Cara Meningkatkan Minat Membaca - Analisis - www.indonesiana.id
x

foto buku

Abu Bakar Sabirin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 April 2022

Selasa, 6 Desember 2022 20:22 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Cara Meningkatkan Minat Membaca

    Artikel ini membahas tentang rendahnya minat membaca yang terjadi di Indonesia, cara meningkatkan membaca, dan manfaat yang ditimbulkan dari membaca.

    Dibaca : 288 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Indonesia Tingkat Membacanya Rendah? Adakah Cara untuk Meningkatkan Membaca ?

    Saat ini tingkat literasi masyarakat Indonesia berada di level terendah dengan presentase 0,001%. Itu artinya dari 1.000 orang di Indonesia, hanya ada 1 orang yang gemar membaca. Selain itu survei dari Program for Internasional Student Assesment (PISA) yang dirilis oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019 membuktikan bahwa Indonesia menempati rangking ke-62 dari 70 negara dalam hal literasi.

    Staf ahli Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam rapat Kordinasi Nasional Bidang Perpustakaan pada tahun 2021. Rendahnya tingkat literasi bangsa Indonesia ditengarai karena selama berpuluh-puluh tahun bangsa Indonesia hanya berkutat pada sisi hilir. Sisi hilir yang dimaksud yakni masyarakat yang terus dihakimi sebagai masyarakat yang rendah budaya bacanya. Perlu adanya perbaikan di sisi hulu, termasuk peran negara yang dapat menghadirkan buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dari Sabang sampai Merauke, termasuk di daerah terpencil.

    Mengenai permasalahan yang terjadi di Indonesia tentang rendahnya minat membaca, berikut ini secara garis besar para pakar telah memberikan solusi yang efektif untuk menumbuhkan minat membaca, berikut adalah solusinya.

    1. Menciptakan kondisi cinta ilmu pengetahuan, belajar, hingga kondisi cinta membaca
    2. Penyedian bahan bacaan
    3. Pemilihan bahan bacaan yang baik
    4. Membiasakan membaca secara rutin

    Selain cara yang telah disebutkan sebelumnya, membaca perlu diterapkan semenjak usia dini, seperti saat taman kanak-kanak. Sebab murid TK mempunyai antusiasme membaca terutama jika pengajar membacakan cerita. Anak TK memiliki 100 persen antusiasme dan keriangan saat ingin belajar membaca. Dalam lima tahun berikutnya, saat kelas 4 SD hanya 54 persen yang membaca buku setiap hari, di kelas 8 SMP hanya 30 persen, dan di kelas 12 SMA hanya 19 persen yang membaca buku setiap hari.

    Dengan ditanamkannya kebiasaan membaca tentu ada manfaat yang ditimbulkan, berikut adalah manfaatnya.

    1. Merangsang Sel-Sel Otak

    Membaca merupakan proses berpikir positif. Melalui membaca, kita akan menyerap ide dan pengalaman orang lain. Kegiatan membaca akan merangsang sel-sel otak. Sel-sel otak akan mengatur kegiatan manusia.

     

    1. Menumbuhkan Daya Cipta

    Dengan membaca kita akan memperoleh wawasan, pandangan, dan pengalaman orang lain. Setelah kita membaca, kita akan merenungkan hasil bacaan kita dan memikirkan untuk dipraktikkan. Cara membaca inilah merupakan cara membaca yang baik. Orang yang pandai biasanya kemampuan bacanya tinggi, karena setelah membaca terbesit keinginan untuk menciptakan hal baru. Orang-orang yang rajin membaca akan membawa perubahan.

     

    1. Meningkatkan Perbendaharaan Kata

    Membaca dapat menambah kosa kata yang kita belum ketahui, selain itu seseorang akan lancar berkomunikasi baik lisan maupun tulisan.

    Referensi

    Susanti, Elvi. Keterampilan Membaca. Bogor: Penerbit IN MEDIA. 2022.

    Ikuti tulisan menarik Abu Bakar Sabirin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.