Berani Beropini dan Adil Sejak dalam Pikiran - Analisis - www.indonesiana.id
x

keluh kesah

Dwi Kurniadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Mei 2022

Kamis, 11 Agustus 2022 08:33 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Berani Beropini dan Adil Sejak dalam Pikiran

    dulu ketika saya masih duduk dibangku SMK, saya berfikir bahwa seseorang yang bisa menulis jawban essay dengan opininya sendiri itu keren dan berani. namun dengan berkembangnya social media yang dimana siapapun bisa beropini justru tidak mau menerima opini orang lain. maka dari itu saya menambahkan kata adil untuk menegaskannya.

    Dibaca : 683 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dulu ketika saya masih duduk dibangku SMK, saya berfikir bahwa seseorang yang bisa menulis jawban essay dengan opininya sendiri itu keren dan berani. Namun dengan berkembangnya social media yang dimana siapapun bisa beropini justru tidak mau menerima opini orang lain. Maka dari itu saya menambahkan kata ''adil'' untuk menegaskannya.

    Menurut saya opini adalah pendapat seseorang atas terhadap suatu hal dari dalam pikirannya sendiri. terkadang opini juga gak semuanya berbeda, adanya juga seseorang memiliki opni yang sama, karena memiliki opini yang sama banyak terbentuk sebuah kumpulan atau organisasi. Namun. seiring berkembangnya waktu dan teknologi komunikasi, kini seseorang akan lebih mudah untuk menuangakan opini mereka di media sosialnya. Karena saking banyaknya perbedaan opini tersebut, seringkali sekali terjadi keributan antara para warganet. Ring yang biasa mereka jadikan keributan kebanyakan di Twitter. 

    Keributan opini di Twiitter sangat beragam, mulai dari tim bubur diaduk dan tim bubur tidak diaduk hingga adu opini tentang persoalan politik antara partai merah, kuning, hijau, biru dll. (partai apa logo LGBT?) sorry masuk kebahasan lagi. maka dari itu saya menambahkan kata ''adil'' untuk menengahkan atau mencari solusi dari pertengkaran adu opini tersebut.

    Adil itu sendiri menurut saya adalah menetralkan, menengahkan, tidak berpihak kemanapun dan atau mencari sebuah kebenran dari dua sudut pandang yang berbeda. Adil hanya berpihak kepada kebenaran. Jadi, memiliki opini itu bagus sekalis keren, namun perlu diingat bahwa setiap opini seseorang belum tentu benar. Maka kita harus menanamkan adil bersama opini sejak dalam pikiran agar kita terus mendapatkan apa itu sebuah kebenaran dari begitu banyak opini.

    Ikuti tulisan menarik Dwi Kurniadi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.