Kenapa Jadi Relawan di Taman Bacaan, Apa Enaknya? - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 13 Juni 2022 22:07 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kenapa Jadi Relawan di Taman Bacaan, Apa Enaknya?

    Relawan bekerja bukan atas nama uang tapi atas hati nurani. Di mana bisa jadi relawan taman bacaan? Apa saja kegiatan relawan di taman bacaan?

    Dibaca : 631 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sebuah penelitian dari London School of Economics menyebut semakin sering seseorang menjadi relawan, semakin membuat mereka menjadi orang yang lebih hepi. Alasannya, karena aktivitas volunteering dapat memperkuat rasa empati dan keakraban di antara sesama, di samping membuat si relewan lebih sering tersenyum. Kegiatn relawan yang rutin, terbukti menjadikan seseorang lebih percaya diri, humoris, lebih berempati, dan menjalani relasi dengan banyak orang dalam aksi kemanusiaan.

     

    Jadi relawan, di mana pun, tentu tidak bisa diukur dengan uang. Apalagi dengan harta dan pangkat. Karena relawan bekerja bukan atas materi. Tapi atas hati nurani, atas nama kepedulian dan kemanusiaan. Lagi pula, tidak semua urusan di dunia ini harus diukur dengan materi dan uang kan? Relawan itu memberi kepuasan batin tersendiri bagi pelakunya.

     

    Relawan sama dengan sukarelawan. Yaitu orang yang melakukan sesuatu dengan sukarela, tidak karena diwajibkan atau dipaksakan. Orang-orang yang melakukan aksi sosial dan kemanusiaan untuk membantu orang lain. Selalu siap meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kebaikan orang lain. Umumnya, relawan terjun langsung di daerah bencana. Tapi ada pula relawan yang berdedikasi di taman bacaan. Untuk membantu aktivitas taman bacaan dan gerakan literasi dalam menyediakan akses bacaan dan semangat membaca buku bagi anak-anak yang kurang beruntung di daerah terpencil.

     

    Aksi relawan setiap minggunya pun dapat dilihat di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor.  Ada relawan yang mengajar kaum buta aksara, membimbing baca tulis anak-anak kelas prasekolah, bahkan relawan yang giat menemani anak-anak yang membaca buku di taman bacaan. Seperti aksi relawan TBM Lentera Pustaka yang mengajar kaum berantas buta aksara (12/6/2022). Fadil namanya, relawan yang peka dan mau mengerti kaum ibu-ibu sekalipun hanya belajar baca-tulis di GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) TBM Lentera Pustaka. Saat ini ada 18 relawan di TBM Lentera Pustaka yang secara sukarela datang setiap hari Minggu untuk membantu aktivitas taman bacaan.

     

    Terlepas dari kesibukan dan aktivitas sehari-hari, taman bacaan pun bisa jadi tempat untuk aktivitas relawan. Seperti di TBM Lentera Pustaka, siapa pun bisa menjadi relawan untuk mengajar setiap hari Minggu, di samping berkiprah secara sosial atas nama kemanusiaaan. Syaratnya sederhana, asal ikhlas dan tulus untuk membantu tamann bacaan dan peduli sesama. Maka jadilah relawan di taman bacaan.

     

    Kenapa jadi relawan di taman bacaan?

    Karena relawan taman bacaan bergerak membantu pendidikan nonformal yang lebih sulit daripada Pendidikan formal. Tidak ada gaji, tidak ada balasan apa pun.  Tapi siapa pun saat menjadi relawan selalu diingatkan. Bahwa dalam hidup ini, ada yang diinginkan tetapi tidak baik untuk kita. Dan sebaliknya, ada yang dibenci padahal sangat baik untuk kita. Hanya Allah SWT yang tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya.

     

    Saat menjadi relawan, ketahuilah. Seseorang itu tidak mendapatkan dari apa yang dia harapkan. Tapi dia berhak memperoleh apa pun atas aksi kebaikan yang dia kerjakan. Salam literasi #GeberBura #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    5 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 596 kali