x

Perdana Menteri Anwar Ibrahim (kiri) dan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha menghadiri konferensi pers bersama dalam kunjungan kenegaraan di Bangkok pada 9 Februari 2023 (sumber foto : Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Iklan

Teguh V. Andrew

Pengabar Berita Internasional. Dikurasi dan ditulis oleh Jurnalis Warga Teguh V. Andrew
Bergabung Sejak: 22 September 2022

Jumat, 10 Februari 2023 12:04 WIB

Malaysia Minta Thailand Mainkan Peran yang Lebih Besar dalam Krisis di Myanmar

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (9/2) meminta pemerintah Thailand untuk memainkan peran yang lebih besar untuk membawa stabilitas di Myanmar yang sedang dilanda kudeta militer. Upaya ini merupakan jalan alternatif untuk membawa perdamaian di Myanmar karena upaya diplomatik yang dilakukan selama ini gagal.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Permintaan Anwar Ibrahim ini disampaikan dalam pertemuan bilateral pertama di Bangkok dengan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha, yang baru menduduki jabatan barunya itu pada akhir tahun lalu.

 

Pemerintah Thailand tengah menghadapi kritik internasional karena mempertahankan hubungan normal dengan pemerintah junta militer Myanmar. Negara Gajah Putih ini juga dikritik karena tidak menganggap serius dugaan kekejaman yang terjadi di Myanmar sejak negara ini mengalami kudeta dan dilanda kekacauan sejak dua tahun lalu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

“Hanya sedikit yang dapat kita lakukan, kecuali dengan melanjutkan upaya yang disebut keterlibatan konstruktif dengan pemerintah junta militer Myanmar. Namun anda (Perdana Menteri Thailand) memiliki posisi yang lebih baik untuk mengungkapkan keprihatinan kami (negara-negara Asia Tenggara),” kata Anwar Ibrahim.

 

Ribuan minoritas etnis muslim Rohingya, mendapat persekusi yang berat di negara mayoritas Buddha, Myanmar. Orang-orang Rohingya telah mempertaruhkan nyawa karena melakukan perjalanan laut berbahaya menggunakan perahu untuk kabur dari Myanmar menuju Malaysia atau Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

 

Hampir satu juta orang Rohingya hidup dalam kamp-kamp di perbatasan Bangladesh dan Myanmar sejak mereka melarikan diri dari aksi brutal militer Myanmar pada 2017. Anwar Ibrahim mengatakan saat ini di Malaysia terdapat hampir 200 ribu pengungsi Rohingya yang menjadi beban berat keuangan negara. (TvA/thepeninsulaqatar/AFP)

Ikuti tulisan menarik Teguh V. Andrew lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB