x

Iklan

Nafisa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Juli 2022

Selasa, 26 Juli 2022 18:56 WIB

Profil dan potensi Tersembunyi Desa Pucang Anom

Artikel ini berisi tentang profil dan potensi yang ada di Desa Pucang Anom, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

         Universitas Jember merupakan salah satu institusi perguruan tinggi yang letaknya di Jawa Timur, dimana setiap tahun ajaran selalu melaksanakan program pengabdian masyarakat dalam bentuk kegiatan KKN. KKN merupakan suatu kegiatan mahasiswa sebagai implementasi dari Tri Dharma perguruan tinggi. Dalam proses implementasi ini, biasanya mahasiswa akan diterjunkan di berbagai lokasi yang telah ditentukan oleh universitas dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan KKN ini antara lain, meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap masalah yang dihadapi masyarakat melalui penyusunan rencana penyelesaian masalah. Pada periode II KKN Tematik UNEJ Membangun Desa Tahun 2021/2022 ini, Universitas Jember menerjunkan kurang lebih 3000 mahasiswa di berbagai daerah di Jawa Timur, salah satunya Kabupaten Bondowoso tepatnya Desa Pucang Anom, Kecamatan Jambesari Darus Sholah. Kelompok yang melaksanakan pengabdiannya di desa tersebut yakni kelompok 279 yang terdiri dari 10 orang.

            Desa Pucang Anom merupakan salah satu desa di Kecamatan Jambesari Darus Sholah yang terdiri dari 5 dusun, yaitu Dusun Kebon Karang, Dusun Krajan, Dusun Kacangan, Dusun Kembang, dan Dusun Pasar dengan jumlah penduduk kurang lebih 3000 penduduk. Pucang Anom berasal dari bahasa jawa yakni “Pucang” berarti pinang dan “Anom” yang berarti muda. Sehingga Pucang Anom memiliki arti pohon pinang. Desa Pucang Anom dipimpin oleh Bapak Guntur Irawanto. Mayoritas mata pencaharian penduduknya sebagai petani. Komoditi tanaman yang dihasilkan diantaranya padi, jagung, tebu, cabai, tembakau, dan kacang yang ditemui disepanjang area desa Pucang Anom. Hal tersebut didukung oleh letak geografis di lereng pegunungan. Biasanya, hasil pertanian masyarakat Desa Pucang Anom dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa proses pengolahan lebih lanjut. Penjualan hasil pertanian tersebut dipasarkan baik di dalam maupun di luar desa.

            Selain bidang pertanian, Desa Pucang Anom juga memiliki berbagai jenis UMKM, seperti pandai besi, batik, dan tape. Jumlah pandai besi yang berada di desa ini sebanyak 3 tempat yang terletak di Dusun Kacangan. Bentuk produk yang dihasilkan dari pandai besi diantaranya clurit, golok, pisau, dan katana (sesuai permintaan pembeli). Pandai besi tersebut sudah berdiri sejak 50 tahun yang lalu. Dalam sekali produksi, pandai besi tersebut dapat menghasilkan 3-4 produk dalam sehari. Proses pemesanan pandai besi dapat dilakukan secara langsung maupun lewat social media seperti facebook. Penjualan produk tersebut dipasarkan di sekitar Bondowoso dan yang paling jauh yakni di Lumajang. Sementara untuk usaha batik yang ada di Pucang Anom berjumlah 2 tempat di dusun Kebon Karang, salah satunya “Daweea Batik”. Daweea Batik mulai memasarkan produknya pada tahun 2015 dimana jenis batik yang diproduksi meliputi batik tulis, cap, semi, lukis, abstrak, ecoprint dan simbori.  Selain itu, di Daweea Batik juga menyediakan kursus membatik bagi semua pengunjung. Para pekerja di Daweea Batik merupakan ibu-ibu yang tinggal di sekitar lokasi produksi dengan jumlah pekerja sebanyak 32 orang. Pemasaran batik sudah mencakup sebagian besar kota di Indonesia bahkan sampai mancanegara. Produksi batik sendiri akan dilakukan pada saat ada pesanan dari konsumen. Proses pembuatan batik tulis sendiri memakan waktu kurang lebih 3 hari untuk 1 potong kain. Sementara itu untuk batik cap hanya memakan waktu 1 hari untuk lebih dari 3 potong kain. Sedangkan batik premium membutuhkan waktu 1-3 bulan untuk 1 potong kain yang menggunakan pewarna dari bahan alami. Motif yang diproduksi yaitu kopi, daun singkong dan motif Pucang Anom.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Pandai Besi

 

Batik Daweea

 

 

Batik Daweea

 

 

            Di bidang pendidikan, Desa Pucang Anom memiliki beberapa instansi pendidikan baik formal maupun informal. Dari instansi formal sendiri terdiri dari 2 Sekolah Dasar, 1 Madrasah Ibtida’iyah, 1 Sekolah Menengah Pertama, 1 Madrasah Tsanawiyah, 1 Sekolah Menengah Kejuruan dan 1 Madrasah Aliyah. Sedangkan untuk instansi informal terdapat 3 lokasi Madrasah Diniyah di dusun Kacangan dan beberapa Madrasah Diniyah di dusun lainnya.

            Dalam bidang kesehatan, memiliki 1 fasilitas kesehatan berupa PONKESDES dengan beberapa layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat misalnya pemeriksaan gratis, posyandu dan berbagai penyuluhan kesehatan yang bekerja sama dengan puskesmas. Posyandu sendiri terdiri dari 6 posyandu balita, 1 posyandu remaja,1 posyandu lansia dan program untuk ibu hamil. Posyandu balita sendiri diadakan setiap bulan di 2 tempat Dusun Kebon Karang, 1 di Dusun Krajan, 1 di Dusun Kembang, 1 di Dusun Kacangan dan 1 di Dusun Pasar. Berbagai potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.

 

Universitas Jember

Ikuti tulisan menarik Nafisa lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu