Hidup, Mati dan Keabadian - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Ahlis Qoidah Noor

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 Januari 2022

Minggu, 2 Januari 2022 21:45 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Hidup, Mati dan Keabadian

    Artikel ini tentang puisi yang menceritakan esensi kehidupan dan untuk apa kita hidup.

    Dibaca : 860 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    HIDUP , MATI DAN KEABADIAN

    Dari pertemuan sperma dan ovumlah Allah yang jadikan.

    Seorang bayi mungil, cantik dan tampan, hingga anak lucu menawan.

    Saat makan, minum dan semua keperluan tercukupi dari alam

    HIngga kasih sayang yang dianugerahkan Tuhan lewat tangan orang tua kita.

     

    Bergerak, tumbuh besar dan terus menawan.

    Tumbuh otot , wajah halus dan juga bicara beraturan.

    Tak terasa sudah waktunya berumah tangga hinga kembali melahirkan bayi lagi

    Semua seperti rutinitas tanpa tahu kapan akan berbalas.

     

    Bukan seperti itu tugas manusia.

    Dia persiapkan kita menjadi pemimpin bagi diri sendiri, keluarga , masyarakat, bangsa dan agama.

    Dia juga meminta kita persiapkan akhirat dengan ibadah, perilaku baik, shodaqoh dan menjaga aqidah.

    Dialah Sang Maha Agung yang menunggu kita dalam keabadian

     

    Maka berkekalanlah kita dalam kebaikan di dunia untuk kita tuai di akhirat.

    Apa yang kita ucap, fikirkan, lakukan bahkan harapkan bergaung dalam keabadian.

    Bila semua terangkai dalam kebaikan maka balasan yang lebih baik akan kita terima

    Asalkan tulus dan ihlas kita lakukan .

    Ikuti tulisan menarik Ahlis Qoidah Noor lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Farhanaang__

    6 jam lalu

    Cikepuh

    Dibaca : 123 kali