Sungai bagi Bocil Awal Tahun 2000-an - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Csillagvir\xe1g dari Pixabay

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Senin, 28 Maret 2022 06:53 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Sungai bagi Bocil Awal Tahun 2000-an

    Sungai merupakan salah satu tempat bermain terbaik sepanjang masa bagi bocil awal tahun 2000-an. Kita bisa berenang, memancing, melihat sesuatu yang mengambang dan berlari mengikutinya, serta mencari batu-batu unik. Banyak hal yang bisa kita lakukan di sungai yang dulu bersih tersebut.

    Dibaca : 800 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

              Aktivitas favorit di masa kanak-kanak. Pergi bermain ke sungai, baik untuk berenang, menangkap ikan, dan sebagainya. Waktu ke sungai dulu sangatlah menyenangkan. Kita bisa menikmati sungai yang jernih, udara yang sejuk, ikan yang banyak, dan tidak jarang mengambil pakaian orang yang lagi mandi (tidak direkomendasikan). Kita juga tidak lupa untuk selalu berhati-hati. Hindari tindakan yang bodoh, hindari larangan warga sekitar, dan tetap sopan. Hal-hal tersebut akan membuat kita jauh lebih menikmati sungai. Mari kita simak cerita di masa-masa itu. Skuy dah.

              Ada dua golongan, mereka yang diizinkan untuk bermain di sungai dan mereka yang harus sembunyi-sembunyi untuk pergi ke sungai. Bagi masyarakat yang sering beraktivitas di sungai, mengizinkan anaknya untuk bermain di sungai memang boleh, lain halnya jika kita tinggal di mana aktivitas kebersihan sudah dilakukan di kamar mandi. Belajarlah seni dalam mengendap-endap, you will need it. 

              Dua golongan tersebut juga memiliki beberapa kubu, ada kubu yang langsung berenang, ada kubu yang menyiapkan ember untuk tempat ikan, ada kubu yang langsung buang air (kubu kurang ajar), dan ada kubu anak baik yang mencuci pakaiannya terlebih dahulu (disuruh emak sekalian).

              Kubu berenang langsung melompat dan berenang tidak memperdulikan bajunya yang basah bisa menjadi barang bukti dimarahin sama emak. Kubu memancing juga langsung menyebur dan memancing free style, menyelam dan di dalam tangannya sudah dapat ikan. Aku bahkan tidak tahu bagaimana mereka bisa melakukannya. Oh iya, aku masuk di kubu berenang namun lebih lama berendam dan melihat ikan yang sudah ditangkap. Ikannya bisa bermacam-macam, ada ikan haporas, ikan iccor, ikan mas, bahkan ikan merah. Namun ikan merah akan langsung dilepas lagi. Mitosnya mengatakan bahwa nanti siapa yang memakannya tanpa izin akan bisa sakit perut atau bahkan meninggal.

              Kubu yang langsung buang air, pasti akan ada salah satu dari kita yang mempunyai misi khusus. Orang itu bertugas mendorongnya ketika sedang sibuk. Rasakan itu, kalian yang telah menodai alam. Kubu anak baik akan lebih dahulu mencuci pakaiannya, kembali pulang, dan kembali ke sungai. Bagi kubu ini, lebih baik kita berusaha untuk memusnahkannya. Siapa yang ingin berenang di sungai penuh busa deterjen? Not me. Namun, kita tidak bisa jika mereka memang belum mempunyai kamar mandi.

              Apart from all of that, kita semua bersenang-senang di sungai bagi bocil awal tahun 2000an sebelum polutan menyerang, membawa semua pencemar yang bisa dibuang ke sungai. Mereka menghilangkan satu tempat bermain anak-anak. Mereka tidak bisa memasuki hutan lebat untuk mencari sungai yang bersih, mereka hanya anak-anak. Apakah lingkungan yang membuat anak-anak menjauhinya dan beralih ke teknologi? Ataukah memang sudah saatnya mereka bermain di sana?

    Ikuti tulisan menarik Almanico Islamy Hasibuan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












    Oleh: Dwi Kurniadi

    Sabtu, 13 Agustus 2022 09:06 WIB

    Sajadah Basah

    Dibaca : 2.475 kali

    Sebuah Puisi karya Dwi Kurniadi