x

Iklan

Ahmad Irso Kubangun

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 27 Mei 2022 14:50 WIB

Apresiasi TNI Setinggi-tingginya, Tak Kenal Lelah Berjuang Demi NKRI

Permasalahan di Papua seakan belum usai dengan adanya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). KKB terus bikin ulah dengan cara meneror, menewaskan masyarakat sipil dan militer, merusak fasilitas umum dll. Keberadaan TNI yang bertugas di Papua dalam menangani KKB sudah sesuai dengan SOP.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Permasalahan di Papua seakan belum usai dengan adanya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).  KKB terus bikin ulah dengan cara meneror, menewaskan masyarakat sipil dan militer, merusak fasilitas umum dan lain-lain.

Keberadaan TNI yang bertugas di Papua dalam menangani KKB sudah sesuai dengan SOP.  Bahkan, dalam menjalankan tugasnya selalu mengedepankan sisi humanis dan menjunjung tinggi nilai HAM. 

Sebagai catatan, KKB di Papua tidak hanya terdiri dari satu kelompok saja, namun terus bermetamorfosa. Mereka berganti-ganti nama, namun gerakannya tetap sama mengacaukan kondisi Papua yang aman dan damai.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Parahnya, gerakan KKB juga diduga didanai dari asing yang memiliki kepentingan di Papua.  Sebut saja Beni Wenda, yang mencari keuntungan pribadi dengan  berupaya memisahkan di Papua dari NKRI.

Belum lagi, hambatan TNI dalam menjalankan tugas di Papua selalu hati-hati dari tuntutan HAM. Padahal, KKB sudah jelas melakukan tindak kejahatan dan kekerasan yang menewaskan sipil maupun militer.

Namun, mereka yang teriak HAM lebih banyak menyoroti tindakan TNI atau Polri dalam menjalankan tugas di Papua.  Kita melihat LSM yang meneriakkan HAM berat sebelah, kalau yang tewas dari TNI dan Polri mereka bungkam.  Jadi, kita menghargai TNI yang telah bertugas dalam menciptakan kedamaian di Papua.

Terlebih lagi, kepada prajurit TNI maupun Polri yang telah gugur dalam menjalankan tugas di bumi cendrawasih.  Sebagaimana diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara soal penanganan KKB di Papua.  Penumpasan KKB akan berlangsung lama atau jangka panjang, pola kerja TNI-Polri sama seperti Satgas Madago Raya di Poso.

"Posisi kita sama seperti di Sulawesi Tengah lewat pola satuan operasi, yang berjalan normal adalah operasi penegakan hukum, bekerjasama dengan Polri serta instansi lain," katanya. 

Ia menjelaskan yang menjadi salah satu pengaruh operasi penumpasan KKB akan berlangsung jangka panjang adalah penguasaan medan yang dominan oleh para kelompok KKB Papua.

Keterlibatan TNI sendiri dalam operasi itu, dikhususkan pada keamanan dan bersifat cukup terbatas sehingga pihaknya betul-betul bertindak dengan memperhatikan rambu-rambu operasi supaya tidak menimbulkan masalah baru.

"Kami menjaga pola operasi sesuai dengan rambu-rambu yang ada, untuk menjaga jangan sampai ada masalah baru ataupun masalah yang lebih besar lagi,"ujarnya.

Ia mengemukakan, terdapat dua kemiripan yang cukup menonjol antara operasi khusus penumpasan mujahidin Indonesia timur (MIT) di Poso dengan operasi khusus di Papu, yakni medan yang terbilang sulit.

"Variabelnya cukup banyak, dan tantangannya itu berbeda-beda, di Papua dan Poso hanya medan operasinya saja yang sulit,"katanya 

Justru upaya ditempuh saat ini, langkah panjang dalam meredam KKB. 

"Kami terus berupaya menangani kasus tersebut, dengan cara-cara kami yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,"terangnya.

 

Sumber: Tribunnews.com

Ikuti tulisan menarik Ahmad Irso Kubangun lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu