x

Gambar berdasarkan teks

Iklan

Sekar kurnia Fitri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 April 2022

Jumat, 15 April 2022 06:12 WIB

Unsur Pembangun Puisi

Puisi secara umum merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair. Karya sastra ini dibuat berdasarkan ungkapan perasan penyair. Di dalam puisi terdapat unsur pembangun puisi yang akan dibahas dalam artikel ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Puisi secara umum merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair. Karya sastra ini dibuat berdasarkan ungkapan perasan penyair.

Pengertian puisi menurut KBBI adalah ragam sastra dengan penggunaan bahasa yang masih terikat oleh matra, irama, penyusunan larik, bait, atau rima. Arti puisi lainnya ialah sebagai sebuah gubahan atau sajak dalam bahasa, dimana bentuknya dapat ditata dan dipilih dengan cermat.

Adapun beberapa pengertian puisi menurut para ahli:

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

1. Usman Awang

Menurut Usman Awan, puisi bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.

2. Herman J. Waluyo

Pengertian puisi yaitu suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan si penyair dengan cara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa. Dalam pengonsentrasian sebuah struktur fisik dan struktur batinnya.

3. Putu Arya Tirtawirya

Pengertian puisi ialah suatu ungkapan secara implisit dan samar, maknanya yang tersirat, dimana kata-katanya condong pada makna konotatif.

Puisi senantiasa berbicara tentang manusia sebagai objek orientasi budaya dengan berbagai permasalahannya. puisi juga mampu menyuguhkan gambaran kegelisahan bersama yang dialami oleh sekelompok masyarakat.

Optimalisasi fungsi bisa terjadi apabila  memperhatikan unsur pembangun yang saling berkaitan satu sama lainnya, sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan. Unsur pembangun puisi tersebut adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur intrinsik puisi yaitu unsur yang berada dalam karya sastra yang memengaruhi karya sastra sebagai karya seni. Unsur intrinsik ini meliputi diksi, imaji, bahasa figuratif, bunyi, rima, irama, dan tema. Waluyo (1992:73) menjelaskan bahwa dalam puisi penyair yang cermat dalam memilih kata-kata (diksi) sebab kata-kata yang ditulis harus dipertimbangkan maknanya, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata di tengah konteks kata lainnya, serta kedudukan kata dalam keseluruhan puisi itu. Oleh sebab itu, selain memilih diksi yang tepat, penyair juga mempertimbangkan urutan kata dan kekuatan daya magis dari kata-kata tersebut. Kata-kata diberi makna baru, dan yang tidak bermakna diberi makna menurut kehendak penyair sehingga fungsinya lebih maksimal.

Unsur ekstrinsik puisi yaitu unsur-unsur yang termasuk dalam unsur yang berada di luar puisi dan memengaruhi kehadiran puisi sebagai karya seni. 

Pada dasarnya puisi memiliki dua unsur besar yaitu unsur batin dan unsur fisik

1. Unsur Batin Puisi

Unsur batin puisi terdiri atas berikut ini:

a. Tema/Makna (Sense)

Tema merupakan unsur utama dalam puisi karena dapat menjelaskan makna yang ingin disampaikan oleh seorang penyair dengan media berupa bahasa. Tema adalah pokok pikiran dasar untuk mengembangkan dan membuat puisi.

b. Rasa (Feeling)

sikap penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Pada umumnya ungkapan rasa ini erat kaitannya dengan latar belakang penyair, seperti agama, pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial, dan lain-lain.

c. Nada (Tone)

Nada merupakan sikap seorang penyair terhadap audiensnya serta sangat berkaitan dengan makna dan rasa. Melalui nada, seorang penyair dapat menyampaikan suatu puisi dengan nada mendikte, menggurui, memandang rendah, dan sikap lainnya terhadap audiens. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa.

d. Amanat/Tujuan/Maksud (Intention)

Amanat yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar.

2. Unsur Fisik Puisi

Struktur fisik suatu puisi disebut juga dengan metode penyampaian hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal berikut ini.

a. Gaya bahasa

Gaya bahasa dalam sebuah puisi akan banyak dijumpai rangkaian kata yang bersifat konotatif, berlebihan, ataupun terkesan merendahkan diri. Inilah yang disebut sebagai gaya bahasa dalam puisi.

b. Rima atau Irama

Rima atau irama yaitu kesamaan nada atau bunyi. Rima bisa dijumpai tidak hanya di akhir tiap larik atau baris, namun dapat juga berada di antara tiap kata dalam baris. Beberapa bentuk rima yaitu:

• Onomatopoeia: yang merupakan tiruan suara. Misalnya "ng" yang mengandung efek magis. • Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berparuh, sajak penuh repetisi dan sebagainya.

• Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya.

• Pengulangan kata, yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang pendek, keras-lemah suatu bunyi.

c. Tipografi

Tipografi yaitu bentuk penulisan puisi. Secara umum, sering ditemukan puisi dalam bentuk baris, namun ada juga puisi yang disusun dalam bentuk fragmen-fragmen bahkan dalam bentuk yang menyerupai apel, zig-zag, ataupun model lainnya.

d. Diksi/ Pilihan Kata

Diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya sehingga efek yang didapatkan sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan kata pada puisi sangat berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan oleh penyair.

e. Imaji

Imaji adalah daya bayang penyair. Penyair juga sering menciptakan pengimajian atau pencitraan dalam puisinya. Pengimajian dapat berupa kata atau rangkaian kata-kata yang dapat memperjelas apa yang ingin disampaikan oleh penyair karena menggugah rasa imajinasi pembaca melalui pengindraan.

f. Kata Konkret

Kata konkret adalah bentuk kata yang bisa ditangkap oleh indera manusia sehingga menimbulkan imaji. Kata-kata yang digunakan umumnya berbentuk kiasan (imajinatif), misalnya penggunaan kata "salju" untuk menjelaskan kebekuan jiwa. Ada keinginan penyair untuk menggambarkan sesuatu secara lebih konkret atau berwujud. Oleh karena itu, dipilih kata-kata yang membuat segala hal terkesan dapat disentuh. Bagi penyair, hal itu dirasakan lebih jelas.

Dari pembahasan kali ini dapat disimpulkan bahwa, puisi secara umum merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair. Pengertian puisi menurut KBBI adalah ragam sastra dengan penggunaan bahasa yang masih terikat oleh matra, irama, penyusunan larik, bait, atau rima. Menurut Usman Awan, puisi bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya. Pengertian puisi yaitu suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan si penyair dengan cara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa. Unsur intrinsik puisi yaitu unsur yang berada dalam karya sastra yang memengaruhi karya sastra sebagai karya seni. Unsur ekstrinsik puisi yaitu unsur-unsur yang termasuk dalam unsur yang berada di luar puisi dan memengaruhi kehadiran puisi sebagai karya seni.

 

Referensi:

Setiawan, K. E. Strategi Ampuh Memahami Makna Puisi. Cirebon: Edivision. (2019).

Sundari, A. P. Seni Mengenal Puisi. Bogor: Gue Pedia. (2020).

Supriyanto. Pembelajaran Puisi, Apresiasi Dari Dalam Kelas. Yogyakarta: Deepublish. (2020).

 

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Sekar kurnia Fitri lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan