x

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Selasa, 17 Januari 2023 08:32 WIB

Cara Menanggapi Sangat Menentukan Nasib

Nasib manusia ditentukan oleh Allah swt dan upaya manusia sendiri. Salah satu upaya yang menentukan adalah cara menanggapi situasi. Bagaimana maksudnya? Silahkan ikuti terus.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Cara Menanggapi Sangat Menentukan Nasib

Bambang Udoyono

Nasib seseorang atau capaiannya sangat tergantung pada keputusan Allah swt dan upayanya sendiri.  Saya yakin yakin inilah pesan sang empu Kanwa dalam cerita Arjuno Wiwoho. Pesan itu disampaikan dengan metafora dua anak panah yang tertancap di badan celeng.  Satu anak panah dari Arjuno dan satu lagi anak panah dari dewa.  Anak panah dari Arjuno itu adalah simbol dari upaya manusia. Sedangkan anak panah dari dewa itu adalah perlambang dari keputusan Tuhan.  Itulah tafsir saya atas cerita Arjuno Wiwoho karya Empu Kanwa dari kerajaan Kediri di abad ke sebelas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Nah upaya manusia ini bentuknya bisa bermacam macam.  Ada upaya merencanakan, ada upaya melaksanakan dan ada juga upaya menanggapi keadaan yang muncul.  Saya ingin memusatkan perhatian kepada upaya menanggapi keadaan yang muncul.

Menanggapi keadaan tidak kalah penting dari upaya merencanakan dan melaksanakan.  Upaya merencanakan memang sangat penting dan sangat menentukan. Sukses atau gagal sangat ditentukan oleh rencana. Kalau kita memiliki rencana yang bagus maka kemungkinan besar kita akan berhasil dalam menggapai cita cita. Demikian juga pelaksanaannya. Dua hal ini merupakan penentu sukses.  Kalau kita bisa membuat rencana yang baik dan mampu melaksanakan dengan baik maka kita akan sukses. Tentu saja jika Allah swt mengijinkan.

Nah setelah sukses banyak orang yang keliru menanggapinya.  Dalam menanggapi kelonggaran rejeki misalnya, banyak orang yang justru berfoya foya. Uangnya dipakai untuk melakukan tindakan maksiat. Tidak sedikit orang yang lantas tergelincir dalam tindakan zina, minum miras, berjudi, dan berbagai tindakan yang melanggar hukum negara dan bahkan aturan Allah swt.  Akibatnya sudah tentu buruk. Keluarga bisa hancur.  Istri dan anak biasanya akan menderita atas kesalahan yang dilakukan oleh suami dan ayah.

Idealnya tentu kelapangan rejeki dipakai untuk melakukan tindakan yang berdampak baik.  Pertama untuk menafkahi keluarga seperti biaya hidup, biaya pendidikan, wisata, bayar zakat, infak, sedekah, naik haji, dll.

Di sisi lain kita lihat juga orang yang mendapat kegagalan lalu melakukan tindakan yang menghancurkan dirinya sendiri.  Mungkin Anda sudah pernah melihat sendiri orang yang tenggelam dalam kemiskinan lalu menjadi penjahat atau psk.  Tentu saja keadaan akan bertambah buruk. Kalau sampai akhir hayatnya beum bertobat maka nasib buruknya akan berlanjut ke akherat.

Meskipun demikian tidak sedikit juga orang yang berhasil menanggapi keadaan buruk dengan baik.  Nick Vujicic mengalami cacat fisik tapi dia berhasil mencapai prestasi tinggi. Sekarang dia menjadi motivator untuk menginspirasi masyarakat agar bangkit dari kekurangannya.

Banyak pebisnis sukses yang di masa kecilnya tidak mengalami hidup yang berkelimpahan. Mereka justru hidup dalam keterbatasan. Tapi mereka menanggapi keadaan yang kurang menguntungkan dengan baik dan benar. Akibatnya mereka sukses dalam bisnis.

 

Dalam politik juga banyak tokoh yang menunjukkan tindakan yang tepat untuk menaggapi keadaan yang kurang baik. Nelson Mandela pernah dipenjara selama duapuluh tujuh tahun oleh pemerintah Afrika Selatan yang rasis waktu itu. Bukannya hancur dia justru tumbuh menjadi bapak bangsa.   Dia berhasil menciptakan pemerintah yang adil dan tidak rasis lagi.

 

Banyak lagi tokoh yang berhasil mengatasi keadaan buruk sehingga justru berdampak baik.  Tidak kurang orang yang mengalami keadaan baik tapi menanggapi secara salah sehingga berdampak buruk.

 

Keadaan baik, seperti kemajuan ekonomi, bisa berdampak buruk. Sebaliknya keadaan buruk, seperti kegagalan, bisa berdampak baik. semuanya tergantung pada cara Anda menanggapi. Semoga lain kali kita bisa membahas caranya.

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu