Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif, Tantangan dan Upaya Mengejar Learning Loss Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Pada Masa Pandemi COVID-19 - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Penulis bersama peserta didik belajar memanfaatkan media interaktif untuk memahami materi pembelajaran

Dirham Gumawang Andipurnama

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Rabu, 24 November 2021 06:59 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif, Tantangan dan Upaya Mengejar Learning Loss Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Pada Masa Pandemi COVID-19

    artikel ini berisi keresahan dan upaya praktik baik penulis dalam mengejar ketertinggalan materi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SKH Negeri 01 Pandeglang-Banten

    Dibaca : 169 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di dalam isi pembukaan UUD 1945 terdapat kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang menunjukkan bahwa Negara kita memiliki tujuan luhur untuk dapat mencerdaskan seluruh warga negaranya. Hal ini dipertegas di dalam pasal 31 UUD 1945 yang menjelaskan tentang pendidikan yang berhak untuk diambil oleh setiap warga negara, tentang kewajiban  mengikuti pendidikan dasar, kewajiban negara dalam membiayai pendidikan serta mencerdaskan bangsa melalui pendidikan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh warga Negara berhak dan wajib serta mendapat jaminan dari negara untuk mendapatkan pendidikan.

    Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar, dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Kita harus merubah asumsi bahwa sekolah adalah lembaga yang dibangun atas dasar anggapan kegiatan belajar adalah hasil dari kegiatan mengajar. Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan atau informasi sebanyak-banyaknya tapi jauh lebih penting dari semua itu adalah sebagai wadah bagi guru dan siswa untuk sama-sama belajar, sama-sama mengamati apa yang terjadi di sekelilingnya dan terlebih lagi pengamatan terhadap diri masing-masing.

    Mencapai  tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, harus ada pemerataan pendidikan, namun kenyataannya masih terdapat ketimpangan dalam layanan pendidikan  di sekolah.  Gedung sekolah yang layak, kelas yang nyaman, sumber daya manusia yang memadai dalam hal ini guru, kurangnya buku pelajaran yang jadi sumber bacaan siswa, masih banyak lagi tidak terkecuali  peserta didik yang dengan kebutuhan khusus atau masyarakat umum menyebutnya anak disabilitas.

    Belum selesainya masalah pemerataan pendidikan, negara kita sedang dihadapi masalah pandemi virus COVID-19 yang mengakibatkan terpukulnya banyak bidang terutama kesehatan, ekonomi dan juga pendidikan. Pemerintah saat ini masih menganjurkan untuk kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dari rumah untuk menghindari penyebaran virus. Pembelajaran dari rumah memaksa guru melakukan adaptasi kegiatan belajar mengajar agar dapat bisa diterima dengan baik oleh peserta didik tidak terkecuali peserta didik berkebutuhan khusus di SLB.

    Banyak hal dalam bidang pendidikan khususnya di satuan pendidikan SLB yang perlu disesuaikan dengan kondisi pandemi, diantaranya adalah penyesuaian kurikulum, penyesuaian tujuan pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran yang bisa dilaksanakan dari rumah menggunakan cara daring menggunakan koneksi internet dan cara lainnya.

    Pembelajaran jarak jauh baik dengan home visit, metode daring, dan tugas mandiri merupakan salah satu yang banyak digunakan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi. Dalam mengajar peserta didik dengan berkebutuhan khusus di SLB tentunya memiliki kesulitan dan tantangan tersendiri.

    Pada sekolah umum mungkin guru bisa menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan tugas kepada siswa dengan cara daring dengan baik. Siswa di sekolah umum tahu dan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Di SLB kegiatan daring atau pembelajaran jarak jauh belum tentu bisa dilaksanakan dengan efektif, kekhususan peserta didik di SLB yang diantaranya ada peserta didik tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, autistik, dan bahkan ada yang memiliki kekhususan tunaganda membuat tantangan tersendiri untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi mereka.

    Terdapat learning loss bagi peserta didik yang sulit mendapatkan "akses pembelajaran" selama pembelajaran formal tatap muka di sekolah dihentikan. Hampir 2 tahun kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan memberikan dampak yang sangat krusial. Hal ini terjadi dikarenakan kesulitan orang tua dalam melaksanakan arahan guru dalam membantu mendidik anak belajar di rumah, kesibukan orang tua dalam bekerja sehingga terpaksa tidak bisa mendampingi peserta didik mereka dalam belajar, ketidaktersediaannya alat komunikasi dan akses internet, dan jarak rumah orang tua peserta didik yang jauh serta akses menuju lokasi yang sulit ditempuh.

    Saat ini sekolah sudah mulai bertahap memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau yang kita sering dengar dengan istilah PTMT. PTMT merupakan solusi terbaik bagi agar meminimalisir ketertinggalan materi pembelajaran. Dengan PTMT peserta didik dapat melepas kerinduan bersama teman - temannya untuk belajar kembali di kelas yang tidak di dapatkan ketika belajar dari rumah.

    Dalam menghadapi PTMT, guru diharuskan membuat inovasi dalam pembelajaran tidak terkecuali guru di SLB. Inovasi sendiri tentunya bisa banyak aspek yang dapat dilakukan, diantaranya inovasi dalam metode pembelajaran yang menggunakan model blended learning salah satunya. Sebuah model yang memberikan kemudahan pembelajaran dengan menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara guru dan peserta didik.

    Inovasi yang bisa dilakukan guru selanjutnya adalah dengan membuat sebuah media pembelajaran yang menarik minat belajar peserta didik. Media pembelajaran secara keseluruhan adalah suatu alat maupun bahan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang memiliki
    fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber belajar. Agar media ini bisa menjadi alat yang efektif, tentunya guru harus mengemas media pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan dan dikemas menarik untuk meningkatkan antusias peserta didik selama belajar. 

    Selama pandemi, penulis berupaya mengejar ketertinggalan materi pembelajaran bagi peserta didik khususnya yang memiliki hambatan kecerdasan di sekolah khusus negeri 01 Pandeglang provinsi Banten dengan membuat sebuah media interaktif yang bisa membantu pembelajaran di rumah yang tidak merepotkan orang tua ketika  membimbing peserta didik belajar. Penulis berpendapat dibutuhkan sebuah media interaktif berbasis teknologi yang bisa orang tua bisa mengakses dari gawai yang ada, tanpa harus menginstall karena kapasitas gawai setiap peserta didik miliki berbeda, dan mudah dipahami. Peran sebuah teknologi pembelajaran yang berbasis digital tentunya memudahkan pembelajaran yang dilakukan di rumah.

    Pemanfaatan media interaktif berbasis teknologi salah satunya dengan menggunakan aplikasi Book Creator merupakan salah satu cara agar orang tua bisa mengikuti panduan dan arahan dari guru dalam membimbing peserta didik belajar. Dalam koteks lain proses belajar mengajar bisa lebih bervariasi dan menyenangkan. Pemanfaatan media interaktif berbasis teknologi yang bisa memuat teks, memasukkan video, gambar – gambar dan evaluasi dalam satu  aplikasi merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan lingkungan virtual dalam pengenalan objek - objek yang belum mungkin dihadirkan di ruang kelas bagi peserta didik dengan hambatan kecerdasan.

    Penulis berharap apa yang sudah dilakukan selama pandemi dalam pembelajaran dapat memberikan kebermanfaatan bagi peserta didik dengan hambatan kecerdasan, orang tua, dan guru bisa menerapkan inovasi serupa di SLB yang ada di Indonesia. Tentunya inovasi yang dibuat bisa menjadi salah satu solusi menghadirkan merdeka belajar di kondisi pandemi COVID-19.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.