Kita Semua berhak Merasakan Manfaat Kemerdekaan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Moh Nur Nawawi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 November 2019

Kamis, 18 Agustus 2022 22:49 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kita Semua berhak Merasakan Manfaat Kemerdekaan

    marilah kita kembali pada jiwa proklamasi sebagai bangsa yang bermartabat, yang memiliki jiwa merdeka, keikhlasan untuk berkorban, tekad bersatu dalam keragaman serta siap membangun jiwa dan raganya untuk Indonesia yang merdeka. Semoga bangsa ini benar-benar akan menemui makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Untuk kemerdekaan indonesia yang lebih baik. “ Kemerdekaan adalah tugas semua anak bangsa mewujudkannya dan Manfaat kemerdekaan adalah milik bersama, bukan hanya milik Golongan “

    Dibaca : 364 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Merdeka! Merdeka!

    Pekik kemerdekaan mengumandang diberbagai pelosok Indonesia. Agustus adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada 17 Agustus 1945 , tepatnya 77 tahun lalu Indonesia memproklamirkan sebagai negara merdeka, sebuah negara yang keluar dari penjajahan dan kolonialisme dari bangsa lain. Sebuah bangsa yang mandiri berdiri dibawah kaki sendiri.

    Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini membawa kita kembali melakukan refleksi sebagai warga negara yang tidak ikut berjuang memanggul senjata, tidak ikut berdarah darah merebut kemerdekaan, Langkah sederhana tentu dengan mengingat jasa-jasa para pahlawan yang sudah memerdekakan Indonesia.

    Sebagai insan politik makna kemerdekaan harus bisa dimaknai secara utuh agar bisa meneruskan perjuangan di masa sekarang. Secara utuh disini bukan sekedar merdeka dari penjajahan fisik namun semua sendi kehidupan harus benar benar merdeka dari intervensi bangsa lain, seperti kemerdekaan secara ekonomi, budaya dan teknologi.

    Selain itu, dalam sistem penegakan hukum harus dijadikan panglima dalam mengedepankan reformasi yang sedang dilaksanakan saat ini. Sebagai negara hukum kita harus patuh kepada hukum. Pada masa reformasi ini orang sudah tidak tabu dalam membicarakan korupsi, berbeda dengan pada jaman orde baru lalu. Ini berarti sudah ada kemajuan di Indonesia dan merupakan perkembangan yang baik dalam refleksi kemerdekaan RI. Merdeka memang bukan perkara gampang. Hukum adalah milik semua warga negara, tajamnya hukum harus mampu mengiris semua lapisan, dari seorang tukang gali hingga seorang kyai, dari seorang penjual obral hingga jenderal.

    Tidak ada kemerdekaan yang tidak dibayar dengan darah dan pengorbanan. Kemerdekaan diperjuangkan oleh semua anggota bangsa, khususnya golongan yang paling ditindas, ribuan pejuang tanpa nama, tanpa tanda jasa, tanpa pangkat telah mengorbankan diri untuk kemerdekaan ini, sungguh sangat ironis jikakemerde dinikmati segelintir orang. Banyak anak negeri ini yang masih merasa bahwa kemerdekaan saat ini hanya dirasakan pejabat dan orang kaya. Tetapi orang miskin tetap terjajah. Orang miskin itu seperti baju basah yang terus-menerus diperas hingga kering.

    Tetapi tidak seperti kebanyakan klas menengah dan kaum elit di Indonesia, yang mudah pudar kecintaan kepada negerinya dan tergiur dengan segala hal yang berlabel asing. Meskipun ia ditumpuki dengan kesengsaraan di negeri sendiri,rasa tetap cinta mati kepada bangsa dan negaranya harus tetap optimis bahwa suatu saat keadaan pasti berubah. Banyak anak negeri yang hidup penuh perjuangan karena susahnya, karena penatnya tapi bagi mereka itulah jalannya dan disinilah dia tinggilah, inilah negaranya dan merdeka harus terus mereka perjuangkan.

    Membangun bangsa dalam bingkai kemerdekaan memang bukan tugas pemerintah atau para elit semata, dan semua memahami bahwa membangun bangsa adalah tugas bersama, tapi dengan kelebihan diantara yang lain seperti mendapatkan nilai ekonomi lebih banyak, memiliki posisi dan jabatan lebih tinggi, memiliki pengaruh atau kuasa lebih besar tentunya harus lebih optimal menjadi pelopor dan penggerak pembangunan bangsa, bukan hanya membangun istana emas diatas penderitaan masyarakat luas.

    Maka wajar jika ketimpangan masih terus meraja lela para kaum bawah beranggapan bahwa di negeri ini hanya untuk mereka yang mempunyai kekuasaan dan pengaruh untuk menguasai negara ini, tak melihat apakah mereka rakyat Indonesia atau bukan. Orang-orang asing lah yang merdeka di negeri ini, karena mereka lah yang merdeka untuk menguasai bumi, air dan kekayaan alam lain yang terkandung didalam negara ini yang katanya harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, tetapi itu hanya sebuah tagline tagline dalam pencitraan politik semata.

    Mungkin kita harus bertanya pada diri sendiri apakah kita pantas merayakan kemerdekaan bangsa ini dengan gegap gembita hura hura jika masih banyak tangis anak-anak terlantar yang sedang menahan lapar, gelandangan merajalela dan kesusahan para pemuda negeri menjadi kerja masih ada dimana-mana. Sedangkan disisi lain para pejabat disana duduk dengan nyaman menikmati fasilitas yang diberikan negara dengan menggunakan uang rakyat. Disaat masih banyak sekolah rusak, anak-anak tidak bisa bersekolah karena mahalnya biaya pendidikan di negeri ini. Pendidikan berkualitas masih milik kalangan tertentu, maka perjuangan sebenarnya adalah memeratakan manfaat kemerdekaan bagi semua lapisan masyarakat.

    Jika kemerdekaan adalah milik semua maka manfaat dari kemerdekaan juga harus di bagi seadilnya bagi semua komponen bangsa ini, para pemimpin negeri memberikan kontribusi untuk membawa bangsa ini menuju bangsa yang berkah bagi semua warganya, para kaum ekonomi baik berkontribusi dengan memberikan ide dan konsep pengembangan ekonomi yang membawa kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dan masyarakat bawah berkontribusi dengan turut serta menjalankan pembangunan dengan terus giat mendorong roda roda ekonomi nasional sesuai dengan kapasitasnya. Semua bergerak bersama dengan kepentingan bersama untuk mewujudkan kemandirian bangsa, kedaulatan politik dan berkepribadian secara budaya bangsa.

    Maka, marilah kita kembali pada jiwa proklamasi sebagai bangsa yang bermartabat, yang memiliki jiwa merdeka, keikhlasan untuk berkorban, tekad bersatu dalam keragaman serta siap membangun jiwa dan raganya untuk Indonesia yang merdeka. Semoga bangsa ini benar-benar akan menemui makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Untuk kemerdekaan indonesia yang lebih baik.

    “Kemerdekaan adalah tugas semua anak bangsa mewujudkannya dan Manfaat kemerdekaan adalah milik bersama, bukan hanya milik Golongan“

    Dirgahayu Indonesia.

    Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat.

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Moh Nur Nawawi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.