Kita Sedang Menuliskan Kenangan - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Rilda Gumala

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Minggu, 7 Agustus 2022 06:38 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Kita Sedang Menuliskan Kenangan

    Puisi Puisi Rilda Gumala tentang kerinduan, kenangan dan rasa kehilangan yang mendalam

    Dibaca : 461 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    KITA SEDANG MENULISKAN KENANGAN

     

    Kita sedang menuliskan kenangan

    Di angin yang menyentuh, di matahari yang berpeluh, di daun – daun jatuh menua

    Tak ada suara apalagi gema

    Di awan yang gelap, di hujan yang menggigil , di petir yang menggelegar

    Kita sedang menuliskan kenangan

    Di bintang yang berpijar , di bulan bulat bundar, di suara-suara malam

     

    Adakah satu hari itu milik kita?

    Tidak, satu detik, satu tarikan nafas

    Pergi menjauh melesat terbang ke  dimensi tanpa ruang dan waktu

     

    Kita akan terus menuliskan kenangan

    di jalan – jalan keberadaan atau ketiadaan

     

     

    #LombaPuisiTerokaIndonesiana

     

     

     

     

     

     

     

    AKU MEMANGGILMU BRO

     

    Lori ,Lubuk Minturun

    Dijernih airmu wajahku putih berseri

    Ada sisa hujan tadi malam

    Dinginpun merasuk

    Menggigil  dan meracauku

     

    Lidah air itu seperti letusan meriam

    Menghelaku jauh

     

    Aku berteriak memanggilmu Bro

    Menggapai-gapai

    Mengulurkan tangan

    “Brooooooo..!”

    Suaraku lenyap

     

    (Di air keruh coklat kelam

    Mengambang )

     

    #LombaPuisiTerokaIndonesiana

     

     

     

     

    SURAT UNTUK  MAMA DAN PAPA

     

    Ma, ini tahun keenam kepergianmu

    Televisi masih di atas meja di sudut ruang tamu

    Dapur kita sudah dirapihkan

    Peralatan memasak masih di situ , di dinding dan lemari kaca

     

    Pa, ini tahun pertama kepergianmu

    Rumah kita masih seperti dulu, tidak ada yang berubah

    Ketika pintu dibuka,  gerendelnya masih berbunyi nyaring

    Dulu kami suka bergantung  dan berayun di pintu itu

    Catnya masih hijau sehijau pucuk –pucuk daun di halaman rumah

     

    Ma, Pa

    Apakah Hati yang hancur berserpihan dapat disusun sama seperti dulu?

     

     

    #LombaPuisiTerokaIndonesiana

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Rilda Gumala lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.