x

Ilustrasi kegiatan ibadah

Iklan

Ratna Nisrina Puspitasari

Pengajar di SMP Negeri 1 Doplang
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Kamis, 2 Februari 2023 15:17 WIB

Menjaga Harmoni dalam Kehidupan Berbangsa dan Beragama

Indonesia sebagai negara yang berketuhanan selalu menjunjung tinggi sikap toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan bernegara. Bahkan, sebagai negara berketuhanan, Indonesia menuangkan prinsip bernegaranya dalam dasar negara, khususnya sila pertama dalam Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Tidak perlu diragukan komitmen para pendiri bangsa dalam membina keberagaman dan keberlangsungan umat beragama di Indonesia. Hak setiap warga negara dalam menjalankan kehidupan beragama begitu dilindungi dan dijamin.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Indonesia sebagai negara yang berketuhanan selalu menjunjung tinggi sikap toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan bernegara. Bahkan, sebagai negara berketuhanan, Indonesia menuangkan prinsip bernegaranya dalam dasar negara, khususnya sila pertama dalam Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Tidak perlu diragukan komitmen para pendiri bangsa dalam membina keberagaman dan keberlangsungan umat beragama di Indonesia. Hak setiap warga negara dalam menjalankan kehidupan beragama begitu dilindungi dan dijamin.

Seperti selayaknya negara besar yang berdaulat, tentu saja komitmen negara dalam menjamin kehidupan beragama warga negaranya sangat pantas diapresiasi. Tidak semua negara di dunia mampu hadir dalam menjamin dan melindungi kebebasan beragama setiap warga negaranya. Hal yang tidak mengherankan karena beberapa negara tersebut tidak menganggap kehidupan beragama seseorang sebagai sesuatu hal yang penting. Beberapa negara tersebut beranggapan bahwa kehidupan beragama seseorang adalah kebebasan setiap individu sehingga tidak perlu ada pengakuan dan perhatian khusus dalam aspek tersebut. Lazimnya hal-hal tersebut biasa ditemui di negara-negara yang liberal dan sekuler.

Tentu saja, konsep yang terjadi di negara-negara yang liberal dan sekuler tidak akan ditemui di Indonesia. Sudah jelas sikap Indonesia dalam menjamin dan melindungi kehidupan beragama setiap warga negara. Kebebasan dan keberpihakan negara dalam aspek ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang bangsa. Mulai dari peradaban yang berkembang di masa lalu sampai dengan sekarang, kehidupan beragama sangat lekat dengan bangsa ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Keberagaman suku dan budaya juga tak dapat lepas dari kehidupan beragama di Indonesia. Bahkan suku-suku tertentu punya keyakinan dan kepercayaan lengkap dengan segala kebiasaan yang tak dapat ditemui di mana pun kecuali Indonesia. Hal-hal seperti akan menjadi indah jika keharmonisan terus dijaga dan dipelihara dari sikap-sikap intoleran yang mengancam.

Ancaman-ancaman tersebut sering kali berasal dari gesekan-gesekan kecil yang kemudian diabaikan hingga akhirnya membesar karena kurangnya sikap tenggang rasa dan toleransi. Sejarah mencatat beberapa kali konflik besar yang pernah terjadi di Indonesia berawal dari konflik yang terjadi antara agama dan suku tertentu. Rasa primordialisme dan etnosentrisme yang berlebihan menyebabkan konflik semakin membesar dan memanas. Hal yang sangat disayangkan dan disesalkan karena beberapa konflik yang terjadi menyebabkan korban jiwa.

Beberapa cara dapat ditempuh untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan beragama, salah satunya melalui pendidikan kebangsaan. Pendidikan kebangsaan dapat diinternalisasi dalam pengajaran di pendidikan formal maupun non formal. Tidak perlu metode-metode rumit untuk menginternalisasikannya, cukup dengan pembiasaan-pembiasaan luhur yang dapat membentuk sikap tenggang rasa dan toleransi terhadap keberagaman yang ada di sekitar. Setiap warga negara Indonesia harus sadar bahwasanya dirinya lahir di tengah-tengah keberagaman. Walaupun demikian, dengan keberagaman yang ada, diharapkan tidak akan menghambat interaksi dan harmonisasi yang ada di Indonesia.

Melalui pendidikan kebangsaan, diharapkan setiap warga negara memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Hal tersebut adalah fondasi awal membentuk kesadaran setiap warga negara bahwasanya apa pun keberagaman yang ada di Indonesia harus disikapi dengan sikap tenggang rasa dan toleransi. Jika sikap tersebut sudah tumbuh subur di hati dan pikiran, maka bukan hal yang mustahil segala konflik yang mengancam keharmonisan dan keberagaman di Indonesia dapat dengan mudah diantisipasi. 

Ikuti tulisan menarik Ratna Nisrina Puspitasari lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler