x

Foto ini di ambil sebelum Pandemi Covid-19, kurang lebih 3 tahun yang lalu saat pembelajaran fisika di laboratorium fisika

Iklan

Suciana Fitriyati

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 November 2022

Senin, 5 Desember 2022 19:02 WIB

Bimbingan Kelompok Tingkatkan Rasa Percaya Peserta Didik

Artikel yang dipublish dengan judul Bimbingan Kelompok Tingkatkan Rasa Percaya Peserta Didik menggunakan Teknik Permainan Monopoli. Permainan monopoli ini cocok diterapkan karena peserta didik membutuhkan suatu hal yang berbeda dari yang biasanya dia dapatkan di sekolah. Selain itu, kepercayaan diri peserta didik juga dapat meningkat karena peserta didik bisa berlatih menyampaikan pendapatnya meskipun dalam kelompok kecil. Sumber Gambar : sekolahdasar.net

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Setiap manusia dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki merupakan anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Kelebihan merupakan potensi yang harus dikembangkan semaksimal mungkin. Sedangkan, kekurangan merupakan keterbatasan yang dimiliki seseorang. Namun, terkadang kekurangan yang ada dalam diri membuat seseorang merasa kurang percaya diri dan minder. Mereka lebih suka menyendiri dan tidak ingin berbaur dengan orang lain. Hal ini terjadi tidak hanya pada masyarakat pada umumnya, namun juga bagi peserta didik di sekolah.

Percaya diri merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Seseorang yang percaya diri adalah mereka yakin akan kemampuan yang dimiliki serta memiliki kegigihan untuk mencapai tujuan tertentu. Mereka selalu berpikir positif dalam setiap kesempatan. Bahkan ketika harapannya belum terwujud, mereka tetap berpikir positif dan menerimanya. Namun, seseorang yang kurang percaya diri biasanya malu untuk menyampaikan pendapatnya, menyuruh orang lain untuk membantunya berpendapat, menutup diri dari orang lain dan kurang yakin akan kemampuan yang dimiliki.

Menurut Thantaway dalam Kamus Istilah Bimbingan dan Konseling (2005 : 87), percaya diri merupakan kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan suatu tindakan. Sedangkan, menurut Spencer (2003), percaya diri adalah keyakinan pada kemampuan dan penilaian diri atau citra sendiri, termasuk atas kemampuan dirinya yang diwujudkan dalam lingkungan yang semakin menantang serta percaya pada keputusan dan pendapatnya untuk mengatasi kegagalan secara konstruktif. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa percaya diri merupakan keyakinan akan kemampuan yang dimiliki seseorang dan terus dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu dan selalu berpikir positif di setiap kesempatan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 Ada beberapa perbedaan yang menunjukkan seseorang memiliki rasa percaya diri dan tidak. Perbedaan tersebut terlihat dari dirinya yang tidak takut gagal untuk mencoba suatu hal, berani tampil beda dari orang lain, tegas dalam berpendapat dan konsisten, mandiri dan percaya pada kemampuan serta kekuatan dirinya untuk mengatasi masalah, selalu berpikir positif dan tenang dalam menghadapi suatu masalah, dan berani mencoba sesuatu yang baru.

Permasalahan yang terjadi di SMK Negeri 1 Cilacap berdasarkan wawancara dengan peserta didik dan laporan dari Bapak/Ibu Guru mata pelajaran mengatakan bahwa peserta didik masih malu untuk maju ke depan kelas menjawab pertanyaan dari guru, tidak berani menyampaikan pendapatnya di depan kelas, ketika ditunjuk untuk maju malah menunjuk temannya untuk maju ke depan kelas, malu untuk menyapa Bapak/Ibu Guru, dan lebih memilih untuk mengambil jalan lain ketika berpapasan dengan Bapak/Ibu Guru.

