x

Iklan

gabriel charitos

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Maret 2022

Selasa, 29 Maret 2022 06:38 WIB

Pengembangan Inovasi Terhadap Pengaruh Dalam Pembentukan Entrepreneur di Era Ekonomi Digital

Artikel ini adalah hasil pengamatan terhadap pengaruh inovasi terhadap perkembangan pada dunia entreprenuer pada era digital sekarang.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Media Digital tumbuh dengan cepat sebagai konsekuensi dari internet dan tarif internet. Umumnya, tarif internet yang terjangkau memainkan peran besar dan unik dalam menyediakan bentuk-bentuk dorongan eksternal baru untuk mendukung semangat kewirausahaan. Kemudian, hal itu dapat mewujudkan pasar produk untuk pelanggan secara luas. 

Maka dari itu pada era digital sekarang ada banyak sekali perkembangan yang terjadi secara cepat pada bidang entrepreneur yang di karenakan perkembangan internet yang sangat cepat, dan membuat ruang untuk inovasi - inovasi baru untuk muncul disekitar kita.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menjadi Entrepreneur Bersama Triogi

Apa itu entrepreneur? Dikutip dari Investopedia, entrepreneur adalah individu yang bisa menciptakan bisnis yang baru, bersedia menanggung sebagian besar risiko, dan sebagai imbalannya bisa menikmati sebagian besar keuntungannya.

Sedangkan inovasi adalah semua hal baru yang berangkat dari ilmu pengetahuan, serta dapat memberikan manfaat dalam kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan dalam pengembangan inovasi.

 

Pada dasarnya pada masa sekarang inovasi dapat menjadi penggerak atau motor agar muncul entrepreneur baru untuk menciptakan ekosistem yang lebih produktif. Sebagai contoh pada masa sekarang banyak yang memanfaatkan E-commerce dalam sarana untuk menjual produk dari pemilik UMKM.

 

Pada awalnya, tujuan utama enterpreneurship adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi
melalui inovasi dan kreativitas. Bahkan, itu bukan untuk memiliki keuntungan. Di masa lalu, semangat enterpreneur tidak diutamakan. Masyarakat masih menganggap itu sebagai takdir seseorang. Enterpreneurship Dapat dipelajari, ditiru dan diinovasikan. setiap orang dapat memiliki kesempatan untuk menjadi sukses melalui enterpreneur.

 

Pada dasarnya, enterpreneurship adalah sebuah pelatihan. Dalam hal ini, model pendidikan tanpa pelatihan tidak dapat menciptakan sebuah enterpreneur yang sukses. Kemudian, masalah yang berhubungan dengan enterpreneurship seperti modal, inovasi produk, pemasaran dan kompetisi tidak dapat dihindari.

 

Enterpreneurship adalah pembelajaran secara praktek, sehingga harus ada latihan dalam pendidikan enterpreneurship. Model pelatihan untuk faktor-faktor enterprenurial yang sukses dapat dikembangkan dengan berbagai cara, misalnya apakah itu pelatihan harus berkelompok atau pelatihan individual.
selain itu, model pelatihan juga dapat dilakukan dengan bantuan mentor atau mengimplementasikan secara berkala dengan pelatihan terstruktur.

 

Kuratko (2004) menjelaskan bahwa, entrepreneurship adalah proses dinamis atas visi, perubahan, dan kreatifitas. Entrepreneurship merujuk pada sebuah penerapan kekuatan dan dorongan dari dalam
menuju kreativitas dan penerapan ide baru dan jalan keluar yang kreatif. 
Alberti, Sciascia, dan Poli (2004) dalam mengkaji entrepreneurship education menjelaskan bahwa keberhasilan seseorang dalam berwirausaha dipengaruhi oleh iklim usaha yang diciptakan oleh Negara, dukungan dunia pendidikan, dunia usaha itu sendiri yang juga harus bergairah.
 
Maka dari itu pada era digital yang sudah berkembang seperti saat ini, banyak sekali inovasi baru yang dapat dikembangkan pada dunia entrepreneur baik dari bidang jasa ataupun dari bidang produk dan jual beli. Salah satu perusahaan yang mengikuti perkembangan era digital ialah perusahaan GoTo yang aplikasi nya kita gunakan sehari - hari yaitu Gojek dan Tokopedia.
 
Kedua perusahaan tersebut bermula dari perusahaan Start-Up yang di awali dengan pembuatan aplikasi sederhana. Kita akan membahas salah satu aplikasi tersebut, yaitu Tokopedia. Tokopedia merupakan aplikasi platform digital untuk memberi layanan jual beli produk yang di pasarkan oleh penjual yang berasal dari masyarakat dan dapat dibeli langsung oleh pembeli. awalnya proses pembayaran dan proses pemesanan produk dilakukan dengan pengecekan manual oleh developer. Tapi seiring dengan perkembangan internet dan era digital aplikasi Tokopedia pun ikut berevolusi mengikuti perkembangan dari kebutuhan masyarakat. Dan menciptakan inovasi baru untuk para pengguna aplikasi Tokopedia.
 
Dari sana kita dapat mendapat inspirasi salah satunya mengenai perusahaan Start-Up yang melakukan inovasi pada era digital untuk membentuk entrepreneurship itu sendiri. Kita akan membahas mengenai Entrepreneurship pada era digital saat ini.
 
Dalam memulai sebuah start–up bisnis harus dimulai dari niat calon pelaku usahanya, munculnya niat yang akan berimbas pada perilaku dari calon pelaku usaha internet jelas berbeda dengan niat berwirausaha oleh pelaku usaha fisik sebenarnya. Perbedaan yang terlihat jelas ada pada kondisi usaha yang berupa modal, tempat dan produk. Pada aspek modal ada perbedaan yang jelas pada jenis usaha fisik dengan usaha online yang banyak perhitungan mengenai kebutuhan yang cukup besar, karena memperhitungkan berbagai hal untuk perizinan usaha dan bahan baku/produk utama yang diperdagangkan. Jika usaha online tidak terikat aturan yang ketat mengenai modal, karena mayoritas pelaku/calon pelaku usaha digital tidak mensyaratkan banyakanya modal seperti usaha konvensional. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang menjadi tolak ukur oleh pelaku usaha, banyaknya jumlah pengguna teknologi/gadget berada pada usia 20 tahun keatas, yaitu pada usia produktif.
 
Hasil survey tahun 2016 oleh APJII diperoleh data bahwa 62% atau 80 juta lebih pengguna internet digunakan untuk online shop, data tersebut merupakan informasi bahwa kesempatan bagi pelaku usaha digital untuk segera memulai usaha. Banyaknya peluang dalam bisnis digital belum maksimal disebabkan berbagai alasan, kurangnya pemahaman pelaku usaha mengenai teknologi informasi, kreativitas dan inovasi usaha, serta pengelolaan manajemen dalam bisnis digital dan strategi.
 
Tahap pengembangan usaha start–up antaralain sebagai berikut, (Asghari & Gedeon, 2010):
1. Pree-seed
Tahap sebelum muncul benih dalam hal ini ide atau kreativitas bisnis digital, proses paling awal ketika sebelum menjadi wirausaha, calon pengusaha masih dalam tahap mencoba berbagai macam hal terkait bisnis digital dan masih mencari informasi dari berbagai sumber tentang kelengkapan bisnis.
2. Seed
Tahap benih ketika pengusaha mulai dengan mengembangkan ide dan kreativitasnya terkait pengetahuan dirinya dan kemampuannya untuk mencoba bisnis start–up. Tahap ini para pelaku bisnis masih cenderung ragu akan idenya, karena pasti berfikir idenya akan diterima atau ditolak pasar, pengambilan keputusan dalam tahap ini sangat berperan.
3. Start–up
Tahap ini mulai pembentukan dan pengimplementasian, karena produk dan jasa dari ide yang muncul pada tahap sebelumnya akan direalisasikan langsung melalui media online kepada konsumen.
4.Expansion/Exit
Tahap terakhir yaitu ekspansi atau dapatdikatakan produk dan jasa yang ditawarkan sudah diketahui oleh konsumen baru dan belum sampai ada tahap evaluasi atau komentar dari konsumen.
 
Dari sini kita dapat mengetahui beberapa tahap untuk membuat start-up untuk memanfaatkan era digital ini demi mengembangkan inovasi dan kreativitas untuk memajukan dunia entrepreneur pada masa sekarang. 
 
Kesimpulannya demi mengembangkan entrepreneur maka inovasi dan kreativitas harus dikembangkan pada masa sekarang. pengembangan ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat sebelum terjun kedunia entrepreneur, agar usaha yang dibuat dapat bertahan dan dapat membuat masyarakat menjadi lebih produktif. Metode pelatihan yang dilakukan juga memiliki berbagai macam seperti metode penilaian SWOT atau menggunakan kajian teoritis dan empiris untuk menentukan faktor-faktor  inovasi untuk memajukan usaha yang dibuat.
 
 
Daftar Pustaka
 
1. Hamdan. 2019. Model Pengembangan Kreativitas dan Inovasi dalam Membentuk Entrepreneur di era ekonomi digital. 7, Fakultas Ekonomi, Universitas Serang Raya, Serang.
 
2. Achmad, N., Saputro, E.P., Handayani, S. 2016. Enterpreneurship at Digital Era. 11, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia.

Ikuti tulisan menarik gabriel charitos lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu