Kakak Bangga Nggak Jadi Pramuka di Era Digital? (Selamat Hari Pramuka) - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 15 Agustus 2022 06:12 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kakak Bangga Nggak Jadi Pramuka di Era Digital? (Selamat Hari Pramuka)

    Selamat Hari Pramuka. Kakak senang nggak jadi pramuka? Sebagai pramuka sih aku bangga jadi pramuka. Lebih tangguh dan nggak cengeng

    Dibaca : 775 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kak tanya dong, kakak senang nggak jadi pramuka?

    Kakak boleh jawab, nggak juga nggak apa-apa Kak. Lagi pula, tidak semua pertanyaan harus dijawab kan Kak. Apalagi pertanyaan orang-orang kepo. Iya nggak Kak, salam pramuka ya Kak.

     

    Selamat Hari Pramuka ya Kak. Kan ini tanggal 14 Agustus. Ohh ya, katanya pramuka itu Tangguh ya Kak. Tangguhan mana dibandingkan sama Pak Irjen FS. Atau sama Bupati Pemalang yang ditangkap KPK. Mereka juga tangguh kak. Karena sudah punya jabatan dan kekuasaan masih berani berbuat jahat. Akhirnya mendekam di balik jeruji. Begitukah arti tangguh Kak?

     

    Apa iya pramuka itu tangguh? Setangguh orang-orang yang kerjanya “ngomongin” negara tapi nggak pernah berbuat apa-apa. Bawaannya benci sama pemimpin tapi tidak pernah kasih solusi. Realitasnya jadi “makmum” tapi kerjanya ngomongin “imam”. Apa itu termasuk tangguh Kak?

     

    Maaf ya Kak, aku sih cuma Pramuka siaga. Level terendah dalam kepangkatan Pramuka. Tapi, aku bisa pastikan. Aku tangguh lho. Setangguh bangsa Indonesia menghadapi wabah Covid-19. Sekalipun kondisi ekonomi-nya belum pulih tapi berbagai sektor ekonomi sudah mulai menggeliat. Wisata sudah bisa lagi, jalan ke mal sudah buka dan masih bisa jajan sesuai keinginan. Patut disyukuri ya Kak, Indonesia masih tergolong tangguh. Tapi mungkin, di mata sebagian orang, Indonesia payah. Apalagi bagi orang-orang yang kerjanya ngedumel di medsos dan grup WA. Katanya negara payah, Indonesia lemah. Tapi dia sendiri hidupnya berjois dan tidak manfaat.

     

    Kakak, senang nggak jadi pramuka?

    Aku sih senang jadi Pramuka. Karena Pramuka itu jarang mengeluh. Pramuka yang rela menolong, rileks tapi bermanfaat, tetap bersahaja dalam keadaan apa pun. Bahkan pramuka itu berani dan bertanggung jawab. Selalu tahu apa yang harus dilakukan. Tanpa berkeluh-kesah. Pramuka sama sekali nggak suak berceloteh tanpa ada aksi. Karena pramuka dididik dan ditanamkan DASA DHARMA PRAMUKA, janji setia dan nilai-nilai kepramukaan.

     

    Kakak tahu nggak? Sekarang ini banyak orang hafal singkatan pramuka, Praja Muda Kirana. Bahkan bangga saat pakai seragam pramuka. Tapi sayang Kak, “jiwa” Pramuka yang katanya tangguh dan pantang menyerah sepertinya sudah hilang. Banyak Pramuka yang nggak tangguh lagi. Jadi gemar membenci, menghujat, berkeluh-kesah, menabar hoaks, hingga mudah meremehkan orang lain. Tampilannya saja pramuka tapi jiwa dan hatinya jelek.

     

    Jadi Kak, pramuka itu sejatinya bukan raga tapi jiwa. Jiwa yang tangguh, pantang menyerah dan realistis. Makanya dulu, pramuka sering kemah atau jambore. Biar jiwanya terlatih, di segala medan di segala keadaan. Kakak penegak pernah bilang, “Pramuka itu dilarang pengen menang sendiri lalu meremehkan orang lain”. Untuk apa punya jabatan, pangkat dan kuasa bila dipakai untuk merendahkan orang lain. Pengen dibilang kuat tapi sambil melemahkan yang lain. Ihhh, itu mah bukan Pramuka ya Kak.

     

    Pramuka itu nggak boleh “gampang kagum dan cepat heran”. Karena semua ada prosesnya, ada waktunya. Tugas Pramuka itu hanya perbaiki niat, baguskan ikhtiar sambil berdoa. Selebihnya biarkan Tuhan Yang Maha Esa yang bekerja. Makanya, aku sebagai pramuka selalu semangat membangun bangsa. Pramuka yang berani berkarya bukan hanya berkeluh kesah. Masalah itu pasti ada. Tapi kalau dikeluhkan terus, kapan masalahnya selesai ya Kak?

     

    Kakak ingat nggak, waktu di pramuka, kita diajarin bikin “tandu” dari bambu dan tali. Untuk mengangkat orang sakit, untuk menolong teman yang celaka. Latihan peduli kepada sesama, bantu orang lain yang membutuhkan. Tapi sekarang sudah nggak ada lagi Kak. Boro-boro bikin tandu, bantu mengangkat tandu saja sudah nggak mau. Makanya sekarang, orang miskin itu cari makan sendiri di jalanan. Orang sakit pergi sendiri ke rumah sakit. Jangan-jangan besok, mayat-mayat itu pergi ke kuburan sendiri ya Kak?

     

    Zaman boleh digital ya Kak. Tapi pramuka tetap punya jiwa yang bagus. Bukan hanya raga-nya doang yang keren. Pramuka memang hebat Kak. Dari dulu sampai sekarang, pramuka nggak bakal berubah. Tetap gemar berbuat baik dan membangun manfaat untuk orang lain, untuk masyarakat  atau bangsanya.

     

    Kakak senang nggak jadi pramuka? Aku sih senang. Karena pramuka nggak cengeng dalam keadaan apapun. Oke Kak, Selamat Hari Pramuka ya. Salam Pramuka. #HariParmuka #PrajaMudaKarana #PramukaSiaga

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Dien Matina

    2 hari lalu

    Antre

    Dibaca : 167 kali