Mengapa Budaya Karang Taruna Sudah Mulai Memudar di Masa Sekarang? - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Joseph Redfield Nino dari Pixabay

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Sabtu, 18 Desember 2021 15:47 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Mengapa Budaya Karang Taruna Sudah Mulai Memudar di Masa Sekarang?

    Karang taruna adalah sebuah organisasi sosial. Kita sering melihat mereka menjadi penggerak-penggerak acara sosial di lingkungan kita masing-masing. Ada mereka yang muda dan telah berumur setengah abad, namun apakah perputarannya sekarang normal? Atau mereka di karang taruna sekarang sudah berumur semuanya tanpa penerus-penerus yang muda? Apakah karang taruna di masa sekarang masih aktif seperti dulu? Asumsi sebelum pandemi COVID-19.

    Dibaca : 936 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Karang taruna adalah sebuah organisasi sosial. Kita sering melihat mereka menjadi penggerak-penggerak acara sosial di lingkungan kita masing-masing. Ada mereka yang muda dan telah berumur setengah abad, namun apakah perputarannya sekarang normal? Atau mereka di Karang Taruna sekarang sudah berumur semuanya tanpa penerus-penerus yang muda? Apakah karang taruna di masa sekarang masih aktif seperti dulu? Asumsi sebelum pandemi COVID-19.    

    Mengapa demikian? Apakah penyebabnya? Apakah ada hubungannya dengan perkembangan teknologi? Globalisasi? Atau apa? Marilah kita simak pendapat saya di bawah ini. Skuy dah.

        Pertama, anak-anak muda terutama di perkotaan sudah sibuk dengan pendidikannya. Ini merupakan perkembangan taraf pendidikan karena sudah banyak remaja yang melanjutkan pendidikannya, di mana ada sisi positif, pasti ada sisi negatifnya, sehingga banyak para remaja yang tidak bisa meluangkan waktu dan tenaganya kepada kegiatan karang taruna.

        Kedua, anak-anak muda di perkampungan telah banyak pergi merantau ke luar daerahnya untuk mencari pekerjaan. Tidak mencukupinya lapangan pekerjaan di daerahnya membuatnya harus pergi ke daerah lain, sehingga hanya tersisa remaja perempuan di perkampungan itu. Tuntutan “Merantau ke kota akan lebih sukses” seperti pedang berbilah dua. Banyak dari mereka yang memang sukses dan pulang ke kampungnya dengan capaiannya, namun tidak sedikit juga yang gagal dan malah memperburuk kondisi pengangguran di perkotaan. Tuntutan “Merantau ke kota akan lebih sukses” bukan merupakan suatu hal yang absolut. Bagaimana dengan tuntutan “Kembangkan daerah kita”? Bukankah lebih enak didengar.

        Peran karang taruna memang sangat krusial, terutama saat ada acara seperti perayaan hari kemerdekaan, kegiatan gotong royong, pelaksanaan pesta perayaan, dan masih banyak lagi. Tenaga yang infinite dan pikiran yang kreatif akan sangat membantu pemecahan masalah lingkungan sekitar. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.