Geber Sadar Gizi Dengan Inovasi Akuaponik Besutan KKN MBKM Unej

Minggu, 22 Mei 2022 06:07 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kegiatan mahasiswa KKN MBKM UMD 2022 melakukan pembuatan aquaponik di Desa Sukojember, Jelbuk, Jember. Hal ini guna untuk menyejahterakan mitra sasaran komunitas RATRI SUMBELENTING

Sukojember, Jember –  Mahasiswa KKN MBKM UMD 2022 kelompok 7 sudah mulai menggerakkan mitra sasaran komunitas Ratri Sumberlenting dalam program kerjanya. Salah satu sub tema yang diangkat yaitu pemberdayaan mitra sasaran komunitas Ratri Sumberlenting dengan mengembangkan aquaponik. Hal ini didasari karena banyak lahan kosong yang berpotensi untuk digunakan dalam usaha tani. Maka dari itu mahasiswa KKN MBKM UMD memutuskan untuk mengembangkan aquaponik dalam rangka pemberdayaan mitra sasaran komunitas Ratri Sumberlenting.

Aquaponik merupakan salah satu sistem pertanian yang memadukan budidaya perikanan dan budidaya tanaman khususnya sayuran tanpa media tanah (hidroponik). Sistem ini banyak digunakan oleh mitra sasaran komunitas Ratri Sumberlenting untuk menghemat lahan dengan mendapatkan dua manfaat sekaligus. Dengan memilih ber-aquaponik, maka kita akan dapat memanen 2 hasil sekaligus dalam satu kegiatan yaitu ikan dan sayuran segar. Mahasiswa memanfaatkan sumber daya bahan yang terdapat di desa sukojember seperti bambu, botol aqua 1,5 liter , dan aqua gelas. Mahasiswa mencari tanaman dan ikan yang mudah ditanam serta diperkembangbiakkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Senin (9/5), mahasiswa melakukan rapat mingguan untuk membahas kegiatan apa saja yang bakal dilakukan pada minggu ini terkait apa saja yang dibutuhkan untuk membuat aquaponik dan bekerja sama dengan beberapa pemuda dalam menyiapkan lahan. Di hari Selasa (10/5)  mahasiswa mencari bahan yang akan digunakan dalam kegiatan aquaponik berupa botol bekas aqua 1,5 liter di pengepul rosokan yang berada di Desa Sukojember. Keesokan harinya Rabu (11/5) mahasiswa mulai merakit dan menyusun media tanaman untuk aquaponik.

Kamis (12/5), dilakukan pencarian benih tanaman dan bibit ikan dilakukan oleh 4 anggota kelompok 7 KKN MBKM UMD yaitu Laila Adhani Putri Malik, Wahyuni Lisi Sekliana, Najati Abadiyah, dan Izlan Saifu Adi yang dibawahi oleh dosen pembimbing lapang (DPL) dr. Yudha Nurdian, M.Kes. Kelompok 7 memilih tanaman kangkung dan selada sedangkan untuk bibit ikan berupa ikan nila hitam.

Benih tanaman kangkung diperoleh di toko pertanian yang berada di kalisat dan pakusari. Pembelian benih kangkung seberat 250 gram dan benih selada seberat 250 gram sedangkan untuk ikan diperoleh di Balai Benih Ikan Desa Plalangan yang bertempat di kalisat sebanyak 50 ekor bibit ikan nila hitam dikarenakan harga yang ditawarkan cukup terjangkau serta perawatannya mudah.

Jum’at (13/5), mahasiswa melakukan penyemaian benih tanaman kangkung dan selada dengan menggunakan rockwool. Benih tanaman yang sudah disemai ditunggu selama 5 – 7 hari hingga tanaman siap untuk dipindahkan ke media tanam. Hari Sabtu (14/5), mahasiswa melanjutkan dengan kegiatan pengambilan bibit ikan nila hitam di Balai Benih Ikan Desa Plalangan kemudian dilakukan penebaran bibit ikan di instalasi aquaponik yang berada di Desa Sukojember, Dusun Krajan Timur. 

Dengan adanya aquaponik ini diharapkan dapat menambah wawasan mitra sasaran komunitas Ratri Sumberlenting Desa Sukojember. Tidak hanya menambah wawasan namun harapannya bisa dikembangbiakkan di setiap dusun oleh mitra sasaran komunitas Ratri Sumberlenting setempat. Aquaponik ini sangat mudah dikembangkan dengan barang bekas yang berada di sekitar. Selain itu aquaponik dapat menjadi sumber pendapatan tambahan dengan menjual hasil produk sayuran segar dan ikan. 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler