Belanja Onloine Menjadi Saksi Bisu Keborosan Masyarakat - Urban - www.indonesiana.id
x

ilustr: DNA India

nisa lutfiah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Desember 2021

Kamis, 23 Desember 2021 17:01 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Belanja Onloine Menjadi Saksi Bisu Keborosan Masyarakat


    Dibaca : 943 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Semakin modernnya zaman, teknologi semakin berkembang dengan inovasi-inovasi yang luar biasa. Tidak bisa dipungkiri, keberadaan teknologi didunia ini sangat bermanfaat dan diapresiasi oleh masyarakat itu sendiri. Dimana masyarakat bisa mempermudah segala aktivitas-aktivitasnya dan dapat memenuhi segala kebutuhannya. Teknologi sangat memanjakan masyarakat karena menyuguhkan segala kecanggihan-kecanggihan yang ada. Bahkan bisa dikatakan bahwa teknologi sudah menjadi sahabat seluruh masyarakat didunia karena selama 24 jam beraktivitas, teknologi selalu membersamai masyarakat itu sendiri. 

    Salah satu kecanggihan teknologi yang paling sering digunakan oleh masyarakat adalah  media sosial. Media sosial bisa dimanfaat sebagai media untuk menyampaikan informasi, sebagai wadah untuk masyarakat berekspresi bahkan sebagai tempat promosi. Dengan media sosial, masyarakat dari belahan bumi manapun bisa terkoneksi dengan sangat mudah. Jika diilihat dari fungsinya sebagai tempat promosi, banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk berbisnis e-commerce dengan salah satu bentuknya adalah belanja online. Dimana belanja online merupakan kegiatan pembelian barang atau jasa melalui media internet yang secara tidak langsung mempermudah aktivitas jual beli. 

    Banyak kasus yang terjadi jika dilihat dari kacamata observasi kali ini. Belanja online memang sesuatu hal yang sangat memudahkan bagi masyarakat. Dimana masyarakat bisa menemukan segala barang dan jasa dengan sangat mudah tanpa menghabiskan banyak tenaga dan waktu. Sejauh ini belanja online memang banyak memiliki manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Terlebih dikondisi seperti sekarang yang harus mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak diberbagai tempat termasuk di toko offline hingga tentunya berpengaruh pada minat belanja masyarakat di toko offline. Tidak heran jika belanja online menjadi aktivitas yang digemari oleh masyarakat itu sendiri. Apalagi saat ini banyak online shop dan aplikasi-aplikasi belanja online yang sangat lengkap menyajikan barang dan jasa yang dijualnya. 

    Adanya aplikasi-aplikasi belanja online ini meningkatkan kegemaran masyarakat dalam belanja. Bahkan saat ini tidak hanya ada satu aplikasi belanja online melainkan lebih dari 10 aplikasi yang menyediakan berbagai macam diskon, penawaran yang menarik, kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. Dengan adanya aplikasi belanja online, masyarakat bisa melihat berbagai review dari para konsumen sehingga masyarakat bisa memilih dan memilah barang yang kualitasnya paling bagus. Bahkan online shop memiliki barang atau jasa lebih lengkap dibandingkan dengan offline shop. Hal ini yang menjadi penyebab belanja online menjadi kegiatan yang sangat digemari seluruh masyarakat didunia ini. 

    Selain memiliki dampak yang positif dan bermanfaat, belanja online juga memiliki dampak negatif yaitu menjadikan masyarakat memiliki sifat yang boros. Banyak masyarakat yang membelanjakan uangnya bukan untuk kebutuhan pokok dan keperluan mendesak melainkan membelanjakannya hanya untuk barang-barang yang  diinginkannya.  Mudahnya mencari barang yang diinginkan menjadi salah satu pemicu masyarakat menjadi tidak terkontrol dalam belanja online. Ditambah dengan adanya jasa endorsement yang mempromosikan barang atau jasa baik dari kalangan selebriti, selebgram maupun influencer yang memiliki peluang besar dalam mempengaruhi masyarakat. Disisi lain adanya persaingan antar aplikasi yang memberikan diskon, promo dan penawaran yang menarik juga memikat masyarakat untuk belanja online. 

    Kehadiran aplikasi-aplikasi belanja online yang sangat memudahkan masyarakat dalam berbelanja bahkan ada yang menganggapnya sangat penting dengan berbagai alasan positifnya. Dilihat dari hasil survei yang telah diadakan dapat dilihat bahwa hadirnya fenomena belanja online banyak diminati masyarakat karena banyak membantu dan memudahkan masyarakat. Namun pada kenyataannya dari banyaknya kemudahan yang dihadirkan, juga membuat orang menjadi sering berbelanja meskipun bukan untuk kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan. Proses modernisasi tidak hanya mempermudah kegiatan banyak orang, namun juga mengubah alasan orang dalam berbelanja. Dari yang sebelumnya hanya untuk mencari dan membeli barang-barang yang dibutuhkan, sekarang ini justru banyak yang membeli sesuatu karena dianggap lucu dan menarik.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.