghangat dengan anomali tinggi mencapai 2 derajat Celcius. Kondisi laut hangat menyebabkan laju penguapan menjadi tinggi. Udara menjadi lembab karena kaya dengan kandungan uap air.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Angin baratan membawa massa udara lembab menuju pantai barat Aceh. Akibat pengaruh sirkulasi anti siklonik dari Ulu Masen, angin baratan kemudian berbelok arah dan mengalami akselerasi ke utara mencapai Pegunungan Bukit Barisan termasuk Geurutee.

Massa udara lembab yang terdesak naik pada lereng barat Geurutee menjadi cepat jenuh, dalam jumlah besar udara lembab yang jenuh ini kemudian dengan cepat membentuk awan Cumulonimbus, selanjutnya hujan lebat turun pada lereng barat Geurutee serta berdampak di wilayah lembah Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Aceh Besar bagian barat seperti Lhoong.

Hasil pemodelan bersumber dari Meteoblue pada Rabu pagi tanggal 11 Agustus 2021 menunjukkan udara lembab mendominasi wilayah barat Aceh dengan kelembaban nisbi mencapai 95 persen. Hujan lebat mencapai 25 milimeter per tiga jam turun di Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Besar bagian barat. Angin kencang bertiup menuju utara, tampak pula sirkulasi anti siklonik dengan gerakan memutar searah jarum jam datang dari kawasan hutan lindung Ulu Masen. Sirkulasi ini membelokkan arah angin baratan sehingga berhembus menuju Geurutee di utara. Awan-awan konvektif tumbuh di lereng Geurutee dan hujan dengan intensitas tinggi pun turun.  

Angin Geurutee masih bertiup hingga pertengahan September. Penguapan tinggi akibat memanasnya permukaan laut di puncak kemarau dapat mengakibatkan hujan lebat memicu banjir dan longsor di pantai barat Aceh (daerah Wind) serta kekeringan dan turbulensi angin di pantai utara Aceh (daerah Lee/ daerah di balik gunung).  Oleh karenanya, mari kita tingkatkan kewaspadaan akan efek lokal Angin Geurutee.

Oleh : Dr. Yopi Ilhamsyah, Tim Peneliti Angin Geureutee, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

 

Ikuti tulisan menarik Yopi Ilhamsyah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB