Dampak E-commerce terhadap Gaya Hidup Masyarakat - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Transaksi Bisnis E-Commerce Sebagai Alat Komunikasi Termudah Dan Tercepat

andri aprizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2023

Selasa, 24 Januari 2023 18:37 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Dampak E-commerce terhadap Gaya Hidup Masyarakat

    Dari artikel ini bisa kita ketahui maupin menghindari gaya perilaku yg konsumtif dari dampak penggunaan media online untuk berbelanja yang terus menerus

    Dibaca : 130 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Saat ini kemajuan teknologi udah banyak berkembang ke berbagai bidang, contohnya E-commerce. Pengertian E-commerce sendiri adalah aktivitas komersial yg melakukan transaksi jual beli yg menggunakan berbaqai sarana konversi elektronik.

    Pada saat ini belanja secara online sedang menjadi suatu hal yg biasa dilakukan. Selain lebih mudah, belanja online juga lebih efisien disbanding berbelanja di toko, pasar, dan tempat jual beli lainnya. Karna kemudahan inilah yg menyebabkan masyarakat terkadang terlalu konsumtif dalam berbelanja online.

    Belanja online yg dilakukan terlalu sering secara tidak langsung dapat mengubah gaya hidup seseorang menjadi konsumtif.

    Kalian tau gak? bahwa gaya tren gaya hidup konsumtif ini bisa membawa banyak dampak negatifnya daripada dampak positif loh? Apalagi dengan munculnya iklan dan diskon-diskon di e-commerce bisa lebih gampang menggiur para konsumen buat menghamburkan uangnya. Belum lagi kalau kalian suka mengscroll akun media sosial, seperti Instragram, Tiktok, Facebook, dan akun lainnya. Pasti banyak bermunculan iklan dan influencer yg menawarkan berbagai macam produk yg mana dapat membuat kalian tertarik dan ingin membelinya. Hal ini juga dapat memicu berbagai tren juga, seperti tren pakaian, tren skincare, tren gadget, dan sebagainya.

    Akibat dari mengikuti tren tersebut, tanpa disadari konsumen bisa aja menghabiskan uangnya buat hal yg bukan kebutuhannya melainkan keinginan semata. Dan sebagai konsumen, kita juga harus lebih pandai dalam mengontrol keuangan sendiri dan harus bijak dlm memutuskan prioritas mana yg akan di beli. Kmudian, jangan mudah tergiur dengan berbagai tawaran harga, tren yg ada, dan sebagainya.

     

    Dampak positif E-commerce dalam masyarakat contohnya dlm aktivitas perdagangan di masyarakat semakin meningkat, meningkatnya pertumbuhan jasa pengiriman, nilai tukar rupiah semakin meningkat, dan akan banyaknya bermunculan UMKM baru.

    Selain memberikan dampak positif, berbelanja di e-commerce bisa memberikan dampak negatif yaitu seperti adanya risiko karna gak dapat melihat produk secara langsung. Seperti barang yg dibeli gak sesuai dengan harapan dan penyalahgunaan informasi mengenai produk yg diberikan pihak konsumen pada saat memberi ulasan.

    E-commerce juga memungkinkan pertukaran barang dan jasa secara lancar tanpa hambatan jarak dan waktu. E-commerce pada penjualan retail terbilang sangat membantu. Pebisnis retail dapat memperluas cakupan pasarnya, tidak terbatas pada orang yang lalu lalang di depan toko saja atau promosi dari mulut ke mulut.

     

    Cara ngehindari gaya hidup tersebut bisa dengan mencegah atau mengakses E-Commerce secara berlebihan karna suatu hambatan besar untuk menghindari gaya hidup konsumtif adalah dengan menghindari cuci mata atau melihat-lihat barang baik offline maupun online. Godaan belanja online ini jauh lebih besar karena usaha buat berbelanja gak banyak berbeda dengan berbelanja saat offline. Dan bisa yg awalnya cuma cuci mata atau melihat-lihat aja bisa akan berakhir dengan checkout dibarang belanjaan. Terutama bagi yang memiliki mobile banking maupun kartu kredit yang semakin mudah dalam melakukan pembayaran maupun pengisian saldo.

    Ikuti tulisan menarik andri aprizal lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.