Hubungan Postkolonialisme, Sastra dan Sosiokultural - - www.indonesiana.id
x

Dhea Maysa Azizah

Mahasiswi Aktif Universitas Pamulang Semester Akhir
Bergabung Sejak: 29 Mei 2022

Senin, 30 Mei 2022 06:19 WIB

  • Topik Utama
  • Hubungan Postkolonialisme, Sastra dan Sosiokultural

    Postkolonialisme sebagai suatu kajian yang menghubungkan antara sastra dan kehidupan suatu sosial masyarakat di era kolonialisme

    Dibaca : 298 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Postkolonialisme, Sastra, dan Sosiokultural. Apa itu Postkolonialisme? Apa hubungan diantara ketiga hal tersebut ?

    Berbicara mengenai postkolonialisme pastilah sangat merujuk kepada masa penjajahan. Lebih tepatnya masa sebelum negara Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945. Kajian postkolonialisme membahas mengenai bagaimana perjuangan masyarakat dalam menghadapi kekejaman kolonialisme yang diberikan oleh penjajah sebelum adanya kemerdekaan.

    Teori Postkolonialisme sebagai kajian sastra sangatlah cocok untuk karya sastra yang masih kental menceritakan mengenai kolonialisme dan imperialisme yang terjadi. Melalui teori Postkolonialisme banyak masalah-masalah tersembunyi dan rahasia yang belum sempat terpecahkan, hal itu akan sangat bagus untuk dijadikan bahan dalam penelitian pada saat ini. Postkolonialisme tidak hanya membahas terkait kehidupan yang dijalani masyarakat zaman dahulu, dalam teori Postkolonialisme masalah yang bisa dibahas juga isu-isu terkait sosial, budaya dan politik yang terjadi di masa itu.

    Antara postkolonialisme dan sastra hubungan yang dimiliki keduanya sangatlah berkaitan dan menjadi pelengkap dalam sebuah kajian. Postkolonialisme sebagai kajian yang menganalisis suatu karya sastra, sedangkan sastra tersebut menjadi sebagai suatu wadah di mana karya-karya yang dihasilkan bisa menjadi pembelajaran bagi siswa saat ini yang masih kurang pengetahuan terkait masa penjajahan yang dialami masyarakat Indonesia sebelum merdeka, tak hanya sebagai sebuah pengetahuan. Teori Postkolonialisme juga bisa menjadi sebuah bahan penelitian yang sangat baik untuk dianalisis lebih dalam.

    Dan pengertian dari sosiokultural yaitu sebuah sistem terpadu yang mengatur perilaku dan tingkah laku manusia dalam suatu kelompok. Sosiokultural jika dikaitkan dengan Postkolonialisme, tentu juga saling berhubungan satu sama lain. Jika dilihat pada masa kolonialisme dahulu dalam suatu masyarakat, perbedaan kasta sangatlah berpengaruh untuk melangsungkan kehidupan kedepannya. Karena kasta yang lebih tinggi akan lebih dihormati dan hidup dalam keadaan yang aman, nyaman dan tenteram, tanpa harus memikirkan bagaimana susahnya mencari makan.

    Untuk kasta yang sangat rendah, pastilah sangat berbanding terbalik bagi seseorang yang mempunyai kasta lebih tinggi. Mereka pasti sangat berusaha keras untuk memperjuangkan haknya sebagai manusia. Perjuangan masyarakat dalam memerangi kolonialisme seharusnya tidak berhenti sampai kemerdekaan, karena bekas dari perjuangan tersebut masih sangat terasa walaupun para penjajah sudah meninggalkan negeri ini.

    Dari ketiga hal yang sudah dijelaskan di atas yaitu postkolonialisme, sastra dan sosiokultural. Mereka satu sama lain memiliki hubungan yang saling berkaitan  jika ingin dikaitkan dengan kajian karya sastra. Postkolonialisme mempelajari terkait kolonialisme dan imperialisme yang terjadi dalam suatu cerita. Sedangkan sosiokultural, mempelajari terkait kehidupan sosial budaya yang terjadi ketika masa kolonial. Sedangkan sastra adalah tempat yang menjadikan kedua hal tersebut dapat bertemu dalam sebuah kajian karya sastra.

    Ikuti tulisan menarik Dhea Maysa Azizah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.