Kenapa Pendidikan Anak Usia Dini Sangat Penting - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Kegiatan Melukis dan Mewarnai

Hauzaani Nazhiif Albahiy

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 17 Juni 2022

Minggu, 19 Juni 2022 06:14 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Kenapa Pendidikan Anak Usia Dini Sangat Penting


    Dibaca : 752 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    KB/PAUD Aisyiyah Qurrota A'yun Desa Randudongkal, Kabupaten Pemalang

    Hauzaani Nazhiif Albahiy Psikologi UIN Walisongo Semarang - Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang ditujukan kepada anak usia 0-6 tahun. Masa ini adalah masa emas atau Golden Age dimana kemampuan otak anak dalam berfikir, berkembang pesat hingga mencapai 80%. Hal ini menjadi dasar utama mengapa pentingnya pendidikan pada anak usia dini.

    Pada anak usia dini yang usia 4-6 tahun itu masuk pada masa periode keemasan (Golden Periode) terhadap perkembangan sistem otaknya. Usia tersebut, menjadikan anak usia dini berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat baik dari fisik bahkan mental meliputi sensorik dan motoriknya.

    Pada anak usia dini di ajarkan untuk berbicara atau berdialog karena sangat penting bagi tumbuh dan kembang dan bahasa, berbicara menjadikan anak agar bisa interaksi lebih baik pada lingkungan sekitarnya. Bicara dimiliki oleh diri setiap orang, anak, saat disampaikan suara dari lisan guna memberitahu gagasan, informasi dan perasaan pada lawan bicara adalah bentuk penyampaian serta pemahaman.

    Pendidikan anak usia dini berfokus pada proses tumbuh dan kembang fisik dan proses kecerdasan sosial emosional guna terpenuhinya kebutuhan belajar anak, aktifitas pendidikan dilakukan dengan cara menyenangkan dan nyaman supaya anak termotivasi dan antusias. Aspek yang harus dikembangkan pada pendidikan anak usia dini adalah aspek nilai agama dan moral, aspek fisik-motorik, aspek kognitif, aspek bahasa, aspek sosial-emosional dan juga aspek seni. 

    Yang akan saya bahas adalah aspek seni yang merupakan salah satu dari enam aspek yang harus dikembangkan oleh anak usia dini karena pada aspek seni terdapat pengembangan motorik. Pada saat membuat karya seni, anak juga menggunakan beberapa otot besar dan kecil. Gerakan-gerakan motorik kasar diperlukan untuk membangun koordinasi dan kekuatan ketika melukis atau menggambar di kanvas atau di atas kertas besar di lantai, seperti yang dilakukan oleh peserta didik pada KB/PAUD Aisyiyah Qurrota A'yun Desa Randudongkal, Kabupaten Pemalang.
     
    Dalam pengembangan aspek seni ada juga yang menggunakan gerakan jari, tangan, dan pergelangan tangan saat memotong dengan gunting, membuat prakarya dari tanah dengan permukaan yang lebih kecil dapat mengembangkan dan mengontrol keterampilan motorik halus. Dengan adanya kesempatan berulang dalam menggunakan alat dan media ketika praktik membuat karya seni, akan menumbuhkan rasa percaya diri. Hal ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan menulis dan motorik halus.
     
    Melukis atau menggambar bagi anak merupakan kegiatan berimajinasi yang dituangkan pada bidang datar. Bagi anak menggambar ataupun melukis itu sama, untuk itu hasil karya antara menggambar dan melukis anak sulit dibedakan. Namun tidak untuk orang dewasa, menggambar adalah menuangkan bentuk benda alam atau yang lain kebidang datar sesuai dengan apa adanya, sedangkan melukis adalah mengekspresikan objek yang sebelumnya diolah oleh pikiran estetisnya kemudian diungkapkan pada bidang datar.
     
    Dan karakteristik lukisan anak pada umumnya; (1) Heroism, lukisan biasanya menggambarkan kepahlawanan dan kepatriotan; (2) Dekoratif, ditandai dengan munculnya bentuk-bentuk konstruktif berupa banyak garis dan apabila menggunakan warna cenderung dengan warna mencolok yang memiliki nuansa sedikit gaya komik dan romantisme. Ketika asyik menggambar biasanya diiringi dengan bercerita sehingga ketika gambar tersebut selesai mirip dengan jalan cerita yang diungkapkannya saat menggambar; (3) Anak juga sering menggambarkan wajah seseorang yang merupakan tokoh idolanya atau tokoh yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari mereka.
     
    Karena bagi anak melukis merupakan kebutuhan kedua setelah makan dan minum. Melukis sama dengan menggambar karena proses berkarya anak belum stabil. Sedangkan tema lukisan anak bermacam - macam, mulai dari tema lingkungan disekitar anak, tema yang pernah dialami, kejadian yang menimpa anak, pikiran masa depan, film yang dilihat, gambaran masa depan, dan cerita kepahlawanan dsb.
     
    Pada kesimpulannya adalah keenam aspek tersebut harus dikembangkan pada anak, sebagai orang tua harus paham apa yang dibutuhkan anak saat pada masa keemasannya. Maka dari itu sangatlah penting anak terlebih dahulu masuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, bahkan beberapa daerah mewajibkan 1 tahun berada di Pendidikan Anak Usia Dini karena anak tidak hanya mengembangkan keenam aspek saja akan tetapi perkembangan sosial serta emosional dan perilaku anak tersebut akan terbentuk dengan sendirinya saat ia berada di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini.

    Ikuti tulisan menarik Hauzaani Nazhiif Albahiy lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.