Abadi Dalam Khayal - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Romi Assidiq

Pecinta Sastra
Bergabung Sejak: 29 November 2021

Sabtu, 23 April 2022 13:33 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Abadi Dalam Khayal


    Dibaca : 691 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    (1)

    Aku menangis di sudut-sudut malam.

    Sepi menerkam isi kepalaku.

    Jiwaku hancur dikoyak-koyak pikiran.

    Sungguh aku laki-laki malang.

     

    (2)

    Kutatap lamat-lamat diriku sendiri.

    Nestapaku jauh lebih nelangsa daripada Majnun si laki-laki malang itu.

    Derita ini bukan sekedar derita.

    Laylaku, senyummu adalah terpaan beribu pelangi.

     

    (3)

    Jauh di lubuk hatiku, rindu ini menggebu-gebu.

    Jiwa ragaku hanya untukmu, Layla.

    Engkau takhanya cantik nan rupawan.

    Rupamu menghilangkan dahaga terik di gurun pasir.

     

    (4)

    Namun, Laylaku.

    Kau hanyalah fatamorgana.

    Oase yang taknyata.

    Kumohon, jangan lagi hadir dalam lorong-lorong sepi kehidupanku lalu hilang saat pagi datang membayang.

     

     

    Bombana, 23 April 2022



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Harna Silwati

    Minggu, 1 Mei 2022 07:53 WIB

    Puisi : Hari Raya

    Dibaca : 610 kali

    Puisi : Hari Raya



    Oleh: Romi Assidiq

    Jumat, 29 April 2022 12:43 WIB

    Aku Adalah Bahu

    Dibaca : 534 kali


    Oleh: Romi Assidiq

    Jumat, 29 April 2022 12:43 WIB

    Inilah Cinta

    Dibaca : 511 kali