9 Nilai Penting dalam Menanamkan Karakter Anti Korupsi Pada Anak - Analisis - www.indonesiana.id
x

Rosma Zaniarti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Desember 2021

Senin, 6 Desember 2021 06:37 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • 9 Nilai Penting dalam Menanamkan Karakter Anti Korupsi Pada Anak

    Ada dua faktor penyebab seseorang melakukan korupsi, yakni faktor eksternal dan internal. Penanaman dan implementasi nilai-nilai anti korupsi sejak dini pada anak penting dilakukan, untu membentengi yang bersangkutan. Tentu peran orang tua sangat penting dalam ikhtiar ini.

    Dibaca : 181 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Menurut Wyne (1991) kata karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti to mark (menandai) dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Seseorang bisa disebut orang yang berkarakter (a person of character) apabila prilaku sesuai dengan kaidah moral. Salah satunya adalah menanamkan karakter antikorupsi dalam diri anak sedini mungkin agar menjadi kebiasaan dan pandangan hidupnya. Selain untuk membangun karakter baik pada anak, hal ini juga menjadi salah satu usaha kita dalam mencegah untuk mengurangi tindak korupsi di masa yang akan datang.

    Istilah korupsi berasal dari bahasa latin yakni corruptio. Dalam bahasa Belanda disebut dengan coruptie. Dan dari bahasa Belanda itulah lahir dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata korupsi. Korup berarti busuk, buruk; suka menerima uang sogok (memakai kekuasaannya untuk kepentingan sendiri dan sebagainya). Korupsi adalah perbuatan yang buruk (seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya.

    Sebenarnya apa penyebab korupsi dan seberapa penting karakter anti korupsi? Ada beberapa penyebab seseorang melakukan korupsi, yakni faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah dorongan (pengaruh) dari pihak luar atau lingkungan. Faktor internal datang dari diri sendiri. Faktor internal sangat ditentukan oleh kuat-tidaknya nilai-nilai anti korupsi yang tertanam dalam individu. Oleh karena itu perlu penanaman dan implementasi nilai-nilai anti korupsi sejak dini pada anak. Itu sebagai dilakukan sebagai upaya pembentengan diri dari perilaku korupsi. Inilah mengapa karakter anti koeupsi sangat penting bagi anak dalam kehidupan sehari-hari atau untuk masa depannya.

    Ada Sembilan nilai anti korupsi yang dapat diterapkan pada anak dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan lingkungan keluarga, maupun bersosialisasi dalam masyarakat. Kesembilan nilai anti korupsi yaitu (jujur, disiplin, tanggung jawab, adil, berani, peduli, kerja keras, mandiri,dan sederhana). Dari sinilah peran orang tua atau keluarga sangat penting untuk menanamkan pada anak karakter anti korupsi sejak dini. Yuk, kita lihat bersama implementasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari dari kesembilan nilai karakter anti korupsi diatas.

    Nilai Jujur

    Jujur adalah sikap dan perilaku yang mencerminkan perpaduan antara pengetahuan, perkataan, dan perbuatan. Jujur berarti mengetahui apa yang benar, mengatakan dan melakukan apa yang benar. Maka dari itu ajarkan anak seperti untuk tidak mengambil kepunyaan orang lain, mengajari anak untuk berkata izin terlebih dahulu jika akan meminjam, tidak untuk mencontek, beri apresiasi pada anak jika berhasil atas keberhasilan dari usahanya sendiri, ajari anak selalu berkata jujur dengan membiasakan anak berkata secara terbuka. Dengan diajarkan begitu sejak dini, anak akan terbiasa dengan kejujuran pada dirinya.

    Nilai disiplin

    Disiplin adalah kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku. Disiplin berarti patuh pada aturan. Contoh sederhananya ajarkan kebiasaan untuk tepat watu, membuang sampah pada tempatnya, mengikuti peraturan yang berlaku di rumah, lingkungan atau sekolah. Kuncinya adalah selalu konsisten.

    Nilai tanggung jawab 

    Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik yang berkaitan dengan diri sendiri, sosial, masyarakat, bangsa, negara maupun agama. Ajari anak tentang konsekuensi apa yang diperbuat, contohnya jika anak menumpahkan minuman maka ajarkan agar mengelapnya. Beri dukungan atas apa yang ditugaskan pada anak, seperti membereskan sendiri tempat tidur.

    Nilai Adil

    Adil berarti perlakuan yang sama untuk semua tanpa membeda-bedakan berdasarkan golongan atau kelas tertentu. Ajarkan konsep adil sesuai usia, dan ajarkan anak berbagi dengan sesama. Berikan ajaran pada anak bahwa setiap orang punya hak dan kewajiban sama yang harus diperlakukan dengan setara.

    Nilai berani

    Berani adalah hati yang mantap, rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi ancaman atau hal yang dianggap sebagai bahaya dan kesulitan. Berani berarti tidak takut atau gentar. Keberanian dan kepercayaan pada diri anak dapat dibangun dengan membiarkan anak bereksplorasi dan belajar dari keasalahannya.Tanamkan nilai moral dan ajak anak melakukan apa yang diyakininya sesuatu yang benar sejak dini seperti membela teman yang dibully, berani menegur teman yang membuang sampah sembarang.

    Nilai peduli

    Peduli adalah sikap dan tindakan memperhatikan dan menghiraukan orang lain, masyarakat yang membutuhkan, dan lingkungan sekitar. Tanamkan empati pada anak sejak kecil, dan tunjukan bagaimana cara menunjukkan kepedulian itu secara sederhana, seperti menghibur teman yang sedang sedih, menolong kucing yang terjebak atau sakit, berbagi makanan dengan teman yang tidak membawa bekal. 

    Nilai kerja keras

    nilai kerja keras yaitu sungguh-sungguh berusaha ketika menyelesaikan berbagai tugas atau amanah dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kerja keras berarti pantang menyerah dan terus berjuang. Contohnya jika anak menghadapi masalah jangan langsung dibantu, beri kepercayaan dan dukungan bahwa ia mampu menghadapi masalahnya sendiri. Biasakan anak tidak untuk mengambil jalan pintas, misalnya jika ingin nilai bagus harus belajar bukan mencontek.

    Nilai kerjasama

    Kerjasama dapat diartikan sebagai suatu bentuk usaha bersama antara individu ataupun kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Berikan contoh saat di rumah atau sekolah, bisa bekerjasama saat bermain atau menyelesaikan project, saat merapikan mainan. Perlihatkan kepada anak bahwa dengan kerjasama pekerjaan akan lebih cepat selesai dan hasilnya lebih bagus.

    Nilai sederhana

    Sederhana adalah bersahaja. Sederhana berarti menggunakan sesuatu secukupnya dan tidak berlebihan. Ajarkan anak merasa cukup atas apa yang dimiliki, setiap anak akan meminta sesuatu yang sudah dimiliki kasih pengertian bahwa sudah memilikinya di rumah, ajarkan membiasakan membeli sesuatu dengan kebutuhan bukan kemauan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.