Sesuatu di Belakang: Horror Anthology #1 - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Kamis, 30 Desember 2021 06:01 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Sesuatu di Belakang: Horror Anthology #1

    Seorang anak yang mengalami perubahan di dalam keluarganya. Seorang anak yang bisa melihat keberadaan mereka. Mereka seperti bayangan yang hanya memiliki senyuman lebar. Apakah ada kaitannya dengan permasalahan di dalam keluarganya? Apakah sebenarnya bayangan hitam itu?

    Dibaca : 707 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

                Aku yang sebentar lagi bertemu dengan dunia ini, saat itu menangis. Orang-orang dewasa dan ibuku di sekitarku menganggapnya sebagai hal yang wajar, namun, bukan itu alasannya. Aku bisa melihat mereka. Itulah mengapa.

                “Ketika ibu melihat iklan susu kehamilan, ibu ingat operasi sesar untuk kelahiranmu waktu itu. Sakit sekali loh, itulah mengapa Andi harus berbakti kepada orang tua.”, ujar ibuku. Aku hanya mengangguk sambil meminum susuku. Aku tidak tahu mengapa, aku sangat suka kepada orang-orang. “Maaf pak, biar saya bantu sebagian.”, ujarku. Baik itu kurir yang membawa barangnya, kakek yang ingin menyeberang, anak yang tersesat, aku suka saat mereka merasa terbantu. Namun, aku tidak tahu mengapa, aku tidak tahu apakah ada kaitannya, sifat ibuku tiba-tiba berubah drastis saat ayahku sering lembur kerja. Ibuku yang dulu menyambutku pulang, sekarang hanya duduk di sofa. Ibuku yang dulu membangunkanku untuk sekolah, tidak pernah lagi. Ibuku juga semakin temperamen di kehidupan sehari-hari. Dia bahkan sudah tidak berteman dengan tetangga kami, padahal mereka dahulu sangatlah akrab. Kehidupanku berubah, satu perubahan saja bisa membuat kehidupanku berbeda seperti ini.

                Suatu malam, aku haus dan mengambil susu ke dapur, tapi aku mendengar suara dari kulkas di dapur. Apakah ayah sudah pulang? Namun aku melihat seseorang memakai baju hitam semuanya. Bukankah jas ayah berwarna coklat? Apakah seorang pencuri? Curilah yang lebih bernilai, mengapa kau membuka kulkas kami? Aku mulai ketakutan dan panik. Aku mengambil sapu sebagai alat keamanan. Aku mendekatinya dan berjalan amat pelan. Aku harap dia tidak melihatku. Sesaat sebelum aku mengayunkan sapuku ke arahnya, makhluk itu berbalik dan menghadap ke arahku. Dia tidak memiliki muka, badannya hitam semuanya, hanya mulut yang tersenyum. Dia tersenyum sangat lebar. Apakah makanan ibuku seenak itu? 

                Ketakutanku merebut kesadaranku, aku mengayunkan sapu ke kepalanya yang membuatnya jatuh. Ibuku membuka pintu dan melihatku yang sedang memegang sapu. “Ada apa Andi?” Huh? Ibu? Dia terbangun. “Apa kau melihat tikus?” Tidak mungkin ibu tidak melihat benda hitam besar yang tergeletak di depan kulkas. Sesaat aku mengalihkan pandanganku dari makhluk hitam itu, tiba-tiba tidak ada lagi. “Sudah nak, ayo tidur. Mengapa kau bermain sapu di larut malam seperti ini?” Mengapa ibuku kembali seperti yang dulu? Apakah ayah tidak kerja lembur lagi? Biasanya dia akan memarahiku jika ketahuan tidur larut malam, walaupun hanya ingin pergi ke kamar mandi. Dia juga terlihat berbeda dari biasanya. Ibu selalu terlihat lelah entah kenapa. Aneh, sejak kejadian itu, ibuku menjadi baik lagi, ayahku juga tidak kerja lembur lagi, dan aku tidak pernah melihat makhluk hitam itu lagi di rumahku. Syukurlah. Tapi tidak seperti yang kuharapkan. Saat aku berjalan keluar rumah, mereka selalu ada. Mereka selalu berjalan di belakang seperti sedang mengikuti. Mengapa mereka tidak sadar? Sejak saat itu aku tidak pernah berjalan sambil melihat langit biru, jika sedikit saja aku melihat ke atas, mereka akan menoleh ke arahku dengan senyuman mereka yang lebar.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.