x

Foto ABDL MUIS

Iklan

arief ramli

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Mei 2022

Rabu, 26 Oktober 2022 12:01 WIB

Resensi Novel Salah Pilih, Karya Nur Sutan Iskandar

Ulasan pribadi novel salah pilih karya Nur Sutan Iskandar

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Buku ini mengisahkan tentang kisah cinta seorang pemuda kaya dan seorang gadis yatim piatu yang diangkat anak oleh orang tua si pemuda. Cerita bermula dari seorang Ibu paruh baya bernama Mariati yang tinggal di rumah gadang, Sumatera Barat. Ibu Mariati ditemani oleh Masniah dan juga seorang anak angkat yang lembut dan penuh kasih sayang bernama Asnah.

Cerita bertambah menarik kala anak bu Mariati, Asri, yang sedang sekolah di negeri Batavia akan pulang kampung. Kepulangannya membawa kebahagiaan bagi Ibunya dan Asnah. Asri tidak akan melanjutkan sekolah di negeri seberang karena nasihat ibunya untuk tinggal di kampung dan menikah secepatnya. Tapi, kepulangan Asri membawa bagi masalah Asnah yang diam-diam mencintai Asri. Salahkah bila perasaan rendah diri sebagai anak angkat sekaligus anak angkat sekaligus orang yang berutang budi kepada keluarga Asri mendorongnya untuk menyimpan isi hatinya rapat-rapat bahkan mendukung Asri memenuhi harapan Ibunya untuk segera menikah?

Kini setelah menikah, Saniah tinggal di rumah Asri bersama Asnah dan ibu Asri. Karena tidak didasari oleh rasa cinta, maka pernikahan antara Asri dan Saniah tidak mendapat kebahagiaan. Saniah selalu ingin mendominasi dalam berumah tangga, mengakibatkan Asri tidak suka dengan istrinya tersebut. Kehidupan rumah tangganya tidak berbahagia, mereka sering bertengkar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Melihat kehidupan anaknya yang tidak harmonis membuat ibu Asri menjadi sedih. Alhasil, dia meninggal dunia. Sebelum meninggal, Ibu sempat berpesan kepada Asri dan Asnah. Dihadapan mereka Ibu Asri menyatakan penyesalannya, mengapa dahulu mereka tidak menjodohkan Asri dan Asnah saja.

Wafatnya bu Mariati membuat Saniah merasa bebas di rumah gedang. Apalagi ibunya mendukung langkah Saniah untuk mengusir Asnah. Akhirnya Asnah pergi dan tinggal jauh dari rumah gedang.

Kepergian Asnah tidak membuat perilaku Saniah berubah. Dia semakin berubah dan marah kepada Asri yang beberapa kali terlambat pulang dan terkadang malah tidak pulang. Saking marahnya, Saniah pergi tanpa pamit suaminya ke rumah Ibunya. Setibanya, Saniah dan Ibunya pergi ke luar kota untuk menemui saudaranya. Di perjalanan, mobil mereka mengalami kecelakaan yang menyebabkan Saniah dan ibunya meninggal dunia.

Tak lama setelah Saniah meninggal, Asnah dan Asri pun menikah. Namun, pernikahan mereka mendapat ejekan dari orang-orang di kampung karena Asnah dan Asri dinggap satu suku. Untuk menghindari cemoohan dan fitnah, akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Dan pada akhir cerita, Asri mendapat surat dari negerinya dan disuruh pulang untuk diangkat menjadi kepala negeri dan mengharumkan nama Asri dan Asnah sebagai pasangan ideal suami-istri. Tentu saja hal itu disambut dengan suka cita, lebih-lebih dapat melanjutkan cita-citanya yang terbengkalai.

Dari novel Salah Pilih ini, setidaknya kita dapat menarik kesimpulan bahwa apa yang diceritakan oleh Nur Sultan Iskandar mungkin akan kita alami di kehidupan nyata. Suatu saat kita pasti akan mengalami beberapa pilihan dalam hidup kita. Jika kita menghadapi posisi itu, maka kita harus menjaalaninya dengan penuh percaya diri. Segala apa yang kita lakukan akan memiliki akibat, oleh karena itu, kita harus kritik dan bijak dalam mengambil keputusan hidup. Jika tidak, maka kita akan terjebak dalam lobang penyesalan dan itu akan menghantui kita sepanjang hidup. Akal sehat dan pikiran yang jernih sangat diandalkan dalam menentukan keputusan hidup.

 

Amanat yang terkandung dalam cerita ini yakni:

A. Janganlah menilai seseorang hanya dari rupa dan materi saja, karena belum tentu orang yang bagus rupa dan banyak harta, bagus pula perilaku dan akhlaknya.

B. Larangan yang ada pada adat istiadat patutlah untuk dipatuhi, tapi kalau agama menghalalkan dan tidak melarang, lebih baik kita berpihak pada yang lebih tinggi nilainya dan mutlak hukumnya, yakni agama.

C. Kita harus yakin dan mantap dalam memilih jalan ke depannya. Jangan ragu untuk mrnghindari salah langkah dan mengalami penderitaan.

D. Kebenaran bukan dilihat dari jumlah seberapa banyak orang mempercayainya, melainkan atas dasar mutlak apakah sesuatu itu benar adanya atau tidak.

Ikuti tulisan menarik arief ramli lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler