Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Frank Jiib

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Kamis, 2 Juni 2022 10:18 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh

    Banyak di antara kita ketika tiba bulan Ramadhan begitu bersemangat melaksanakan ibadah puasa tetapi hanya di awal saja dan setelah itu kita mungkin tidak berpuasa lagi karena berbagai alasan. Padahal ada begitu banyak manfaat yang akan kita peroleh manakala kita menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh dan sesuai tuntunan sunnah. Dalam artikel ini akan diulas manfaat puasa bagi kesehatan tubuh yang telah teruji secara medis.

    Dibaca : 864 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tidak terasa ummat muslim di seluruh dunia termasuk di Indonesia baru saja selesai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Kini bulan Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita, sudahkah kita mendapatkan manfaat yang luar biasa dari ibadah puasa yang telah kita lakukan selama satu bulan ini? Atau jangan-jangan kita hanya sekedar menjalankan ibadah puasa untuk menggugurkan kewajiban dan hanya mendapatkan lapar serta dahaga?

    Pada hakekatnya ibadah puasa yang kita lakukan selama satu bulan penuh memiliki manfaat yang sungguh luar biasa baik dari segi pahala yang menyangkut dimensi spiritualitas serta berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh kita pada umumnya. Dalam artikel kali ini akan disampaikan beberapa manfaat ibadah puasa bagi kesehatan tubuh kita. Semoga setelah membaca artikel ini dapat memberi pemahaman serta sudut pandang baru kepada kita semua tentang pentingnya berpuasa tidak hanya puasa di bulan Ramadhan, tetapi ada beberapa puasa sunnah yang dapat kita lakukan semampu kita.

    Berikut adalah beberapa manfaat puasa bagi kesehatan tubuh yang telah teruji secara medis dan diakui oleh para pakar kesehatan dunia, diantaranya:

    1. Puasa Melindungi Sel-sel Tubuh dari Racun

    Para ahli medis mengatakan bahwa materi paling berbahaya yang mengancam kesehatan tubuh manusia adalah racun atau toksin yang terdapat dalam sel tubuh sehingga memengaruhi fungsi dan kerja sel-sel tubuh, bahkan merusak dan mematikannya. Toksin itu menetap dalam tubuh atau dalam sel untuk jangka waktu yang sangat lama dan tidak bisa diusir. Toksin itulah yang mempercepat penuaan.

       Menurut penelitian medis, setiap hari kita menghirup racun lebih dari 500 sentimeter kubik yang berasal dari udara, makanan, air, dan materi lainnya yang memasuki tubuh. Namun ketika berpuasa, fungsi katabolisme dalam liver mengalahkan fungsi anabolisme untuk menyerap bahan makanan sehingga tubuh memiliki kesempatan untuk mengeluarkan endapan toksin di dalam sel-sel tubuh selama masa-masa kekosongan dari makanan. Selain itu, fungsi sel-sel liver bekerja lebih baik untuk menghilangkan sejumlah besar toksin. Dengan demikian, puasa berperan penting untuk menjaga kesehatan semua sistem metabolisme yang ada di dalam tubuh.

       Dr. MacFadon, yang banyak mengulas faedah puasa mengatakan, “Sesungguhnya semua manusia membutuhkan puasa, kecuali dalam keadaan sakit. Sebab, endapan racun yang berasal dari makanan dan obat-obatan mengendap dalam tubuh sehingga menyebabkan sakit dan membebaninya. Akibatnya, tubuh menjadi lemah dan kehilangan energi. Ketika seseorang berpuasa, endapan racun itu dikeluarkan dari tubuhnya sehingga ia lebih bersemangat dan lebih kuat daripada sebelumnya.”

    2. Puasa dan Pembaruan Sel

    Puasa ala islam merupakan aturan yang paling baik tentang konsumsi makanan untuk meningkatkan fungsi liver, karena puasa dapat meningkatkan produksi asam lemak dan asam amino esensial yang diambil dari makanan ketika sahur dan berbuka. Ketika berpuasa, terbentuk protein, lemak fosfat, glisoteron, dan senyawa kimia lain yang berfungsi membentuk sel-sel baru dan membersihkan sel-sel liver dari lemak yang mengendap di dalamnya setelah makan.

       Dengan demikian, liver akan terbebas dari risiko fatty liver yang akan merusak fungsi liver karena tidak adanya lemak yang dipindahkan darinya, yaitu lemak dengan densitas sangat rendah (very low density lipid). Jadi dapat disimpulkan, puasa memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga efektivitas fungsi sel liver-serta seluruh sel tubuh. Keadaannya berbeda ketika seseorang menjalankan diet medis.

       Penelitian yang dilakukan beberapa ahli medis di Tunisia menunjukkan adanya penambahan kadar HDL (high density lipoprotein) pada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan hingga mencapai 20%. Zat itu dapat melindungi tubuh dari gangguan pembuluh darah dan serangan jantung.

    3. Puasa dan Obesitas

    Obesitas adalah kondisi ketika tubuh kelebihan lemak. Tubuh manusia biasanya menyimpan lemak di bawah kulit, di sekitar organ, dan persendian. Lemak sangat dibutuhkan tubuh karena menjadi sumber energi ketika tubuh kekurangan energi utama untuk menjalankan fungsinya. Lemak juga memberikan insulasi dan perlindungan terhadap organ dalam. Namun, pengendapan lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit.

       Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang menderita obesitas atau kelebihan berat tubuh lebih rentan terserang diabetes melitus, hipertensi, jantung koroner, penyumbatan pembuluh jantung, stroke, arthritis, dan beberapa macam kanker. Mereka juga sering mengalami gangguan pernapasan, nyeri sendi dan bahkan gangguan kejiwaan. Pada perempuan, obesitas bisa menyebabkan kanker payudara. Orang yang menderita obesitas juga akan mengalami masalah sosial dan psikologis.

       Ada beberapa faktor yang menyebabkan obesitas, yang paling utama di antaranya adalah faktor biologis. Ada juga faktor yang tak kalah penting adalah gaya hidup. Budaya konsumsi masyarakat modern, sebagai contoh, menjadi salah satu penyebab utama obesitas. Apa pun yang menjadi penyebabnya, baik karena faktor biologis, keturunan, atau pun gaya hidup, obesitas dapat disembuhkan dan dicegah dengan melakukan diet, latihan tubuh, dan perubahan prilaku atau gaya hidup.

       Di sinilah puasa memiliki peran penting untuk mencegah dan menyembuhkan obesitas. Puasa berfungsi membakar cadangan lemak dalam tubuh sehingga terjadi keseimbangan antara kalori yang diproduksi dan kalori yang dipergunakan. Dibanding terapi lainnya, puasa dianggap paling efektif dan tidak menimbulkan efek samping bagi tubuh.

       Weir Bloom mengatakan bahwa berkat puasa, manusia bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran, dan menjaga dirinya dari bahaya yang mengancam kesehatan tubuh dan jiwanya. Puasa juga dapat melatih jiwa agar memiliki kehendak yang kuat dan memiliki kesabaran untuk menahan rasa lapar.

    4. Puasa dan Keseimbangan Mekanisme Mental

    Ketika seseorang berpaling dari kenyataan, menciptakan sesuatu dalam pikirannya yang bertolak belakang dengan kenyataan, fungsi yang bekerja dalam dirinya adalah mekanisme mental, bukan perasaan atau emosi. Ketika seseorang menghadapi suatu kenyataan yang tidak diinginkan, atau ketika merasa terancam, atau kenyamanannya terganggu, ia mungkin berusaha melepaskan diri dari tekanan dan situasi semacam itu dengan berkhayal atau menghindar. Semua itu dilakukan oleh mekanisme mental yang sering kali bekerja tanpa disadari (subconscious). Sikap dan prilaku semacam itu menjadi bagian dari mekanisme pertahanan diri yang melekat dalam jiwa manusia.

       Puasa melatih jiwa dan pemikiran agar lebih siap menghadapi segala kenyataan dan dapat mengambil keputusan dengan cepat untuk meresponsnya. Jiwa dan pikiran yang terlatih oleh puasa dapat segera keluar dari perrtentangan batin antara nafsu dan akal. Puasa juga mendorong manusia untuk selalu bersikap santun, toleran, dan mudah mamaafkan.

    Itulah beberapa uraian singkat tentang berbagai manfaat puasa bagi kesehatan tubuh. Masih ada beberapa manfaat puasa lainnya yang tidak kalah pentingnya dari apa yang telah disampaikan di atas. Untuk mengetahui apa saja manfaat puasa bagi kesehatan tubuh berikutnya, baca di artikel bagian kedua.

    ~Bersambung ke bagian 2~

    Ikuti tulisan menarik Frank Jiib lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.