Haruskah Kutunjukkan Tuhanku Padamu? - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh HeonCheol LEE dari Pixabay

Gimien Artekjursi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Juli 2022

Sabtu, 6 Agustus 2022 08:56 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Haruskah Kutunjukkan Tuhanku Padamu?

    Seseorang yang sedang mencari jawabawan atas keberadaan Tuhan. Dia mencari dengan menggunakan pikirannya hingga dia yakin bahwa Tuhan itu ada.

    Dibaca : 255 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    HARUSKAH KUTUNJUKKAN TUHANKU PADAMU?

    Puisi: Gimien Artekjursi


    aku bertemu seseorang
    sedang mencari-cari sesuatu
    "apa yang kau cari," tanyaku
    "aku sedang mencari tuhan," jawabnya dengan sedih
    "mencari tuhan?" aku ternganga
    "apa tuhanmu hilang?" aku bertanya lagi
    "aku tak tahu
     kata orang aku punya tuhan
     tapi aku tak tahu di mana
     tak tahu bagaimana"
    "aneh!" gumamku sendiri
    kenapa tuhan harus dicari?
    apakah tuhan seperti barang?
    apakah tuhan seperti sepatu
    harus tampak
    baru aku bisa memakainya di kakiku
    untuk berjalan-jalan, berolah-raga?
    atau tuhan seperti payung
    bisa kukembangkan
    dan melindungiku dari panas dan hujan?
    atau seperti sebuah ranjang
    agar aku bisa berbaring di atasnya?
    atau seperti seorang kekasih
    agar aku bisa mencumbunya?
    atau seperti smart phone
    agar aku bisa memencet tombolnya
    mengusap layarnya dan keluar gambar dan suara?
    apakah tuhan harus tampak
    baru aku bisa menyembahnya
    memujanya, menyanjungnya, mempercayainya?
    wahai....
    siapa aku? 
    siapa kau?
    siapa kalian?
    musa, sang nabi pilihan
    akhirnya tetap menyembah tuhan
    walau tak pernah melihat wajah tuhan
    muhammad, kekasih tuhan, tetap bersujud
    meski telah menjejak langit tertinggi
    tak pernah melihat raut wajah tuhan
    kenapa aku yang bukan siapa-siapa
    harus meragukan keberadaan tuhan?
    harus mencari tempat sang maha segala itu tinggal?
    haruskah aku bisa menunjukkan
    bahwa aku punya tuhan seperti aku punya mobil?
    yang bisa kucuci, kuperbaiki, kupamerkan?
    bisa kukendarai, kubawa kau di dalamnya
    dan kita melaju bersama di sepanjang jalan tol?
    wahai...
    jika para nabi istimewa saja tak harus seperti itu
    kenapa aku 
    yang tak lebih berharga 
    dibandingkan dengan sebutir debu
    harus melebihi mereka?
    astaghfirullahal'adziim.....

    Banyuwangi, Juli 2022

    Ikuti tulisan menarik Gimien Artekjursi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.



    Oleh: Merta Merdeka

    11 jam lalu

    Haha huhu~

    Dibaca : 83 kali