x

Iklan

Heldi Prasetya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Maret 2022

Kamis, 28 April 2022 06:15 WIB

Lahirnya Bahasa Indonesia

Sejarah munculnya Bahasa Indonesia yang kita pakai sekarang ini

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bahasa Indonesia merupakan bahasa kesatuan Negara Indonesia dan menjadi bahasa pemersatu bangsa dari banyaknya bahasa-bahasa daerah yang tersebar di Nusantara. Jika dilihat dari awal mula Bahasa Indonesia sendiri lahir,  bahasa Indonesia merupakan bahasa yang di adopsi dari Bahasa Melayu. Atau dapat dikatakan bahwa bahasa Indonesia lahir dari bahasa Melayu atau juga bisa diartikan bahwa bahasa Indonesia merupakan variasi dari bahasa Melayu. Hal ini dapat terjadi karena Bahasa Melayu dipakai sebagai lingua franca atau bahasa pengantar yang sudah dikenal luas oleh penduduk Nusantara.

Awalnya bahasa Melayu hanya digunakan di daerah-daerah perdangangan atau daerah perekonomian pusat. Bahkan sebelum Belanda datang ke Nusantara, bahasa Melayu ini digunakanya oleh masyarakat sebagai bahasa penguhubung dalam berniaga. Ini juga didasari dari keinginan masyarakat untuk menyampaikan misi agama, perniagaan, dan pendidikan. Bahkan orang-orang bangsa Eropa yang hendak melakukan kegiatan berdagang, harus mengetahui dan mempelajari Bahasa Melayu agar mencapai hasil berniaga yang baik.

Namun sebelum masuknya bangsa Eropa ke Nusantara atau Indonesia, Bahasa melayu terpengaruh dengan masuknya islam ke Nusantara yang kemudian memeunculkan penggunaan huruf jawi, pegon, atau dapat disebut juga huruf Arab-Melayu. Dimana huruf ini dapat diterima masyarakat Indonesia pada saat itu, tetapi berbeda bangsa Eropa tidak menerima dan sulit untuk mereka memahami huruf tersebut karena Bangsa Eropa lebih mudah belajar Bahasa Melayu dengan huruf latin. Sebab itulah bangsa Eropa mulai mengenalkan huruf latin kepada golongan bangsawan dan raja-raja guna keperluan politik bahasa. Sehingga dari peristiwa itu penggunaan huruf latin dapat di terapkan di dalam Bahasa Melayu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bukti-bukti otentik yang bisa dijadikan pedoman bahwa Bahasa Indonesia berawal dari Bahasa Melayu adalah dari berbagai prasasti yang ditemukan di Indonesia khususnya di sekitaran Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya, seperti prasasti kedukan bukit, talang tuwo, kota kapur, dan masih banyak lagi. Dimana pada prasasti-prasasti itu menggunakan huruf pranagari Melayu Kuno, yang pada masa itu Bahasa Melayu bercampur dengan Bahasa Sanskerta. Dari bukti-bukti ini kebanyakan ditemukan di wilayah Sumatera, hal ini dikarenakan Bahasa Indonesia merupakan turunan bahasa Melayu Barat yang kemudian diturunkan lagi menjadi Bahasa Melayu Riau. Dimana Bahasa Melayu Barat adalah akar dari Bahasa Indonesia sekarang ini.

Nama Bahasa Indonesia sendiri resmi atau ditandai dengan adanya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang berisi pernyataan mengenai bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. Sumpah Pemuda ini merupakan hasil dari dorongan rasa persatuan dan persaudaraan atas munculnya berbagai variasi dialek Bahasa Melayu di wilayah Nusantara.

Setelah peristiwa ini Bahasa Indonesia masih mengalami perkembangan, dalam proses perkembanganya sendiri dalam menyerap kosa kata, Bahasa Indonesia banyak sekali mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa daerah, seperti Sunda, Jawa, dan masih banyak lagi. Tidak hanya bahasa daerah Bahasa Indonesia juga menyerap bahasa asing, seperti Bahasa Sansekerta, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Perancis dan Belanda, serta Bahasa Tionghoa. Hal ini tidak terlepas dari historis Bangsa Indonesia pada masalalu. Perjuangan Bangsa Indonesia dalam mengkukuhkan Bahasa Indonesia dapat dilihat pada Undang-Undang Dasar Pada Bab XV, Pasal 36, ditetapkan secara sah bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa negara. Tidak hanya melalui UUD Bangsa Indonesia dalam mengembangkan Bahasa Indonesia juga melalui Kongres dimana Kongres ini dilakukan dalam upaya pengembangan Bahasa Indonesia. Kongres ini dilakasanakan dari Kongres Bahasa Indonesia 1 sampai Kongres Indonesia 10. Dimana dalam kongres ini terdapat pembenahan-pembenahan dan pembaharuan dari mulai ejaan hingga kosa kata Bahasa Indonesia yang digunakan sampai dengan seperti sekarang ini.

Dengan demikian seiring berjalanya waktu dan perjuangan masyarakat Indonesia Bahasa Melayu dapat diresmikan menjadi Bahasa Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor penyebab Bahasa Melayu dipilih dan dijadikan Bahasa Indonesia, antara lain Bahasa Melayu sudah sejak lama menjadi Lingua Franca di Indonesia atau sebagai bahasa penghubung, dan bahasa perdagangan, suku-suku dan daerah- daerah di Indonesia menerima dengan sukarela, karena bahasa Melayu dan bahasa daerah memiliki kesamaanm, kemudian Bahasa Melayu yang memiliki kemampuan guna dipakai sebagau bahasa kebudayaan.

Ikuti tulisan menarik Heldi Prasetya lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler