Siapa Bilang Taman Bacaan Tidak Punya Customer Service? - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 18 November 2021 13:11 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Siapa Bilang Taman Bacaan Tidak Punya Customer Service?

    Siapa bilang taman bacaan dan pegiat literasi tidak punya customer service. Seperti apa sibukny?

    Dibaca : 181 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di dunia yang serba cepat dan serba digital ini, semua orang pasti sibuk. Sibuk untuk menggapai impian, mengejar cita-cita. Terlalu sibuk atau larut dalam aktivitas sehari-hari. Bekerja, mengerjakan tugas, nongkrong di kafe hingga kesibukan lainnya. Sibuk, tentu sangat manusiawi. Tinggal masalahnya, sibuk karuan atau sibuk tidak karuan?

     

    Tapi sayangnya di luar sana, di grup WA. Banyak orang yang sibuk memperdebatkan kebaikan hingga lupa berbuat baik. Sibuk memperdebatkan ibadah hingga lupa beribadah. Bahkan tidak sedikit orang yang sibuk membenci. Hingga lupa dirinya pun dibenci orang lain. Berbeda dengan kesibukan pegiat literasi, sibuknya taman bacaan. Hanya sibuk mencintai buku dan mengajarkannya kepada anak-anak. Hingga tidak punya punya waktu untuk berbuat yang sia-sia.

     

    Jadi sibuk, ada yang mengejarnya, ada pula yang menghindarinya. Tinggal sibuknya untuk apa dan seberapa bermanfaat? Bukan sibuk hanya berceloteh dan berkeluh-kesah tanpa pernah memberi solusi. Sibuk berkata-kata tapi tidak pernah berbuat. Ingkar syukur gemar ngelantur. Sibuk tidak karuan.

     

    Seperti yang dilakukan di TBM Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor. Taman bacaan dan pegiat literasi selalu sibuk. Sibuk membuat program literasi, sibuk merapikan buku-buku, sibuk menemani anak-anak yang membaca. Hingga sibuk menghitung jumlah koleksi buku yang ada sekaligus merotasinya setiap dua bulan sekali. Semua dilakukan demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi.

     

    Sibuk. Karena di taman bacaan. Anak-anak pembaca adalah raja. Buku-buku adalah aset penting. Komitmen pegiat literasi dan relawan pun jadi “senjata”. Agar taman bacaan punya standar customer service yang profesional. Bukan sebaliknya, taman bacaan yang ada tapi tiada.

     

    Saking sibuknya, TBM Lentera Pustaka seakan tidak pernah berhenti dari aktivitas literasi. Dari tanggl 23 Oktober 2021, digelar event bulanan untuk motivasi anak-anak pembaca dan 30 Oktober 2021 dikunjungi Pak Bima Arya Sugianto (Walikota Bogor) untuk memberi motivasi kepada anak-anak pembaca sekaligus menengok aktivitas taman bacaan. Masih berlanjut di 7 Nov 2021 ada dongeng dari Kak Iwan, 14 Nov 2021 pencanangana Kampung Literasi Sukaluyu dan Festival Literasi Gunung Salak #4 dengan konser 5 grup band, 21 Nov 2021 ada program pelopor Pendidikan dari BEM PBSI UNJ, dan 28 Nov 2021 baksos IKA FIP UNJ hingga puncaknya 12 Des 2021 baksos alumni SMAN 30 Angkatan 89 (Almagaluh 30). Taman bacaan benar-benar sibuk.

     

    Sibuk untuk customer service taman bacaan itu penting.

    Untuk melakukan program literasi sepenuh hati. Untuk melayani membaca buku tiada henti. Tanpa pernah merasa rugi sehingga bisa dirasakan hasilnya nanti. Taman bacaan tidak lagi jadi jalan sunyi.

     

    Sibuk di taman bacaan. Siapa sangka, TBM Lentera Pustaka yang awalnya hanya diisi 14 anak pembaca sata berdiri 4 tahun lalu. Tapi kini mampu mengelola 12 program literasi seperti: 1) TABA (TAman BAcaan) dengan 160 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya) dengan waktu baca 3 kali seminggu dan setiap anak mampu membaca 5-8 buku per minggu, 2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) yang diikuti 9 warga belajar buta huruf agar terbebas dari belenggu buta aksara, 3) KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia prasekolah, 4) YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni dan 4 diantaranya dibeasiswai, 5) JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo usia lanjut, 6) TBM Ramah Difabel dengan 3 anak difabel, 7) KOPERASI LENTERA dengan 28 ibu-ibu anggota koperasi simpan pinjam agar terhindar dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi, 8) DonBuk (Donasi Buku), 9) RABU (RAjin menaBUng), 10) LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat, 11) LITFIN (LITerasi FINansial), dan 12) LIDAB (LIterasi ADAb) untuk mengajarkan adab ke anak-anak seperti memberi salam, mencium tangan, berkata-kata santun, dan budaya antre. Tidak kurang dari 250 orang menjadi penerima layanan literasi TBM Lentera Pustaka setiap minggunya.

     

    Maka sederet prstasi pun terjadi. Tahun 2021 ini, TBM Lentera Pustaka pun terpilih 1 dari 30 TBM di Indonesia yang menggelar program “Kampung Literasi Sukaluyu” yang diinisiasi Direktorat PMPK Kemdikbudristek RI dan Forum TBM. Hal ini menyusul prestasi Pendiri TBM Lentera Pustaka yang meraih penghargaan "31 Wonderful People tahun 2021" kategori pegiat literasi dan pendiri taman bacaan dari Guardian Indonesia (September 2021) dan “Ramadhan Heroes” dari Tonight Show NET TV (Mei 2021), di samping menjadi sosok inspiratif dalam “Spiritual Journey” salah satu BUMN di Indonesia pada Oktober 2021 lalu.

     

    Sibuknya taman bacaan, sibuknya pegiat literasi memberi pelajaran.

    Untuk jangan pernah berhenti berbuat baik dan melayani orang lain. Karena taman bacaan adalah jalan hidup. Agar kualitas hidup jadi lebih berarti. Karena sebaik-baik manusia adalah orang memberi manfaat untuk orang lain. Itulah inti kesibukan di taman bacaan.

     

    Sebab tubuh yang sibuk lebih baik daripada mulut yang mengoceh. Salam literasi #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan #PegiatLiterasi #KampungLiterasiSukaluyu

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.