Gastronomi, Membaca Asal-Usul Makanan - Urban - www.indonesiana.id
x

Sumber gambar : merdeka.com

muhammad rizal

Pemula
Bergabung Sejak: 27 Maret 2022

Minggu, 24 April 2022 07:56 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Gastronomi, Membaca Asal-Usul Makanan

    Gastronomi sebuah pengetahuan yang mencari seluk beluk suatu makanan. Makanan yang selama ini kita konsumsi erat kaitannya dengan perjalanan sejarah republik ini pula.

    Dibaca : 943 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tentu masih asing di telinga kita apa sebenarnya gastronomi dan apakah sudah berkembang sejauh itu di bidang keilmuan di Indonesia. Gastronomi  adalah pengetahuan para ahli tentang makanan, demikian menurut Indrakarona Ketaren dalam jurnalnya Gastronomi, Kuliner, dan Aneka Makanan Indonesia yang dipublikasikan majalah Prisma.

    Definisi  lain menjelaskan gastronomi merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni gastro dan nomos. Gastro berarti perut, sedangkan nomos artinya adalah hukum atau laws, menurut Murdijati-Gardjito dalam Gastronomi Indonesia yang Memesona. Adalah Jacques Bercoux yang mempopulerkan hal ini sekitar 200 tahun yang lalu.

    Barangkali awalnya kita tidak menyangka bahwa makanan yang ada disekitar kita mampu menjadi sarana untuk menelusuri sejarah dan budaya Indonesia. Karena selama ini fokusnya hanya kepada kesenian, peninggalan artefak, ataupun candi serta museum. Indrakarona Ketaren mengatakan bahwa makanan Nusantara merupakan local genius warisan dan martabat nenek moyang bangsa Indonesia yang layak dilestarikan. Selain itu juga bisa dikembangkan menjadi akar dari karakter kebangsaan dan membangun keberlanjutan kehidupan umat manusia. Doharapkan hal itumampu memberikan kesejateraan merata di neger ini. Bagaimana bisa demikian? Karena makanan yang selama ini disajikan bisa saja merupakan wujud dari rasa syukur, media ritual keyakinan atau alat membentuk karakter generasi anak bangsa.

    Dalam perjalanannya pun, terdapat salah satu tokoh yang mempopulerkan kata gastronomi yaitu Suryatini N Genie (1930-2011) melaluil Lembaga Gastronomi Indonesia (LGI) yang didirikan pada 1983. Ha itu dijelaskan oleh Fadly Rahman lewat karyanya Ihwal Awal Gastronomi Indonesia. 

    Menurut Fadly Rahman, Genie telah memberi unjuk bahwa makanan adalah produk budaya dan juga sejarah. Dia juga menetapkan Indonesia punya upaboga, sebuah kosakata Jawa kuno, yang dianggap sepadan dengan gastronomi. Jadi, bisa dikatakan Indonesia mempunyai perjalanan panjang  tentang sejarah makanan. Masyarakat kita memiliki tabiat konsumsi yang sebenarnya beradab dan maju.

    Ramayana Kakawin, menuru tFadly Rahman, adalah salah satu kunci bagaimana kita mampu mengenali makanan dan sajian pendukungnya di jaman lampau. Ramayana Kakawin adalah naskah yang ditulis semasa kekuasaan Raja Dyah Balitung (898-930 Masehi) di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di sana disinggung kata bhoga untuk melukiskan penyajian makanan yang dipersiapkan untuk Raja Raguttama bersama permaisurinya.

    Dengan adanya petunjuk ini, tentu penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan gastronomi akan terus gencar dilakukan. Dari makanan kita akan dibawa ke dalam perjalanan untuk memahami bagaimana makanan bisa tercipta dan apa fungsinya. Sebab, tidak semua makanan disajikan melulu sekedar enak dan layak dipandang saja, tapi juga merupakan wujud syukur. Sebab ia  memanfaatkan bahan di sekitar lingkungan sendiri, Indonesia.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.