x

Iklan

Rista Nurlita

Mahasiswa Aktif Universitas Pamulang
Bergabung Sejak: 14 Juli 2022

Jumat, 15 Juli 2022 22:45 WIB

Tindakan yang Harus Diambil Seorang Jurnalis Jika Beritanya Bermasalah

Langkah-langkah yang harus dilakukan jika seorang jurnalis melakukan kesalahan dalam membuat berita yang sudah terbit.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sumber : Data pribadi penulis

Ketika mendengar kata jurnalistik, yang muncul di benak kita adalah seseorang yang membuat berita dan menyebarkannya pada masyarakat. Lalu bagaimana Jurnalistik menurut para ahli?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jurnalistik Menurut Para Ahli

Menurut Djen Amar, dalam bukunya yang berjudul Hukum Komunikasi Jurnalistik (1984). Jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, serta menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya dan secepatnya.

Menurut Adinegoro, dalam buku Hukum Komunikasi Jurnalistik (1984) karya Djen Amar, jurnalistik merupakan semacam kepandaian karang-mengarang yang pokoknya memberi perkabaran kepada masyarakat, dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya.

Berarti dapat disimpulkan bahwa jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan berita dan menyebarkannya.

Seorang jurnalis memiliki tanggung jawab besar atas berita yang dibuatnya. Tak jarang seorang jurnalis melakukan kesalahan dalam menulis berita. Kesalahan dalam mengetik adalah hal biasa. Namun, itu bisa menjadi masalah besar jika seorang jurnalis melakukan kesalahan ketika menulis berita. Bisa saja kata yang seharusnya bermakna baik, menjadi kata yang memiliki makna kurang baik atau ambigu.

Misalnya, seorang jurnalis hendak menulis 'Kecelakaan kerja terjadi di depan toko A'. Alih-alih menulis kalimat tersebut, jurnalis itu melakukan kesalahan ketik dengan menulis, 'Kecelakaan kera terjadi di toko A'. Kalimat tersebut bisa menyebabkan salah paham dan seorang jurnalis harus segera memperbaikinya.

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan ketika seorang jurnalis melakukan kesalahan dalam menulis berita.

  1. Segera perbaiki berita.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah men-unpublish berita. Baca kembali berita yang akan disiarkan, lalu segera perbaiki jika terdapat typo. Terjadinya kesalahan mengetik terkadang disebabkan oleh ketidaktelitian jurnalis atau jurnalis tersebut sedang tidak fokus dalam membuat berita. Mata yang lelah juga dapat menimbulkan terjadinya typo. Maka, beristirahatlah sebentar agar hal seperti ini tidak terjadi.

  1. Membuat surat permohonan maaf

Berita yang sudah disiarkan dapat dibaca langsung oleh pembaca. Jika pembaca menemukan hal yang menjanggal dalam berita tersebut, ini dapat menimbulkan komentar negatif. Apalagi jika kesalahannya fatal. Maka pembaca akan menuntut surat permohonan maaf dari media yang sudah menerbitkan berita tersebut. Jadi, tugas jurnalis selanjutnya adalah membuat surat permohonan maaf dan menjelaskan kepada pembaca bahwa sebelumnya telah terjadi kekeliruan. Sampaikan permohonan maaf dengan jelas dan tulus agar pembaca dapat mengerti.

  1. Mengonfirmasi pada media lain bahwa telah terjadi kekeliruan

Dalam keadaan seperti ini, biasanya seorang jurnalis juga mendapatkan telepon dari media lain untuk menanyakan kebenaran mengenai berita tersebut. Maka, jurnalis tersebut harus mengonfirmasi pada media lain bahwa sebelumnya telah terjadi kesalahan ketik.

Berarti dalam hal ini, seorang jurnalis memiliki tiga tugas, yaitu memperbaiki berita, membuat surat permohonan maaf, dan mengonfirmasi pada wartawan dari media lain bahwa telah terjadi kekeliruan dalam membuat berita.

Ikuti tulisan menarik Rista Nurlita lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu