3 Keuntungan Memiliki Rumah Ramah Lingkungan - Urban - www.indonesiana.id
x

sumber:pexels.com/orlovamaria

Ratna Deska Sari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 Agustus 2021

Senin, 6 Desember 2021 12:41 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • 3 Keuntungan Memiliki Rumah Ramah Lingkungan

    Tinggal di rumah ramah lingkungan ternyata memiliki segudang keuntungan yang tidak terkira. Tidak hanya menjaga keletastarian lingkungan, penghuni rumah turut merasakan manfaatnya.

    Dibaca : 654 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di zaman sekarang, perubahan iklim terjadi semakin ekstrim. Salah satu langkah yang bisa kita lakukan adalah tinggal di rumah ramah lingkungan. Apa itu rumah ramah lingkungan?

    Rumah ramah lingkungan atau eco-home adalah tempat tinggal yang dibangun dengan mengutamakan prinsip kelestarian lingkungan, untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan sekitar. Aspek ramah lingkungan diperhatikan dari berbagai hal.

    Aspek material pembangunan adalah salah satu yang diperhatikan. Ciri bahan bangunan yang digunakan tentunya tidak merusak alam. Material yang digunakan adalah material alami yang ramah terhadap lingkungan.

    Aspek sumber daya adalah hal kedua yang diperhatikan. Pembangunan rumah ramah lingkungan berusaha untuk meminimalisir penggunaan sumber daya tidak berkelanjutan yang berlebihan.

    Konsep rumah ramah lingkungan cocok untuk diimplementasikan pada hunian zaman sekarang. Ada berbagai keuntungan yang bisa kamu dapatkan bila menerapkan berbagai ciri rumah ramah lingkungan pada hunianmu. Apa saja sih keuntungannya? Simak penjelasan berikut, yuk.

    1. Mengurangi Kerusakan Lingkungan

    Penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan, seperti pada struktur bangunan dan lantai pastinya dapat mengurangi kerusakan pada lingkungan. Material yang digunakan adalah bahan-bahan yang bisa diolah kembali atau berkelanjutan, sehingga mengurangi pencemaran.

    Salah satu cara lain yang dilakukan adalah memanfaatkan material lama pada rumah yang sudah tidak digunakan namun masih bisa dimanfaatkan. Memanfaatkan material alami mampu mengurangi produksi jejak karbon di rumah.

    1. Menghemat Biaya

    Hemat uang adalah keuntungan besar yang bisa kamu rasakan jika mengimplementasikan aspek ramah lingkungan pada hunian. Banyak yang mengira memiliki rumah ramah lingkungan membutuhkan biaya besar. Padahal bila diperhitungkan dalam jangka panjang budget bisa dipangkas.

    Penghematan biaya pada rumah ramah lingkungan bisa dilakukan mulai dari penggunaan bahan bangunan dan konsumsi listrik. Material bangunan yang digunakan kebanyakan adalah memanfaatkan kembali barang bekas yang masih layak. Cara ini dapat memangkas budget

    Selain itu material bangunan, penggunaan panel surya yang merupakan salah satu investasi untuk menghemat pengeluaran listrik dalam jangka panjang.

    1. Meningkatkan Kualitas Hidup Penghuni Rumah

    Manfaat positif yang dirasakan tidak hanya dari material bangunan yang digunakan. Tinggal di rumah ramah lingkungan secara tidak langsung memengaruhi kebiasaan penghuninya untuk hidup lebih sehat.

    Suasana di rumah ramah lingkungan terasa lebih nyaman karena sirkulasi udara dan cahaya yang bagus. Hal ini mampu memengaruhi produktivitas penghuninya.

    Kemudian, tinggal di rumah ramah lingkungan membuat kita perlu berkomitmen untuk melakukan aktvitas pengolahan sampah secara mandiri. Memilah sampah organik dan anorganik, melakukan aktivitas pembuatan kompos, dan menyediakan tempat penampungan limbah sementara.

    Itulah keuntungan yang bisa kamu rasakan bila mengimplementasikan aspek ramah lingkungan pada hunian. Tiga keuntungan ini tidak bisa langsung dirasakan karena harus dilakukan secara bertahap. Namun, manfaat yang dirasakan tidak hanya bagi lingkungan, diri sendiri turut merasakan dampaknya. Apakah kamu tertarik untuk memiliki rumah ramah lingkungan?



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.

    Oleh: Nadilla Madjid

    1 hari lalu

    6 Tanda Kamu Cocok Menjadi Teknososiopreneur ala Mahasiswa Universitas Trilogi

    Dibaca : 107 kali

    Hadirnya virus COVID-19 sampai saat ini merupakan suatu tantangan yang besar bagi seluruh masyarakat di penjuru dunia begitupun di Indonesia, kemunculan virus tersebut bahkan berhasil mengguncangkan perekonomian hingga jatuh merosot di beberapa negara. Dan nasib terburuknya adalah terkena PHK dikarenakan pendapatan perusahaan kian menurun drastis. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan yang dirilis 11 April, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia telah kehilangan pekerjaan karena imbas pandemi COVID-19. Sebanyak 10,6 persen atau sekira 160 ribu orang kehilangan pekerjaan karena PHK, sedangkan 89,4 persen lainnya dirumahkan. Dengan adanya peristiwa tersebut mengakibatkan tulang punggung keluarga harus mengurangi jatah kebutuhan keluarganya. Dan berdampak pengurangan jatah uang saku atau kebutuhan anaknya yang menjadi mahasiswa. Lantas, apa solusi yang bias dipertimbangkan untuk mahasiswa tersebut? Alangkah baiknya apabila kita mampu melihat masalah ini semua dengan bijak, bisa menjawab tantangan, dan tangguh menghadapi semua persoalan. Salah satu cara yang dirasa cukup ampuh adalah menumbuhkan dan menguatkan jiwa wirausaha terutama dikalangan milenial. Banyak mahasiswa yang tidak memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, hanya mengandalkan uang saku dari orangtua saja. Hal tersebut menjadi beban tersendiri untuk mahasiswa tersebut. Karena kebutuhan terus bertambah sedangkan pendapatan hanya itu-itu saja. Penghasilan bisa dicari dari mana saja. Salah satunya menjadi seorang teknososiopreneur. Lalu, apa ajasihh tanda kalau mahasiswa tersebut cocok dan bisa menjadi teknososiopreneur. Disusun oleh : Kelas INOVASI ( Nadilla Madjid, Anik Kristiana, Winda Dwi Oktaviani, Wulandari Purnama Santi, Yasmin Fitria )