Kiamat Telah Tiba (108): Pertempuran Outreau - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Meteoroids are billions of years old

Ikhwanul Halim

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 6 Januari 2023 19:07 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Kiamat Telah Tiba (108): Pertempuran Outreau

    Saat itu pukul sebelas tiga puluh ketika Jules, Boris, Beau, Vivienne, Solange, Blanc, Elena, Christian, dan Mireille meninggalkan rumah Mireille menuju ke La Terrasse Rouge. Jules sebelumnya sudah menelepon dan berbicara dengan Lyam, pemiliknya. Percakapan itu memungkinkan untuk menghindari beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan setibanya mereka di pub. Mireille dan Jules telah pergi selama hampir enam bulan, dan Lyam bertanya tentang waktu yang dia dan Mireille habiskan di Asia.

    Dibaca : 478 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    11 September, Hari Kiamat

     

    Saat itu pukul sebelas tiga puluh ketika Jules, Boris, Beau, Vivienne, Solange, Blanc, Elena, Christian, dan Mireille meninggalkan rumah Mireille menuju ke La Terrasse Rouge.

    Jules sebelumnya sudah menelepon dan berbicara dengan Lyam, pemiliknya. Percakapan itu memungkinkan untuk menghindari beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan setibanya mereka di pub. Mireille dan Jules telah pergi selama hampir enam bulan, dan Lyam bertanya tentang waktu yang dia dan Mireille habiskan di Asia.

    “Aku mau memesan meja untuk sebelas orang untuk makan siang,” akhirnya Jules berkata, dalam hati menghitung jumlah mereka. Tidak tunggu, jadikan itu sembilan,” Jules mengoreksi, menyadari bahwa dia menghitung Christian tiga kali sebagai Alpha, Beta dan Gamma. "Bisakah aku minta meja tiga belas?"

    Jalan menuju La Terrasse Rouge melintasi hutan di belakang tempat rekreasi. Mereka hampir mencapai pepohonan ketika tembakan pertama terdengar.

    Mereka melihat sekeliling dan melihat orang-orang memakai topeng ski di ujung hutan.

    “Kita diserang!” teriak Vivienne. 'Lari ke pohon!'

    Mereka semua mencabut senjata sambil berlari, dengan pengecualian Christian yang tidak bersenjata.

    Mereka menembak ke arah penyerang dalam upaya untuk mengganggu peluang musuh untuk membidik.

    Saat berlari, tidak ada kesempatan untuk mengarahkan tembakan. Namun, dua atau tiga tembakan dari tujuh senjata menyebabkan salah satu musuh jatuh ke tanah. Tiga lainnya yang terlihat berlari ke pepohonan.

    Saat memasuki hutan, Jules melihat Mireille dengan tergesa-gesa melihat ponselnya. "Tidak ada sinyal di sini," katanya. "Aku tidak bisa menghubungi Aimee."

    Tepat di dalam hutan, pada titik di mana mereka masuk, terdapat benteng pengintai dari beton yang dimaksudkan sebagai garis pertahanan terakhir melawan invasi dalam Perang Dunia Kedua. Mereka berlari ke dalam.

    “Mana Christian?” tanya Elena yang menghitung jumlah mereka.

    "Terlalu berbahaya untuk pergi mencarinya," jawab Boris, mengintip melalui salah satu lubang di bangunan itu. "Aku bisa menghitung tiga lagi dari mereka datang ke arah kita melalui pepohonan, dan kita tidak tahu ada berapa banyak lagi dari mereka."

    Dia mengarahkan pistolnya melalui slot dan menembak.

    ***

    Rumah Celeste de Grandin menghadap ke tempat rekreasi, dan dia menghabiskan hari-harinya untuk mengamati orang-orang yang datang dan pergi.

    Ah, itu Mireille, Jules, dan teman-teman mereka kembali melintasi taman rekreasi, katanya dalam hati saat dia melihat kelompok itu melalui celah tirainya.

    Dia sedang merenungkan keanehan kembalinya Mireille dan Jules, ketika telepon berdering.

    "Allo, Tante Celeste," kata suara di ujung sana. "Ini keponakanmu, Remy."

    "Remy! Senang mendengar kabar darimu," jawab Celeste.

    Dia sangat menyukai keponakannya dan istrinya, Crystal, meskipun menurutnya mereka agak aneh. Dia tidak akan pernah mengatakannya di depan mereka, tentu saja, tetapi dia percaya bahwa keponakan dan istrinya harus menetap dan mendapatkan pekerjaan yang layak, daripada melakukan perburuan UFO di seluruh Eropa.

    "Apakah Tante melihat sesuatu yang aneh di Outreau pagi ini?" tanya Rod.

    "Tidak," jawab Celeste. Mireille dan Jules cukup aneh, pikirnya, tapi Remy tidak mungkin tertarik dengan hal itu. "Hal macam apa?" lanjutnya.

    “Sudahkah Tante mendengar berita pagi ini?” tanya keponakannya.

    "Aku belum menyalakan radio," jawab Celeste.

    "Sebuah UFO menghancurkan Katedral Kaunas saat fajar pagi ini," Remy menjelaskan. “Penampakan UFO sejak itu telah dilaporkan dalam garis yang membentang dari Kaunas ke Outreau. Tidak ada penampakan di luar Outreau, jadi kami pikir itu mungkin pergi ke luar angkasa atau mendarat di suatu tempat di dekat tempat Anda. Crystal dan aku baru saja keluar dari jalan tol. Kami akan sampai di tempat Tante dalam waktu sekitar setengah jam.”

    "Aku membawa anjing itu keluar pagi-pagi sekali," jawab Celeste. “Aku melihat Monsieur Dunant punya mobil baru, tapi tidak tidak melihat adanya UFO. Oh!” tiba-tiba Celeste menambahkan lalu terdiam.

    "Apakah Tante baik-baik saja?" Remy bertanya.

    “Beberapa orang yang dulu tinggal di sini kembali pagi ini setelah lama pergi,” jelas Celeste. “Aku baru saja melihat mereka berjalan melintasi taman rekreasi dengan beberapa orang asing yang bersama mereka.” Dia berhenti.

    "Apakah ada yang salah?" tanya Remy.

    Ada orang-orang tampaknya menembakkan senjata ke arah mereka, dan mereka membalas. Sangat tidak biasa di Outreau sini. Sepertinya salah satu dari orang-orang itu tertembak.” Celeste berhenti lagi. "Mereka semua lari ke hutan sekarang."

    “Saya yakin itu ada hubungannya dengan UFO,” kata Remy, menggunakan logika bahwa setiap peristiwa yang tidak biasa sangat mungkin terkait dengan UFO. “Apa yang terjadi sekarang?”

    "Aku tidak bisa melihat," jawab Celeste. “Mereka semua masuk ke hutan. Aku bisa mendengar sepertinya banyak tembakan. Oh!” dia kembali berseru lebih terkejut sebelum terdiam sekali lagi.

    "Apa yang terjadi sekarang?" kata Remy mendesak.

    Tantenya menjawab, “Benda hitam besar ini baru saja muncul di atas pepohonan.”

    “Seperti apa bentuknya?' tanya Remy.

    "Seperti pesawat siluman Amerika yang pernah muncul di televisi," jawabnya.

    "Apa yang dilakukannya sekarang?"

    “Sinar biru yang datang dari pesawat itu meledakkan beberapa pohon. Komite Pelestarian Lingkungan Outreau takkan senang dengan hal itu.”

     

    BERSAMBUNG

    Ikuti tulisan menarik Ikhwanul Halim lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.