Ajari Anak Menulis Melalui Buku Harian - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Tips Untuk Menulis Lembar Kerja Secara Efektif

Pipiet Palestin Amurwani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Minggu, 25 September 2022 06:26 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Ajari Anak Menulis Melalui Buku Harian

    Menulis bukanlah bakat melainkan ketrampilan yang bisa dilatih. Menuliskan apa yang dirasa dan dilalui dalam kehidupan sehari-hari dalam buku harian bisa menjadi sarana untuk melatih anak menuangkan ide dalam bentuk tulisan.

    Dibaca : 769 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Menulis buku harian bisa menjadi sarana untuk pembiasaan menulis bagi anak. Dengan menuliskan apapun yang dirasakan dan dilakukan sehari-hari dapat melatih anak menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Dikutip dari Tempo.co, Pemimpin Redaksi Koran Tempo, Budi Setyarso mengatakan bahwa sebenarnya yang membuat kita bisa menulis bukanlah bakat, tetapi berlatih.

    Di awal pembiasaan orang tua dapat memberikan bantuan dalam bentuk template. Template dapat berupa jadwal kegiatan yang harus diisi oleh anak. Informasi yang terdapat pada template yakni hari dan tanggal, serta rincian jam rutinitas kegiatan anak sehari-hari. Setelah anak terbiasa mengisi template maka anak bisa mulai menulis semua rutinitas sehari-harinya dalam bentuk narasi.

    Dalam menuliskan rutinitas kegiatan sehari-hari bebaskan anak dalam menulis. Bebas dalam arti tidak ada aturan yang mengekang. Menulis bebas, apapun yang dirasakan dan dilalui pada hari itu. Pada suatu ketika anak merasa bosan dan tidak tahu harus menulis apa, anak diperbolehkan hanya menggambar atau corat-coret di dalam buku hariannya.

    Untuk mengapresiasi tulisan anak, orang tua dapat mengirim buku harian anak ke percetakan untuk dijadikan buku tercetak. Dengan ditambahi cover dan foto-foto pemanis buku harian biasa akan jadi sebuah karya yang asik untuk dibaca ulang oleh si anak. Kisah pengalaman yang pernah ditulis akan mengundang senyum saat membacanya. Jika diperlukan proses editing dilakukan agar buku yang tercetak menjadi lebih menarik. Dengan begitu diharapkan anak merasa bangga atas karyanya dan termotivasi untuk dapat menulis lebih baik lagi.

    Untuk menjadikan anak suka menulis tentu saja harus diawali dengan suka membaca. Berilah referensi bacaan yang merupakan hasil tulisan atau karya anak sebayanya. Sebut saja karya Nayla Damai V.P dengan Aku Senang Menjadi Santri. Sebuah komik yang berasal dari cerita keseharian penulis di pondok. Dengan banyak membaca maka akan lebih banyak inspirasi yang didapat. Selamat mencoba!

     

    Ikuti tulisan menarik Pipiet Palestin Amurwani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.