Anekdot: Ibu-ibu merumpi - Humaniora - www.indonesiana.id
x

ilustr: legalesq.com

Kanma

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 17 September 2022

Rabu, 21 September 2022 11:34 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Anekdot: Ibu-ibu merumpi

    Cerita tentang ibu-ibu yang mengobrolkan tentang salah satu suami temannya yang naik pangkat

    Dibaca : 533 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hari itu, hari minggu yang cerah di mana para ibu-ibu sedang berkumpul bersama di teras Bu RT, tempat mereka merumpi, mulai dari topik tidak penting sampai tidak penting. Toh, Anak-anak mereka sedang main jadi tidak akan ada yang ganggu, sedang para suaminya, ya kalau minggu pasti sedang gotong royong.

    Oleh karena itu, para ibu-ibu ini menghabiskan waktu mereka dengan mengobrol. Seperti biasa Bu RT, selaku orang yang dirasa memiliki derajat tinggi, memulai percakapan.

    “Eh, tahu enggak? Ibu-ibu!” kata Bu RT dengan wajah penuh keseriusan.

    “Ada apa, Bu?” jawab ibu-ibu lain berbarengan, ada juga yang menjawab dengan perkataan lain, tapi sama saja intinya bertanya seperti itu.

    “Kemarin, ya, suaminya bu Santi dikawal polisi,” Lanjut kata Bu RT

    “Wah! Mungkin itu yang dimaksud bu Santi, kalau suaminya naik pangkat,” Jawab salah satu ibu-ibu, namanya bu Ami.

    “Benar, bu Ani. Sepertinya begitu, pas saya lihat juga kayak dihalang-halang begitu, sudah kayak orang penting saja.”

    “Bukan kayak lagi, bu RT, memang sudah,” Ibu-ibu lain menjawab.

    “Bisa saja, Bu Meli ini.” Perkataan yang dilontarkan Bu RT itu mengundang gelak tawa dari ibu-ibu lain yang sedang berkumpul.

    “Terus ya Bu, bajunya itu oren, tapi bukannya baju polisi itu keabu-abuan begitu atau biru, ya?”

    “Ya juga iya, Bu RT. Mungkin itu baju dinasnya kali?” Ucap Bu Ami yang masih ragu dengan jawabannya, tapi tampaknya ibu-ibu lain termasuk Bu RT setuju dengan pernyataan Bu Ami ini.

    “Sudah, sudah.”

    Tiba-tiba Pak RT datang mencoba menghentikan obrolan ibu-ibu, dengan berkata:

    “Sudah enggak baik membicarakan orang yang sedang tidak ada, kecuali ada kebaikan untuk diceritakan dan diikuti ibu-ibu. Lah ini! Ingat Bu, bodoh itu memang gratis, tapi enggak diborong juga kali!”

     

    Ikuti tulisan menarik Kanma lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.