Manajamen Konflik - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Beberapa orang yang sedang menghadapi konflik.

Nabilah Awliya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Januari 2022

Rabu, 26 Januari 2022 14:46 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Manajamen Konflik

    Manajemen Konflik yang berisikan ruang lingkup, pemicu terjadinya konflik, serta keseimpulan dari manajemen konflik.

    Dibaca : 382 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

                    Manusia itu tidak lepas dari namanya konflik. Konflik merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Yang terpenting adalah kemampuan untuk menangani konflik tersebut agar tidak semakin besar. Konflik juga merupakan kondisi yang saling bertabrakan, tidak sesuai, terjadi perseteruan, perkelahian dan interaksi yang bertentangan sebagai akibat adanya perbedaan kepentingan dari berbagai pihak. Di Universitas Trilogi disini kita dapat mempelajari berbagai macam konflik yang diajarkan dari dosen kita yaitu berupa unsur-unsur, penyebab, dampak, pengaruh, tujuan, teknik mencegah terjadinya konflik, dan masih banyak yang lainnya.

                    Ruang lingkup konflik bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Konflik bisa terjadi pada antar individu, internal team work, internal organisasi, dan eksternal antar organisasi. Semakin luas lingkup konflik, semakin komplek permasalahan yang dihadapi. Manajemen konflik merupakan usaha yang perlu dilakukan dalam rangka mencegah untuk menghindari terjadinya konflik serta mengurangi resiko dan menyelesaikan konflik sehingga tidak mengganggu kinerja organisasi.

                    Konflik timbul karena adanya pemicu. Pemicu tersebut antara lain adalah perbedaan prinsip/nilai, fakta harapan, sentimen/subyektifitas, data, dan kompensasi. Apabila konflik tidak ditangani dengan baik, maka semakin lama konflik akan semakin melebar sampai pada tahap puncak yang bersifat destruktif/merusak. Bentuk manajemen konflik figunakan untuk mengelola tingkat konflik melalui pendinginan suasana tetapi tidak menangani masalah-masalah yang semula menimbulkan konflik.

                    Jadi kesimpulannya, Manajemen Konflik adalah usaha-usaha yang perlu dilakukan dalam rangka mencegah, menghindari terjadinya konflik serta mengurangi resiko dan menyelesaikan konflik sehingga tidak mengganggu kinerja organisasi. Teknik mencegah konflik, meliputi objek pencetus konflik harus disosialisasikan secara jelas, dihindari adanya kesalah pahaman, benefit harus dibagi secara adil dan merata ( fairness ), transparansi perlu dijaga. Teknik menghindari konflik, meliputi penundaan pelaksanaan menunggu kesiapan stakeholder, win-win solution, penerapan exit strategi . Teknik mengurangi dampak, meliputi mengurangi skala kegiatan dan penanganan di percepat. Adapun Teknik penyelesaian konflik, antara lain kesetaraan antar obyek organisasi terkait, win - win solution , masing masing pihak memenuhi tugas dan kewajibannya, masing masing pihak sepakat terhadap output termasuk outcome kegiatan organisasi.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.