Salah satu alternatif layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri peserta didik adalah melalui layanan Bimbingan Kelompok. Menurut Prayitno dalam Nelly Chandrawati Manalu (2016 : 55), layanan Bimbingan Kelompok merupakan suatu kegiatan yang mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna untuk pengembangan pribadi, atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. Bimbingan kelompok juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan kelompok yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok, yaitu adanya interaksi saling mengeluarkan pendapat, memberikan tanggapan, saran, dan sebagainya, dimana pemimpin kelompok menyediakan informasi-informasi bermanfaat agar dapat membantu individu mencapai perkembangan yang optimal (Ewintri, 2012).

Menurut Dewi Maharani Widyafani Putri (2019), salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik yaitu menggunakan teknik permainan. Teknik permainan merupakan salah satu metode inspiratif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Guru mempercayai kalau bermain memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan fisik dan perilaku motorik serta perkembangan sosial dan aktivitas anak. Sebagian kecil dari mereka juga mempercayai kalau bermain memiliki nilai yang positif bagi perkembangan kognisi dan kesiapan belajar anak (Solehuddin, dkk. dalam Kadek Suhardita, 2011 : 128). Sedangkan menurut Adams dalam Romlah (2001 : 19) menyatakan bahwa permainan simulasi adalah permainan yang dimaksudkan untuk merefleksikan situasi-situasi yang terdapat dalam kehidupan sebenarnya. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik permainan dalam Bimbingan Kelompok merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik.

Permainan simulasi ini cocok diterapkan karena peserta didik membutuhkan suatu hal yang berbeda dari yang biasanya dia dapatkan di sekolah. Selain itu, kepercayaan diri peserta didik juga dapat meningkat karena peserta didik bisa berlatih menyampaikan pendapatnya meskipun dalam kelompok kecil. Permainan simulasi yang digunakan adalah monopoli kepercayaan diri peserta didik. Permainan monopoli dimulai dengan peserta didik menentukan siapa yang akan menjalankan pion yang telah dipilihnya terlebih dahulu, mengocok dadu dan menjalankan pion menuju kotak-kotak yang telah tersedia sesuai dengan nomor hasil kocokan dadu tersebut. Tentunya tidak hanya menjalankan pion saja, tetapi ada tantangan dalam setiap kotak, seperti dana umum dan kesempatan.

Dana umum dan kesempatan berisi pertanyaan dan pernyataan yang harus dijawab serta dilakukan peserta didik berkaitan dengan kepercayaan dirinya. Peserta didik dapat mengungkapkan hal-hal yang membuat dirinya lebih percaya diri serta melakukan tantangan yang tertera pada salah satu kartu tersebut. Permainan monopoli kepercayaan diri peserta didik dilakukan sampai pion mereka mencapai garis finish.

Selain itu ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri, yaitu sebisa mungkin menjadi diri sendiri dan tidak pura-pura dalam setiap kesempatan, mencoba untuk melakukan hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yakin akan kemampuan diri sendiri dan mencoba untuk tidak membandingkan dengan orang lain, melakukan gaya hidup sehat agar terlihat bugar dan tidak sakit, serta selalu berpikir positif dimanapun berada.

Melalui pendekatan layanan Bimbingan Kelompok Teknik Permainan Simulasi ini, diperoleh hasil bahwa peserta didik dapat mengungkapkan hal-hal yang bisa membuat dirinya lebih percaya diri lagi dari pertanyaan dan pernyataan pemantik (dana umum dan kesempatan) berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Peserta didik dapat menemukan solusi yang bisa dilakukan agar kepercayaan dirinya meningkat. Guru mata pelajaran juga melaporkan bahwa peserta didik sudah mulai menunjukkan keberanian untuk maju ke depan kelas menjawab pertanyaan dari guru, mengerjakan soal di papan tulis, atau menyampaikan gagasannya. Penulis merekomendasikan kepada teman sejawat Bimbingan dan Konseling agar dapat menggunakan pendekatan layanan Bimbingan Kelompok Teknik Permainan Simulasi untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik.

Ikuti tulisan menarik Suciana Fitriyati lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu