x

Sumber Foto: Pexels/ Buku

Iklan

Meilisna Maulina

Mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Bergabung Sejak: 12 April 2022

Rabu, 13 April 2022 20:17 WIB

Apa Itu Antropologi? Bagaimana Hubungannya Dengan Sastra?

Hubungan Antropologi dan sastra memang memiliki pengertian yang berbeda. Walaupun dua pengertian itu berbeda, sebenarnya antropologi sastra adalah ilmu yang membahas tentang manusia. Namun, hal yang menjadi bahan penelitian antropologi sastra adalah sikap dan perilaku manusia lewat fakta-fakta sastra, budaya, bahasa, dan pandangan hidup.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Antropologi sastra berasal dari dua kata, yaitu antropologi dan sastra. Antropologi dan sastra adalah dua kata yang memiliki pengertian yang berbeda. Walaupun dua pengertian itu berbeda, sebenarnya antropologi sastra adalah ilmu yang membahas tentang manusia. Namun, hal yang menjadi bahan penelitian antropologi sastra adalah sikap dan perilaku manusia lewat fakta-fakta sastra, budaya, bahasa, dan pandangan hidup.

Lalu, apa itu Antropologi? dan bagaimana kaitannya dengan sastra? Antropologi berasal dari kata Yunani yaitu anthropos yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana". Antropologi sastra adalah analisis dan pemahaman terhadap karya sastra dalam kaitannya dengan kebudayaan. Sastra adalah ungkapan ekspresi manusia berupa karya tulisan atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, dalam bentuk yang imajinatif. Pada intinya, sastra adalah suatu disiplin ilmu yang membahas dan mempelajari tentang sebuah karya sastra itu sendiri.

Selain itu, kita juga sangat disarankan untuk menganalisis unsur kebudayaan dalam suatu karya sastra sebagaimana yang dikemukakan oleh Sudikan, antropologi sastra mutlak diperlukan karena, pertama sebagai perbandingan terhadap psikologi sastra dan sosiologi sastra. Kedua, antropologi sastra diperlukan dengan pertimbangan kekayaan kebudayaan seperti diwariskan oleh nenek moyang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Analisis antropologi sastra adalah usaha untuk memberikan identitas terhadap karya sastra dengan menganggapnya sebagai sesuatu yang mengandung aspek tertentu yaitu, hubungan dengan ciri-ciri kebudayaannya. Cara yang dimaksudkan tentunya mengacu pada definisi antropologi sastra. Ciri-cirinya seperti; memiliki kecenderungan ke masa lampau, mengandung aspek-aspek kearifan lokal dengan fungsi dan kedudukannya masing-masing, dan berbicara mengenai suku-suku bangsa.

Hal terpenting dalam menentukan atau mengategorikan sebuah karya sastra, apakah termasuk dalam sosiologi sastra, psikologi sastra ataupun antropologi sastra yaitu dengan menentukan ciri-ciri lebih kuat yang muncul dalam pembahasan isi karya sastra itu sendiri, apabila sebuah karya lebih banyak mengungkapkan berbagai peristiwa, maka karya tersebut dapat dikategorikan sebagai sosiologi sastra. Karya yang banyak mengemukakan masalah konflik batin tokoh-tokohnya, dapat dikategorikan sebagai psikologi sastra. Sedangkan apabila suatu karya didominasi oleh masalah-masalah kebudayaan, khususnya kerinduan ke masa lampau, maka hal itu termasuk ciri-ciri antropologi sastra.

Beberapa karya sastra yang termasuk dalam antopologi sastra seperti; Salah Asuhan mengenai kawin campuran antara bangsa Barat dengan pribumi, Layar Terkembang mengenai emansipasi perempuan, Tenggelamnya kapal Van Der Wijck yang menceritakan tentang adat istiadat orang minangkabau dalam pernikahan. Lontara Rindu mengenai perbedaan kepercayaan dan beberapa kepercayaan orang Bugis, Sitti Nurbaya yang menampilkan masalah pokok mengenai adat istiadat, terpaksa kawin dalam kaitannya dengan adat minangkabau, Bumi Manusia dalam kaitannya dengan residu kolonialisme.

Dapat disimpulkan bahwa antropologi sastra adalah analisis terhadap karya sastra yang di dalamnya terkandung unsur-unsur antropologi. Dalam hubungan ini jelas karya sastra menduduki posisi dominan, dan unsur-unsur antropologi sebagai pelengkap. Adapun hal terpenting dalam menentukan atau mengategorikan sebuah karya sastra, apakah termasuk dalam sosiologi sastra, psikologi sastra ataupun antropologi sastra yaitu dengan menentukan ciri-ciri yang lebih kuat yang muncul dalam pembahasan isi karya sastra itu sendiri. Sebagai sebuah pendekatan baru dalam dunia sastra, maka antropologi sastra memiliki tugas yang sangat penting yaitu untuk mengungkapkan aspek-aspek kebudayaan.

Ikuti tulisan menarik Meilisna Maulina lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB