Apakah Sistem Informasi Manajemen dapat Meningkatkan Pengangguran? - Urban - www.indonesiana.id
x

Sistem Informasi Manajemen adalah adalah sebuah sistem informasi yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh seorang manajer dalam membuat keputusan.

neiska meiraa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Desember 2021

Senin, 6 Desember 2021 12:33 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Apakah Sistem Informasi Manajemen dapat Meningkatkan Pengangguran?

    Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh seorang manajer dalam membuat keputusan.

    Dibaca : 614 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di Era sekarang, Sistem Manajemen Informasi sudah berkembang pesat dan banyak diterapkan oleh organisasi perusahaan. Perkembangan dari Sistem Informasi Manajemen (SIM) telah banyak merubah pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen organisasi perusahaan. Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan bidang yang berkembang sejak tahun 1960-an. Menurut Joel.D. Aron (dalam buku tulisan E.S Margianti) pengertian dari Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh seorang manajer dalam membuat keputusan. Tujuan utamanya adalah efisiensi.  Sistem Informasi Manajemen (SIM) dibedakan dengan sistem informasi biasa karena Sistem Informasi Manajemen (SIM) digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang dilakukan pada kegiatan operasional organisasi/perusahaan. Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem besar dimana terbentuk dari beberapa subsistem yang berbeda tugasnya, tetapi saling terhubung dan terintegrasi. Subsistem dalam sistem informasi manajemen bertugas untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyempurnakan data sehingga menghasilkan sebuah informasi.

     

    Beberapa contoh dari Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (AI). Dalam sistem ini penerapannya menggunakan kecerdasan buatan. Fungsi dari sistem ini adalah dapat menganalisis permasalahan dengan bantuan tenaga ahli yang telah diprogram sebelumnya. Contoh dari penerapan ES dan AI adalah pembuatan sistem jadwal mekanik. Contoh lainnya dari Sistem Informaasi Manajemen (SIM) adalah Transaction Processing System (TPS). Sistem ini  berfungsi untuk melakukan proses data dalam jumlah besar serta transaksi yang besar dan dilakukan secara rutin. Sistem ini sangat cocok untuk bisnis yang bergerak dalam hal keuangan seperti inventaris, bank, dll.

     

    Dari hal tersebut, terdapat penilaian bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) berkemungkinan besar akan meningkatkan pengangguran. Mengapa isu ini bisa dikemukakan? Menurut masyarakat Sistem Informasi Manajemen (SIM) ini mampu menggantikan beberapa pekerjaan. Contohnya adalah Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (AI) yang sudah dijelaskan diatas. Expert System (ES) merupakan representasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah. Sedangkan ES lebih berpusat pada bagaimana mengodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi. Sistem ini dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Program yang mampu dibuat adalah sistem jadwal mekanik. Oleh karena itu karyawan dalam ahli bidang tersebut bisa tidak lagi dibutuhkan karna sudah adanya program tersebut. Contoh lainnya lagi adalah Transaction Processing System (TPS). Sistem Manajemen Informasi ini mampu membantu dalam menyusun data berupa laporan gaji karyawan, kwitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak, rekening keuangan dan lain -lain. Oleh karena itu karyawan dengan ahli bidang tersebut dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan karna sudah dilkerjakan oleh sistem. Apalagi Sistem Manajemen Informasi (SIM) yang berbasis komputer ini dapat memberikan informasi yang lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu dibandingkan tenaga kerja karyawan. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya sistem informasi yang sangat kompleks itu harus berjalan dengan komputer untuk meningkatkan akurasinya.

     

    Dari hal itu lah isu "Sistem Manajemen Informasi (SIM) dapat meningkatkan pengangguran" banyak dikemukakan. Hal tersebut terdengar masuk akal dan mempunyai alasan yang jelas. Sehingga untuk isu ini kemungkinan besar benar adanya. Sistem Informasi Manajemen (SIM) dapat mengancam beberapa bidang pekerjaan karyawan dihilangkan. 

     

    Terdapat sebuah dilema dalam isu ini. Dimana walaupun Sistem Informasi Manajemen (SIM) memiliki dampak buruk yaitu meningkatkan pengangguran. Namun kita tidak dapat menutup dari dampak baik nya. Sistem Informasi Manajemen (SIM) dari awal memang dibuat untuk memudahkan pekerjaan pada perusahaan. Banyak sekali manfaat yang diberikan seperti mampu memangkas biaya dan waktu perusahaan, meningkatkan efisiensi dan membantu dalam pengambilan keputusan manajer sehingga kinerja perusahaan dapat meningkat. Begitulah adanya. Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sebuah teknologi dan sudah jadi kondratnya sebuah teknologi akan terus berkembang dan mampu memudahkan banyak pekerjaan manusia. Dari sisi pekerja, Sistem Informasi Manajemen (SIM) akan mengancam mereka dan berakhir dalam pengangguran. Namun dari sisi perusahaan, Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah kunci sukses yang tepat untuk mendapatkan banyak keuntungan pada perusahaan.

