Kecantikan Wanita - Humaniora - www.indonesiana.id
x

semua wanita cantik

Pipiet Palestin Amurwani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Sabtu, 10 September 2022 17:51 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kecantikan Wanita

    Wanita mana sih yang tidak suka dikatakan cantik? Cantik adalah relatif. Setiap orang memiliki standar dan definisi yang berbeda tentang kecantikan.

    Dibaca : 594 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Wanita tidak pernah sepi dari pemberitaan. Mulai dari gaya hidup, hobi sampai konsumerisme wanita menjadi bahan yang asyik untuk diberitakan. Fashion dan kosmetik menjadi hal yang tidak bisa lepas dari wanita. Dua hal tersebut menjadi sajian wajib di setiap media khusus wanita seperti majalah dan tabloid wanita.

    Biasanya disela-sela berita terdapat iklan yang turut meramaikan sajian berita khususnya pada media online. Tentu saja iklan-iklan tersebut memberi kontribusi terhadap majalah yang menggunakannya. Adanya iklan-iklan itu jelas dapat memberi pengaruh pada para pembaca. 

    Bagi para pelanggan majalah, mereka akan secara intens melihat pula iklan yang ada didalamnya. Tentu saja keberadaan iklan-iklan itu akan membangun konsep pemikiran tertentu tentang hal yang disajikan dalam iklan itu. Iklan yang paling sering muncul di majalah wanita adalah iklan kosmetik karena wanita identik dengan cantik. Wanita harus cantik seakan menjadi suatu konsep yang tertanam dalam pikiran wanita. Sajian iklan kosmetik tentu saja akan memberikan citra tentang kecantikan dan konsep cantik pada para pembacanya.

    Sebagai contoh, iklan produk pemutih wajah yang sedang marak beredar. Biasanya dalam iklan terdapat foto seorang model wanita berkulit putih, hidung mancung, mata besar dan bibir tipis. Foto tersebut seakan memberi pesan konotasi bahwa standar wanita cantik adalah wanita dengan kulit wajah putih, hidung mancung, mata besar dan bibir tipis. Pada era 90-an kesan ini sering diwakili oleh gambar sosok wanita barat. Pesan ikonik pada gambar iklan itu adalah kulit putih yang memang menjadi tujuan dari iklan yaitu produk pemutih.

    Namun, saat ini ada pergeseran konsep cantik yang ditawarkan melalui media. Di samping model-model barat, ditampilkan juga model-model dengan wajah oriental. Wajah-wajah wanita dengan mata sipit dan masih dengan kulit putih namun khas Asia. Maraknya bintang-bintang Korea bisa jadi merupakan faktor yang mendukung ditampilkannya model-model ini dalam majalah. Mulai dari gaya rambut sampai pada model riasan ala Korea menjadi pilihan untuk tampil cantik. Sebagaimana pendapat Susanthi dalam artikelnya “Gurita Budaya Populer Korea di Indonesia” bahwa populernya K-drama membuat rasa ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap budaya Korea meningkat

    Satu lagi yang tak kalah menariknya, saat ini juga lazim model dengan mengenakan hijab. Ditampilkannya model dengan mengenakan hijab ini mewakili tren hijab diantara kaum wanita muslim.

    Pergeseran konsep cantik yang disajikan media menjadi sebuah strategi pemasaran yang bertujuan merambah seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, media juga melihat dari sisi tren yang sedang terjadi di masyarakat kemudian membuat penyesuaian dalam penyajian iklan dan juga gambar-gambar pendukung dalam beritanya. Sebagaimana yang disampaikan Faizah dalam “Perempuan dalam Eksploitasi Kapitalisme Modal” bahwa iklan merupakan salah satu tayangan media yang menyebarkan kuasa (strategi) tentang normalisasi tubuh perempuan. Produksi kekuasaan yang terjadi kemudian adalah munculnya strategi untuk mengembuskan wacana "langsing", "kulit putih", "rambut hitam lurus dan panjang" yang terus mencuat, sehingga secara tidak sadar masyarakat menganggap tubuh perempuan yang ideal dan normal sebagaimana wacana media tersebut.

    Namun, di sisi lain sebagian wanita memiliki pendapat yang berbeda tentang kecantikan. Bahwa cantik bukanlah tentang hal-hal yang disebutkan tadi. Dilansir dari tempo.co, Dian Sastrowardoyo mengatakan cantik itu membawa kenyamanan dan percaya diri dengan apa yang dimilikinya. Pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) ini mengatakan, “Orang-orang yang terlihat cantik itu yang comfortable with how they look. Akhirnya jadi filosofis banget. Gimana caranya jadi cantik ya kita harus merasa cantik. Aku pelajari lagi, dan ternyata orang-orang cantik adalah yang nyaman banget sama dirinya sendiri tapi at the same time dia enggak pernah fix di comfort zone yang dia punya.”

    Senada dengan pandangan aktris sekaligus penyanyi Agnez Mo tentang makna “cantik”. Masih dari tempo.co, penyanyi yang telah go international ini mengatakan bahwa kecantikan bermula dari cara pandang seseorang atas dirinya sendiri.

    Bagaimanakah dengan Anda? Apakah Anda setuju dengan standar cantik tadi? Atau Anda mempunya standar dan definisi sendiri tentang cantik?

     

     

     

     

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Pipiet Palestin Amurwani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Dien Matina

    3 hari lalu

    Antre

    Dibaca : 214 kali