Permata Pelangi - Fiksi - www.indonesiana.id
x

9G.20.Muhammad Ayesha Putra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 November 2021

Kamis, 25 November 2021 16:05 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Permata Pelangi

    Sahabat yang sedang mencari permata pelangi di sebuah hutan, lalu bertemu dengan penyihir.

    Dibaca : 69 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Permata Pelangi

    Oleh : Muhammad Ayesha Putra

         Di sebuah desa sihir yang terpencil, terdapat sebuah sahabat yang sudah lama bersahabat. Mereka beranggotakan Rani, Albert, James, Emma, dan Rey. Awalnya mereka ada musuh yang bersaing untuk menguji kekuatan mereka, kelima orang tersebut menguasai kekuatan mereka dengan sangat baik, jadi mereka selalu seri. Entah bagaimana mereka tiba – tiba dekat dan semakin lama sangat dekat hingga bersahabat.

         Pada saat sedang bermain mereka semua dipanggil oleh guru mereka, mereka takut karena beredar gossip kalau dipanggil oleh guru berarti mereka ada masalah

    “Maaf bu, ada apa ya memanggil kami?” Tanya Rey.

    “Jadi gini, ibu mau minta tolong ke kalian buat mencari batu permata Pelangi di goa hutan Alavka.” Jawab ibu guru seolah memohon.

    “Oh baik bu.” Saut mereka Bersama dengan penuh rasa gembira.

    “Yes bisa jalan – jalan.” Ucap James dalam hati

    “Tapi ingat! Kalian tidak boleh keluar dari dinding pembatas” Tambah ibu guru.

    “Memangnya kenapa bu?” Tanya Rani kebingungan.

    “Kalian mau di ambil penyihir?!” Jawab ibu guru dengan nada membentak

    “Oh ya bu, maaf.” Saut Rani.

    Malamnya mereka bersiap dan berkumpul di taman.

         Setelah berkumpul mereka bergegas berangkat, mereka hanya punya waktu 2 hari sebelum permata itu berubah warna. Dari desa sampai ke hutan, mereka berjalan lancer, tetapi setelah memasuki area hutan mereka mulai merasakan ada yang mengikuti mereka. Hati James berkata kalau itu penyihir, tetapi James tidak peduli piker dia mana mungkin ada penyihir di dalam tembok. Setelah sampai di tempat tujuan, ternyata penyihir itu benar mengikuti mereka dari belakang dan penyihir itu langsung menyerang mereka.

    “Aduh, gimana ini guys?” Tanya Emma.

    “Kita bakal membuang tenaga kita doang kalau cuman menyerang si penyihir itu” jawab Rey

    “Kita bagi tim saja, Emma dan James masuk ke dalam, kami menyerang penyihir itu” Tambah Rey.

    “Ok!” Jawab mereka semua.

         Setelah berhasil mengambil permata itu, mereka bergegas untuk kembali ke desa. Tetapi mereka tetap di ikuti oleh penyihir itu, karena mereka tidak ingin menyebabkan orang desa terluka akhirnya mereka memutuskan untuk bertarung sama penyihir itu.

    “Ayo teman – teman, kita kalahkan penyihir itu.” Ucap James dengan penuh percaya diri.

    “AYO!” Jawab mereka semua.

    Merekapun bertarung dengan penyihir itu sekitar 1.5 jam, karena kewalahan mereka mulai menyerah, saat mereka lengah penyihir itu dengan cepat mengambil permata itu. Lalu penyihir itu kabur, Rey mengejar penyihir itu karena ia tidak ingin permata itu hendak diambil. Dan ya, permata itu berhasil diambil Rey, ketika Rey sedang memberitahu teman nya, penyihir itu menyerang Rey dan Rey pun terjatuh, saat hendak mengambil permata yang terlempar Rey melihat kalau permata itu pecah menjadi 5 bagian

    “Teman – teman, permata itu pecah.” Ucap Rey berteriak dan ketakutan.

    “Aduh bagaimana ini kalau ibu guru tau.” Ucap Rani ketakutan.

    “Sudah tidak apa – apa, ini kalian pegang satu – satu.” Ucap Jammes sambil menyerahkan 5 kepingan batu itu ke teman – temannya.

    Ketika penyihir itu tau, ia tertawa, karena ternyata permata itu memiliki kekuatan yang dapat memusnahkan penyihir itu. Karena Rey tidak terima, ia mulai menyerang kembali si penyihir itu. Saat sedang ingin menggunakan kekuatannya, Rey terangkat ke langit, dan ternyata ke – 4 temannya juga ikut terangkat. Lalu mereka berubah layaknya superhero, mereka baru menyadari kalau permata itu dapat menambahkan kekuatan mereka.

    “Ayo teman – teman, kita musnahkan penyihir itu!” Ucap Rani penuh semangat.

    Mereka menyerang penyihir itu Bersama – sama, lalu dalam sekejap penyihir itu hilang.

    “Yeay, kita berhasil.” Ucap Emma dengan rasa gembira.

    “Yeay.” Saut semua teman – teman.

         Ternyata ada legenda kalau permata itu hanya bisa berfungsi kalau, permata itu di ambil oleh sekelompok sahabat yang sudah saling mempercayai satu sama lain. Maka dari itu ibu guru memilih mereka, karena ibu guru merasa kalau mereka cocok dan ya, meraka benar cocok.

     

     

     

     

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.




    Oleh: Intan Heryani

    19 menit lalu

    Mentari dari Desa

    Dibaca : 15 kali