     

    Untuk mengatasi isu mengenai Sistem Informasi Manajemen (SIM), para pekerja tak perlu khawatir. Terdapat solusi yang bisa dilakukan oleh para pekerja untuk mencegah pengangguran. Yaitu adalah menguasai kemampuan baru yang akan berguna di masa mendatang. Banyak bidang pekerjaan baru dan fresh yang sangat diinginkan karna sangat penting bagi suatu perusahaan di era sekarang. Beberapa contohnya adalah dengan mengembangkan ilmu digital marketing, pengembang aplikasi, progammer, dan desain grafis. Bisa juga dengan mengembangkan ilmu analisis komputer sehingga anda dapat mengelola software dan hardware yang digunakan dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM). Contoh kemampuan yang saya sebutkan disini adalah semua yang berhubungan dengan teknologi terkini. Karna memang sudah seharusnya kita dapat mengikuti perkembangan zaman. Banyak pekerjaan yang akan tergerus globalisasi, dan menjadi tidak efektif untuk dilakukan karna sudah dikerjakan oleh teknologi. Bukan hanya bidang pekerjaan yang terancam oleh Sistem Manjemen Informasi (SIM) saja, namun semua pekerjaan seperti kasir, teller bank dan lain-lain. Jadi penting bagi kita untuk menguasai kemampuan baru terutama yang berbasis teknologi agar terhindar dari pengangguran.

     

    Walaupun isu mengenai Sistem Informasi Manajemen (SIM) dapat meningkatkan pengangguran benar adanya, namun menurut saya itu bukanlah suatu bencana. Munculnya teknologi Sistem Informasi Manajemen (SIM) ini mampu mendorong kita untuk lebih maju dan mempelajari banyak hal. Ini merupakan sebuah jalan agar kita dapat mempelajari lebih banyak kemampuan yang berguna di era sekarang.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.

    Oleh: Nadilla Madjid

    1 hari lalu

    6 Tanda Kamu Cocok Menjadi Teknososiopreneur ala Mahasiswa Universitas Trilogi

    Dibaca : 106 kali

    Hadirnya virus COVID-19 sampai saat ini merupakan suatu tantangan yang besar bagi seluruh masyarakat di penjuru dunia begitupun di Indonesia, kemunculan virus tersebut bahkan berhasil mengguncangkan perekonomian hingga jatuh merosot di beberapa negara. Dan nasib terburuknya adalah terkena PHK dikarenakan pendapatan perusahaan kian menurun drastis. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan yang dirilis 11 April, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia telah kehilangan pekerjaan karena imbas pandemi COVID-19. Sebanyak 10,6 persen atau sekira 160 ribu orang kehilangan pekerjaan karena PHK, sedangkan 89,4 persen lainnya dirumahkan. Dengan adanya peristiwa tersebut mengakibatkan tulang punggung keluarga harus mengurangi jatah kebutuhan keluarganya. Dan berdampak pengurangan jatah uang saku atau kebutuhan anaknya yang menjadi mahasiswa. Lantas, apa solusi yang bias dipertimbangkan untuk mahasiswa tersebut? Alangkah baiknya apabila kita mampu melihat masalah ini semua dengan bijak, bisa menjawab tantangan, dan tangguh menghadapi semua persoalan. Salah satu cara yang dirasa cukup ampuh adalah menumbuhkan dan menguatkan jiwa wirausaha terutama dikalangan milenial. Banyak mahasiswa yang tidak memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, hanya mengandalkan uang saku dari orangtua saja. Hal tersebut menjadi beban tersendiri untuk mahasiswa tersebut. Karena kebutuhan terus bertambah sedangkan pendapatan hanya itu-itu saja. Penghasilan bisa dicari dari mana saja. Salah satunya menjadi seorang teknososiopreneur. Lalu, apa ajasihh tanda kalau mahasiswa tersebut cocok dan bisa menjadi teknososiopreneur. Disusun oleh : Kelas INOVASI ( Nadilla Madjid, Anik Kristiana, Winda Dwi Oktaviani, Wulandari Purnama Santi, Yasmin Fitria )